Topic Archives: Poligami

Bukan Ku Tak Suka “Madu” Darimu

Ilustrasi (inet)

Bukan…aku bukan menghalangimu mengikuti sunnah rasul. Silahkan saja jika kau memang sangat ingin, tapi ku sarankan kau berpikir lagi. Selagi istrimu mampu melaksanakan semua kewajibannya, apalagi yang kau harapkan dari luar sana..?. Jika kau kecewa dengan kekurangan yang ada pada istrimu, tidakkah kau ingat bahwa bisa jadi dia juga berusaha menerima kekuranganmu. Janganlah berpikir terlalu egois, pertimbangkanlah perasaan orang lain. Kalau bahasa kampung saya “lamak diawak katuju diurang (enak bagimu disuka juga sama orang)”.

Baca selengkapnya »

Menjadi Istri Kedua

Ilustrasi. (inet)

Barang kali dianggap nyeleneh permintaanku, tapi memang itulah inginku, setelah menikah kian giat berdakwah, bukan terhambat dakwah karena nikah. Kian ringan karena bersama bukan makin rumit karena berdua. Bismillah bi idznillah. Segera Kami kebelakang menikmati hidangan yang telah disediakan. Rumah pengadilan telah mewujud menjadi istana dadakan. Semua menjadi indah. Dinding keramik merah berasa marmer mewah. Masakan seadanya jadi makanan paling nikmat sejagat. Di ruang makan ini juga disepakati hari penyempurnaan dien Kami. Alhamdulillah.

Baca selengkapnya »

Masih Ramai Tentang Poligami

ilustrasi (ruangpsikologi.com)

Seluruh madzhab memandang nikah secara poligami sebagai perkara normal (normal dan halal) belaka. Bahkan bisa suatu keutamaan. Kalau tidak, mana mungkin para nabi sebagai orang suci yang sudah disibukkan dengan tugas-tugas samawi untuk berdakwah dan membangun umat, masih mau repot-repot menjalaninya: Nabi Ibrahim, bapak seluruh umat beriman berpoligami dengan dua istri, konon 3, Nabi Ya’kub 4 istri, Nabi Dawud puluhan istri, Nabi Sulaiman ratusan istri, dan Nabi Muhammad dengan 9 istri.

Baca selengkapnya »

Uma Ana dan Uma Ani

ilustrasi (ruangpsikologi.com)

Ada beberapa teman sekolah dan juga teman kuliah yang ayahnya poligami, ceritanya selalu sama. Ayah yang tak lagi perhatian, istri pertama yang merana, istri kedua yang tertawa bahagia di atas penderitaan madunya, ataupun sebaliknya. Annida teringat kembali uraian pembicara pada kajian sore tadi. Syari’at Islam diturunkan oleh Allah Subhaanahu Wa Ta’ala untuk kemaslahatan hamba-Nya. Tak terkecuali syari’at poligami ini.

Baca selengkapnya »