Home / Arsip Kata Kunci: modul materi tarbiyah Islamiyah (halaman 7)

Arsip Kata Kunci: modul materi tarbiyah Islamiyah

Ikhlas Dalam Niat, Hukum dan Keutamaannya (Bagian ke-1)

Ilustrasi (inet)

Para ulama sepakat bahwa niat adalah syarat mutlak agar suatu amal diganjar atau dibalas dengan pahala. Namun, apakah niat merupakan syarat sahnya suatu amal atau perbuatan, mereka berbeda pendapat. Ulama Syafi’iyah menyebutkan, “Niat adalah syarat sahnya suatu amal atau perbuatan yang bersifat ‘pengantar’ seperti wudhu, dan yang bersifat ‘tujuan’ seperti shalat.” Ulama Hanafiyah menyebutkan, “Niat hanya syarat sahnya amal atau perbuatan yang bersifat ‘tujuan’, dan bukan ‘pengantar’.”

Baca selengkapnya »

Atsar Tauhid dalam Kehidupan (Bagian ke-2, Selesai)

Ilustrasi (inet)

Siapa saja yang tidak mengenal tauhid maka ia buta seperti hewan yang mati berkalang tanah dalam keadaan tidak tahu mengapa ia dulu memulai kehidupan, ia meninggalkan dunia tanpa tahu mengapa dulu ia memasukinya. Mereka yang tidak beriman kepada hari akhir tidak ada yang ia pikirkan kecuali pemenuhan kesenangan dunia tanpa peduli halal atau haram. Dengan begitu kehidupan menjadi rusak dan masyarakat pun terpecah belah.

Baca selengkapnya »

Di Rumah Kami Ada Putri dari Surga

Ilustrasi. (inet)

Bismillaahirrahmaanirrahim, di rumah kami ada seorang anak penghuni surga, demikian sahabatku menuturkan kisahnya, air mata kesedihan bergulir dari kedua belah matanya, sungguh hal itu membuat hatiku terenyuh. Sahabatku berkata, “Aku tidak menerima apa yang dikatakan oleh dokter anak. Sungguh aku menjadi lemas ketika anakku yang cantik divonis menderita kelainan fisik dan keterbelakangan mental."

Baca selengkapnya »

Makna “Ilah” (Bagian ke-2, Selesai)

Ilustrasi (dawah.ws)

Al-ilah dengan ma’rifat yaitu sembahan yang sejati hanyalah hak Allah saja, tidak boleh diberikan kepada selainNya. Dalam menjadikan Allah sebagai Al-ilah terkandung empat pengertian yaitu al marghub, al mahbub, al matbu’ dan al marhub. Sedangkan Al ma’bud merupakan sesuatu yang disembah secara mutlak. Karena Allah adalah satu-satunya Al Ilah, tiada syarikat kepadaNya, maka Dia adalah satu-satunya yang disembah dan diabdi oleh seluruh kekuatan yang ada pada manusia.

Baca selengkapnya »

Makna “Ilah” (Bagian ke-1)

Ilustrasi (inet)

Kalimat Laa ilaha illallah tidak mungkin kita pahami kecuali dengan memahami terlebih dahulu makna ilah yang berasal dari ‘aliha’ yang memiliki berbagai macam pengertian. Dengan memahaminya kita akan mengetahui motif-motif manusia mengilahkan sesuatu. Ada empat makna utama dari aliha yaitu sakana ilahi, istijaara bihi, asy syauqu ilaihi dan wull’a bihi.

Baca selengkapnya »

Hendaklah Manusia Memperhatikan Makanannya (Bagian ke-1)

Ilustrasi (myselly.blogspot.com)

Mengapa Allah SWT memerintahkan kita untuk memperhatikan makanan kita dalam firman-Nya: "Maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya" (QS. ‘Abasa (80): 24)? Allah SWT telah memerintahkan kita untuk memikirkan semua makhluk-Nya, dan pada ayat tersebut kita diminta memperhatikan apa yang kita makan, karena makanan termasuk ciptaan-Nya dan telah dijelaskan sebelumnya bahwa pada semua makhluk terdapat tanda dan bukti tentang sebagian sifat-sifat Allah SWT.

Baca selengkapnya »

Tafsir Surat Al-Qaari’ah

Ilustrasi (inet/hdn)

Hari kiamat, Apakah hari kiamat itu? Tahukah kamu apakah hari kiamat itu? Pada hari itu manusia adalah seperti anai-anai yang bertebaran, Dan gunung-gunung adalah seperti bulu yang dihambur-hamburkan. Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan)nya, Maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan. Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya, Maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah. Tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu? (yaitu) api yang sangat panas. (QS. Al-Qaari'ah: 1-11)

Baca selengkapnya »