Home / Arsip Kata Kunci: nikah

Arsip Kata Kunci: nikah

Di Antara Dua Mata

Ilustrasi. (alaudeen313.deviantart.com)

Kini aku benar-benar serasa berada di antara dua mata. Sebelah mataku menatap anak dan istrinya. Sebelah lagi menatap wanita yang sedang menjaga bayinya tanpa ikatan yang sah. Bagaimana terlukanya anak dan istrinya ketika tahu suami dan ayah mereka ternyata berbagi kasih di luar sana. Lalu betapa risaunya wanita yang mengandung anaknya. Gusar dia lari dari tanggung jawab, malu dengan lingkungan saat perut kian membesar tanpa seorang suami. Aku bingung, dadaku sesak, air mata pun membuat aku tak mampu memejamkan mata ketika malam menjelang. Tak akan aku berikan keputusan apapun, luka mereka begitu terasa di hatiku. Ngilu, terasa amat menyakitkan.

Baca selengkapnya »

Ini Tak Terlambat

Ilustrasi (kawanimut)

Berkali-kali ibumu menyindir agar kamu mau menikah, berkali-kali kamu mengubah topik pembicaraan yang menurutmu hanya mengingatkanmu pada luka itu. Ibumu tentu khawatir, dan pastinya ia telah menebak apa yang terjadi pada dirimu. Ibumu pasti heran dengan banyak perubahan yang terjadi padamu. Duh, kamu yang dulu pernah jatuh cinta berkali-kali, putus-jadian, putus-jadian, selingkuh-diselingkuhi, sekarang harus diingatkan berkali-kali untuk membuka hati. Kini, kamu belajar lagi mencintai Dia, sebab kamu yakin, kamu akan dicintakan-Nya pada seseorang yang juga sedang belajar untuk mencintai Dia.

Baca selengkapnya »

Menikah, Seberapa Siap?

Ilustasi. (pinterest.com / Wan Nurul Izzaty / Urban Concept Canvas)

Bersiaplah, atau bersikap. Karena kau bukan mencari seorang pembersih rumah maupun koki handal. Juga bukan membutuhkan seorang pembenar atap bocor maupun jasa antar ke mana saja. Saat kau siap mengucap perjanjian yang menggetarkan arasy dan didengar segenap penduduk langit, saat kau bersedia menanggung apa yang akan tertanggung, kau telah memilih perempuan yang akan kau tanggung dosanya selama sisa usia yang ada, kau telah memilih laki-laki yang akan kau taati sepanjang usia, katakan ini pada walinya.

Baca selengkapnya »

Sebuah Nama

Ilustrasi (donna.fanpage.it)

Aku hanyalah seorang tunacinta. Rela menanggalkan izzah sebagai muslimah, hanya agar bisa dinikahi oleh lelaki pujaan hati. Lelaki yang ketika namanya ku dengar, mampu membuat degub jantungku berdebar. Aku hanyalah seorang tunacinta. Kuabaikan kecemburuan Rabb-ku. Kuabaikan ilmu ku tentang hakikat hubungan lawan jenis. Ku abaikan nasehat yang pernah kuutarakan kepada binaanku, bahwa tiada yang namanya komitmen sebelum pernikahan. Kuabaikan nasehat dari murrobiahku. Kuabaikan semua yang aku tahu tentang; HIJAB!

Baca selengkapnya »

Saya Paranoid Jika Dengar Kata Pernikahan, Apa yang Harus Saya Lakukan Agar Paranoid Tersebut Hilang?

Ilustrasi. (download-free-wallpaper.com)

Masih ada keraguan bahwa saya belum siap untuk menikah. Mungkin karena sifat saya yang perfeksionis (apapun harus direncanakan dengan matang) dan sejauh ini saya belum pernah menemukan profil keluarga ideal khususnya dari orang tua saya (ayah saya temperamental), jadi saya merasa agak paranoid mendengar kata pernikahan. Yang ingin saya tanyakan, apakah kesiapan menikah itu ada parameternya? Lalu, apa yang harus saya lakukan supaya paranoid ini hilang?

Baca selengkapnya »

Menikah Tanpa Perasaan Cinta

Ilustrasi. (Rudi Trianto)

Perasaan cinta mampu tumbuh dengan sendirinya, terlebih bagi seorang perempuan, melihat pasangan berakhlak baik pun telah getarkan perasaan-perasaan. Jangan takut menikah tanpa perasaan cinta, jika telah yakin bahwa pasangan yang meminangmu miliki pemahaman yang baik terhadap agama. Pasangan yang baik agamanya, menjadikan kewajiban sebagai landasan tanggung jawabnya. Dan tanggung jawab ialah bukti cintanya. Tanggung jawab bukan hanya di dunia tetapi akhirat.

Baca selengkapnya »