Masih Ramai Tentang Poligami

ilustrasi (ruangpsikologi.com)

Seluruh madzhab memandang nikah secara poligami sebagai perkara normal (normal dan halal) belaka. Bahkan bisa suatu keutamaan. Kalau tidak, mana mungkin para nabi sebagai orang suci yang sudah disibukkan dengan tugas-tugas samawi untuk berdakwah dan membangun umat, masih mau repot-repot menjalaninya: Nabi Ibrahim, bapak seluruh umat beriman berpoligami dengan dua istri, konon 3, Nabi Ya’kub 4 istri, Nabi Dawud puluhan istri, Nabi Sulaiman ratusan istri, dan Nabi Muhammad dengan 9 istri.

Baca selengkapnya »

Uma Ana dan Uma Ani

ilustrasi (ruangpsikologi.com)

Ada beberapa teman sekolah dan juga teman kuliah yang ayahnya poligami, ceritanya selalu sama. Ayah yang tak lagi perhatian, istri pertama yang merana, istri kedua yang tertawa bahagia di atas penderitaan madunya, ataupun sebaliknya. Annida teringat kembali uraian pembicara pada kajian sore tadi. Syari’at Islam diturunkan oleh Allah Subhaanahu Wa Ta’ala untuk kemaslahatan hamba-Nya. Tak terkecuali syari’at poligami ini.

Baca selengkapnya »

Ketika Suamiku Berbagi Cinta

Ilustrasi (inet)

Memoriku berputar tak terkendali. Semua waktu saat bersama suami terasa begitu indah. Oh my God, aku jadi amat merindukannya. Jiwaku melayang dengan segala rasa yang berloncatan, membuncah tak karuan. Aku baru seperti mengenal suamiku, kala cinta menggoda di pandangan pertama. Help me... rasa ini semakin tak bisa aku kuasai. Aku merasa seperti orang yang sedang jatuh cinta. Seperti awal-awal dulu saat bertemu suami. Hanya ada rindu dan cinta yang menggebu-gebu. Melayang-melayang terbang tinggi rasaku dibuatnya.

Baca selengkapnya »

Surga yang tak Dirindukan

Cover buku "Surga yang tak Dirindukan".

Pada akhirnya, keputusan tidak saja hanya di pihak pria. Mereka tidak boleh memutuskannya dengan sepihak. Karena perjanjian berat yang dulu mereka ucapkan di saat akad, pasti kelak akan dimintai pertanggungjawaban meskipun poligami dipakai sebagai dalih pendewasaan. Sebab pada prakteknya, pasti aka nada secuil hati yang terluka. Jika cinta bisa membuat seorang perempuan setia pada satu lelaki, kenapa cinta tidak cukup membuat lelaki bertahan dengan satu perempuan?

Baca selengkapnya »

Ketika Poligami Masih Menjadi Momok Menakutkan

ilustrasi (ruangpsikologi.com)

Poligami adalah pilihan sosial yang mubah, boleh dilakukan dan tidak berdosa orang yang tidak melakukannya. Tidak wajib dan tidak dibolehkan bagi laki-laki yang merasa tidak sanggup berbuat adil, yang terpenting adalah kita tidak boleh membenci hukum kebolehan poligami ini karena hukum ini merupakan syariat Islam. Rasulullah bahkan menganjurkan asalkan bisa berbuat adil, ingat! bisa berbuat adil.

Baca selengkapnya »

Fenomena Feminis Menyerang Poligami

Ilustrasi (inet)

Dengan dinikahinya gadis dari keluarga miskin ini, berarti sang laki-laki telah mengangkat derajat perempuan itu dan juga keluarganya. Perempuan yang tidak kunjung menikah akan menimbulkan akibat fatal. Tidak menutup kemungkinan sang perawan tua akan meniti hidupnya dalam kegetiran, depresi dan menderita dalam kesendirian. Seorang janda, harus melaksanakan dua peran sekaligus. Peran ayah pencari nafkah dan peran ibu pendidik anaknya.

Baca selengkapnya »

“Hantu” Menyeramkan Itu Bernama Poligami (Bagian ke-2): Poligami, Syariat yang Memihak Laki-laki?

Ilustrasi. (Foto: colourbox.com)

Poligami bukanlah dimaksudkan untuk merendahkan kaum wanita. Sebaliknya, poligami bertujuan agar wanita menempati derajat yang semestinya. Karena itu, tak sembarang laki-laki dibolehkan melakukan poligami kecuali cukup syarat-syarat yang ia miliki. Hal ini mengingat dalam pernikahan poligami, tanggung jawab suami secara keseluruhan lebih berat daripada pernikahan monogami.

Baca selengkapnya »

Hantu Menyeramkan Itu Bernama Poligami (Bagian ke-1): Poligami, Petaka bagi Wanita?

Ilustrasi (inet)

Poligami dibenci, dianaktirikan, diteriaki. Tapi kita diam saat seorang paranormal terang-terangan mengatakan beristri hampir 30 orang. Kita diam manakala seorang eyang beristri 9 orang. Kita diam dengan maraknya perselingkuhan. Kita diam dengan legalnya lokalisasi-lokalisasi. Sebagian dari wanita malah tanpa sungkan-sungkan mengatakan,” Mending suami saya jajan di luar daripada dia menikah lagi.”

Baca selengkapnya »