
Gerakan Perlawanan Islam (HAMAS) yang berpusat di Damaskus menyambut baik keputusan Organisasi Pendidikan, Sains dan Kebudayaan PBB (UNESCO) untuk memberi Palestina keanggotaan penuh di organisasi tersebut. “Keputusan tersebut adalah langkah penting yang mendukung masalah Palestina yang akan membantu melindungi tempat suci dan warisan Palestina dalam menghadapi tindakan Zionis terhadap warisan dan tempat suci kami, terutama Masjid Al-Aqsha dan Jerusalem,” kata HAMAS di dalam satu pernyataan yang diperoleh Xinhua di Damaskus, Suriah.

Amerika Serikat mengatakan, Senin, mereka telah berhenti membiayai UNESCO, menyusul keputusan organisasi pendidikan, sains dan kebudayaan PBB itu untuk memberikan keanggotaan penuh pada Palestina. Juru bicara Delpu AS Victoria Nuland mengatakan pada wartawan, AS tidak memiliki pilihan kecuali menghentikan pembiayaan itu karena undang-undang AS yang disahkan pada 1990-an, mengatakan Washington tidak akan melakukan transfer sebesar 60 juta dolar yang direncanakan, yang sedianya (akan ditransfer) pada November, lapor Reuters.

Mesir membantu menengahi gencatan senjata baru oleh para pejuang di Gaza, Minggu, menyusul aksi kekerasan yang menewaskan sembilan warga Palestina dan seorang Israel, kata sumber-sumber seperti dikutip AFP. Persetujuan itu dicapai setelah serangan udara Israel di Jalur Gaza Sabtu dan Minggu pagi yang menewaskan sembilan pejuang Jihad Islam yang membalas dengan serangan roket dan menewaskan seorang warga Israel.

Pesawat-pesawat tempur Israel membombardir Jalur Gaza pada sepanjang hari Sabtu dan Minggu, mengakibatkan 10 warga Palestina di Gaza gugur syahid dan sejumlah warga lainnya luka-luka. Selama beberapa bulan belakangan ini, Israel meningkatkan serangannya ke Jalur Gaza yang menimbulkan korban jiwa dan luka-luka di kalangan warga Gaza. Rezim zionis mengklaim serangan itu sebagai pertahanan diri. Namun pasukan zionis kerap menggunakan kekuatan militer yang berlebihan, melanggar hukum internasional, dan korban serangan kebanyakan warga sipil di Gaza.

PM Palestina, Ismail Haniah di Gaza, Palestina, mengontak Sekjen Partai Islam Nahdhah, Tunisia, Rasyid Al Ghanusyi via telepon untuk menyampaikan ucapan selamat atas kemenangan partainya dalam pemilu pertama pasca Revolusi di Tunisia. Dalam kesempatan itu Haniah mengatakan, bahwa dirinya sangat optimis masa depan Tunisia kelak akan cemerlang, menjadi lebih baik dari sebelumnya, hal ini nampak dari berjalannya pemilu secara jurdil sesuai dengan keingginan dari bangsa Tunisia yang merindukan kebebasan.

Pasukan militer penjajah zionis Israel lagi-lagi menculik tiga anak Palestina, saat menyerbu desa Al-’Asakreh, dekat Bethlehem di Tepi Barat. Dalam penyerbuan itu, pasukan zionis menggeledah sejumlah rumah dan menculik tiga anak dibawah umur. Al-Mu’ti, 9 tahun, Abdul Rahman, 12 tahun dan Mu’taz ‘Asakreh, 13 tahun dibawa ke sebuah tempat yang tidak diketahui lokasinya oleh pasukan zionis.

Reuven Rivlin, Ketua “Knesset” (sebutan untuk Parlemen Israel) mengatakan, bahwa pemerintah Israel saat ini terlihat takluk terhadap syarat yang diajukan oleh kubu perlawanan Palestina. Israel kalah demi membebaskan tentaranya yang ditawan di Jalur Gaza setelah 5 tahun ditawan, “dan ini terjadi karena kita tidak memiliki kemampuan untuk membebaskannya dengan peperangan atau pun kepiawaian intelijen.” jelas Ravlin.

Pendudukan Israel atas wilayah Palestina sama saja dengan apartheid, kata Menteri Luar Negeri Finlandia Erkki Tuomioja, Rabu (26/10), saat ia memperingatkan waktunya sudah hampir habis bagi penyelesaian dua-negara. “Jika kamu menduduki daerah yang dihuni oleh … orang Palestina –yang tak memiliki hak yang sama dengan hak orang Israel di Israel, itu adalah apartheid dan itu tak bisa dilanjutkan,” kata Tuomioja.

Kongres untuk pembebasan Al-quds dari Maroko bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI)sepakat memperkuat kerjasama dalam memberikan dukungan terhadap perjuangan Palestina mencapai kemerdekaannya. Ada dua poin penting dalam kesepakatan kedua belah pihak. Ketua MUI Bidang Kerjasama Luar Negeri, Muhyidin Junaidi mengatakan poin pertama dari kesepakatan itu adalah mengutuk rencana AS untuk memindahkan Kedutaan Besarnya dari Tel Aviv ke Jerusalem.

Penjajah Israel kembali melakukan penangkapan terhadap warga Palestina. Sebanyak 10 orang Palestina asal dari berbagai kota di Tepi Barat ditangkap, Ahad (23/10) sore kemarin. Koran berbahasa Ibrani, “Yediot Aharonot” menuliskan, militer Israel menyerang kota Hebron, dan memeriksa tiap-tiap rumah, lalu menangkap 6 orang pemudanya. Tentara penjajah ini juga menangkap 2 warga Palestina lainnya di desa Selatan Qalqiliya dan 2 lainnya di dekat Bethlehem.