
Mantan Perdana Menteri Inggris, Tony Blair, bertemu dengan demonstran anti perang Irak dan pro-Palestina ketika menuju ke sebuah buku penandatanganan di ibukota Irlandia, Dublin. Sekitar dua ratus peserta berkumpul untuk acara mengibarkan bendera Palestina dan spanduk yang menggambarkan Blair sebagai pembohong dan penjahat perang. Demonstran juga melemparkan benda-benda seperti botol air plastik, sepatu, dan telur pada konvoi yang mengiringi Blair.

PM Palestina Ismail Haniyah menegaskan bahwa nasib perundingan langsung yang mulai dilakukan otoritas Fatah dengan penjajah Zionis pasti menemui kegagalan. Karena Israel melakukan itu hanya untuk lebih mengokohkan pilar-pilar proyek Zionis dengan mengorbankan Palestina.

Penjajah Zionis Israel meningkatkan serangan terhadap Jalur Gaza. Pesawat-pesawat tempurnya melakukan 3 serangan udara, Sabtu (4/9), menjelang tengah malam Ramadhan, di wilayah selatan Jalur Gaza. Salah satu serangan ini mengakibatkan 5 warga Palestina terluka dan sejumlah lainnya yang bekerja di sebuah terowongan hilang.

Ratusan warga Turki mengecam kebijakan Zionis di Jalur Gaza, Jum’at (3/7) ditengah peringatan hari Al-Quds internasional di Istanbul. Mereka membentangkan spanduk serta bendera-bendera faksi perlawanan, diselingi kecaman dan cemoohan terhadap Zionis.

Tak banyak yang mempublikasikan, keluarga bin Ladin ternyata kerap berkunjung dan tinggal di Yerusalem. Termasuk kemungkinan di dalamnya adalah Usamah bin Ladin. Namun itu tidak terjadi saat ini. Karena, khususnya bagi Usamah yang kini menjadi musuh nomor satu Amerika Serikat dan sekutunya termasuk Israel, tentunya akan sulit sekali berkunjung ke wilayah yang kini dibawah kontrol zionis tersebut. Peristiwa itu terjadi ketika Usamah masih kanak-kanak atau di dekade 1960-an.

Gerakan Hamas memperingatkan bahaya besar gelaran KTT Washington dan perundingan langsung dengan Israel. KTT itu diyakini digelar sebagai respon atas ambisi Israel – Amerika untuk menghabisi masalah Palestina melalui pengukuhan pembangunan permukiman yahudi di Tepi Barat, yahudisasi Al-Quds dan masjid Al-Aqsha serta mengakhiri hak kembali pengungsi Palestina dengan dikristalkannya “yahudisme negara Israel”.

Pihak-pihak yang konsen dalam urusan pemukiman Yahudi menegaskan bahwa pekerjaan konstruksi pemukiman terus berlangsung dalam jumlah besar di Tepi Barat dan tidak berhenti, bahkan selama periode pembekuan pun terus berjalan. Dijelaskan bahwa konstruksi itu termasuk pembentukan unit rumah baru dan pabrik.