
Presiden Barack Obama akan mengunjungi Jerusalem dalam beberapa bulan ke depan untuk mendorong agar kesepakatan perdamaian di Timur Tengah segera ditandatangani dalam tahun ini dan langsung diterapkan dalam satu dekade ke depan.

Israel dengan semena-mena memutuskan menutup Masjid Ibrahim bagi kaum Muslimin yang tengah melaksanakan ibadah Ramadhan mereka, dan membukanya khusus untuk orang-orang Yahudi yang hendak “beribadah” dan merayakan “Hari Pengampunan” mereka.

Pemimpin Hamas yang kini dalam pengasingan, Khaled Misy’al, telah memperingatkan bahwa pembicaraan antara Israel dan Otoritas Palestina bisa menjadi pukulan fatal bagi perjuangan Palestina, dan mendesak para pemimpin Mesir dan Yordania untuk memboikot pertemuan itu.

Sabtu, 21 Agustus 2010 umat Islam memperingati peristiwa pembakaran Masjid Al Aqsha yang ke – 41. Mereka mengingat kembali sebuah aksi kejahatan Yahudi Zionis, di tengah kekhawatiran aksi peruntuhan masjid yang dilakukan oleh Zionis, melalui berbagai proyek penggalian lorong bawah tanah dan beragai proyek peruntuhan yang kian intensif, hingga sangat mengancam keruntuhan Masjid bila aksi itu terus dilakukan.

Pada hari Sabtu, (21/8/2010), bertepatan dengan peringatan ke 41 tahun peristiwa pembakaran Masjid Al-Aqsha. Saat itu Israel berusaha menghancurkannya, namun gagal. Tapi sayang mereka berhasil membakar sebagian bangunan bersejarah yang sangat penting dalam Islam.

Suasana puasa di Tepi Barat, Palestina, tahun ini tak seramai dan sekhidmat tahun-tahun sebelumnya. Bukan terkait Al Quds dan Masjid Al Aqsha yang mendapat pengawasan ketat dan aturan baru Israel yang kian mengisolirnya dari masyarakat Muslim, tapi kali ini justru bersumber dari pemerintah otoritas Palestina Ramallah. Ada apa gerangan?

Para pemimpin Fatah dan Hamas dijadwalkan bertemu di Gaza pada hari Sabtu (21/8) dalam upaya untuk mengakhiri konflik internal dan mencapai rekonsiliasi. Perundingan harus dilakukan berdasarkan kepercayaan dan niat tulus untuk mencapai rekonsiliasi, bukan ditujukan untuk menandatangani kontrak atau mendiskusikan dokumen perdamaian Mesir, ujar Sakher Bseiso dari Komite Sentral Fatah, pada hari Jumat.

Satuan Nahson Zionis yang bertanggung jawab dalam masalah pemindahan tawanan memaksa sejumlah tawanan Palestina untuk menyantap makanan ifthar (buka puasa) dengan tangan diborgol. Petugas penjaga tawanan menolak membuka borgol tawanan, saat mereka menyantap makanannya.

Faksi-faksi Palestina sepakat meminta otoritas Fatah untuk menghentikan semua bentuk perundingan dengan Israel, sebab semua bentuk perundingan yang berlangsung ditengah perlanggaran Zionis, tidak mungkin melahirkan sesuatu yang baru untuk kepentingan Palestina.

Israel hari Jumat menyatakan kepada PBB bahwa mereka memiliki hak menggunakan kekerasan untuk menghentikan kapal bantuan yang berusaha mencapai Jalur Gaza. “Israel memiliki hak sesuai dengan hukum internasional untuk menggunakan semua cara yang diperlukan untuk mencegah kapal-kapal ini melanggar blokade laut tersebut,” kata Shalev.