Home / Pemuda / Puisi dan Syair / Kontemplasi Diri di Batas Waktu

Kontemplasi Diri di Batas Waktu

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (flickr.com/aremac)

dakwatuna.com

Mengkontemplasikan niat
Apa mau kita? Apa tuju kita?
Ia kah IA? Ia kah jannah-Nya?
Melulu itu yang kita tanya, melulu itu yang kita meragu

Melurus niat, mengharap ridha
Menguat azzam, melepas tawakal

Tak seberapa ilmu yang membekali diri
Tak seberapa ibadah yang menentramkan hati
Maka sepantasnya-lah tangis penghambaan meluruh
Deru pengharapan memadu

Mengganti tiap rawatib, tahajjud, Dhuha…
pada kepasrahan penuh seluruh, di istikhorohnya.
Tak bertanya pada sesiapa selain Ia
Tak memasrah kepada selain takdirNya.

Kelak tanya itu pun kan terjawab
Kelak tabir itu pun kan tersingkap
Samar hingga jelas

Advertisements

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (9 votes, average: 9,56 out of 10)
Loading...

Tentang

saya suka menulis, dan ingin bermanfaat karenanya. Yakin yakin Smangat!

Lihat Juga

Sudahkah Kita Menghargai Waktu?