“Bila seorang laki-laki yang kamu ridhai agama dan akhlaqnya meminang,” kata Rasulullah mengandaikan sebuah kejadian sebagaimana dinukil Imam At Tirmidzi, “Maka, nikahkanlah dia.” Rasulullah memaksudkan perkataannya tentang lelaki shalih yang datang meminang putri seseorang.
Alhamdulillah di hari yang telah menjauh dari Ramadhan ini, kita masih diberikan kekuatan oleh Allah untuk mengamalkan amal ibadah sunnah. kita masih mampu untuk sahur dan shaum Syawal, kemudian subuh berjamaah di masjid, membaca al ma’tsurat, serta shalat dhuha. Ini adalah karunia agung yang mesti kita syukuri. Mengapa? karena menjadi hal terberat untuk menjalankan amalan sunnah yang telah disebutkan tadi, di bulan Syawal yang hanya beberapa hari jaraknya dari bulan Ramadhan. Inilah tipu daya setan yang begitu lembut, membisikkan ke telinga kita agar bersantai sejenak setelah di sepanjang Ramadhan kemarin kita giat beribadah.
Buku sains populer oleh Stephen Hawking, pakar kosmologi dan fisika teoritik, sering menyinggung sisi kontroversi hubungan sains – agama. Isinya secara umum membahas tentang hukum-hukum fisika dan fenomena alam semesta, tetapi kemudian dikaitkan dengan eksistensi Tuhan menurut cara pandang pribadinya.
Ma’alim fi Ath-Thariq adalah buku yang fenomenal dan revolusioner. Mengapa fenomenal? Sebab buku ini telah membuat penulisnya, Sayyid Quthb, digantung. Sedangkan para pembacanya di banyak negara, dicurigai; kalau-kalau mereka bisa menjadi teroris. Buku ini sempat dilarang di beberapa negara yang represif seperti Mesir, negara asal Sayyid Quthb dan Ma’alim fi Ath-Thariq.
Semoga kita tidak menjadi manusia Ramadan, yang optimal ibadahnya selama sebulan saja, dan free di sebelas bulan berikutnya. Tapi kita menjadi manusia rabbâniy, yang selalu mengingat Allah kapan dan dalam bagaimana pun kondisi kita, seperti karakter ulul albâb yang termaktub dalam Al Quran, “(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring.” (QS. Al Imran: 191).
Alhamdulillah, hari ini kita kembali merayakan Idul Fitri. Sebagaimana tahun-tahun yang lalu, hari ini adalah hari yang menandakan berakhirnya bulan Ramadhan, berakhirnya hari-hari penuh berkah, berakhirnya tarbiyah Rabbaniyah kepada kita. Sebulan lamanya kita melakukan tarbiyah Ramadhan dengan menunaikan puasa, shalat, qiyam, tilawah, dzikir, doa, mengeluarkan zakat, infak dan shadaqah.