Indeks Aqidah


Hendaklah Manusia Memperhatikan Makanannya (Bagian ke-1)

Ilustrasi (myselly.blogspot.com)

Mengapa Allah SWT memerintahkan kita untuk memperhatikan makanan kita dalam firman-Nya: “Maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya” (QS. ‘Abasa (80): 24)? Allah SWT telah memerintahkan kita untuk memikirkan semua makhluk-Nya, dan pada ayat tersebut kita diminta memperhatikan apa yang kita makan, karena makanan termasuk ciptaan-Nya dan telah dijelaskan sebelumnya bahwa pada semua makhluk terdapat tanda dan bukti tentang sebagian sifat-sifat Allah SWT.

email

Lautan Makna di Balik Tahmid

H. Muhammad Widus Sempo, MAIlustrasi (dakwatuna.com/hdn)

Surah pertama dari Al-Qur’an diawali dengan الحمد لله. Ini memberikan keurgensian tersendiri terhadap Al-Qur’an dan kalimat tersebut. Artinya pesan kehidupan, tuntunan ibadah dan akhlaq yang ada di dalam Al-Qur’an merupakan nilai yang tidak dapat dihargai dengan segala bentuk penghargaan. Olehnya itu, hamdalah menyiratkan bahwa manusia tidak punya kemampuan sedikit pun untuk memberikan pujian terhadap segala nikmat Allah SWT, karena nikmat itu sendiri di luar dari perhitungan matematis.

Tafakur Tentang Awan

Ilustrasi (inet)

Awan, Cairan yang Mengambang dakwatuna.com – Apakah sebenarnya awan itu? Awan adalah air yang mengambang di udara. Jika dalam jumlah yang banyak maka akan terbentuk hujan lebat yang turun ke bumi menghasilkan air sumur, sungai, telaga, dan mata air yang dapat kita minum, kita gunakan untuk menyiram tanaman, dan diminum pula oleh hewan ternak kita. [...]

Nikmat Perabot Rumah Tangga, Ketenangan, dan Rasa Aman

Ilustrasi (ideaonline.co.id)

a rumah-rumah kita adalah tempat peristirahatan, ketenangan, dan tempat tinggal di kala lelah, dengannya kita berlindung dari teriknya panas, menusuknya hawa dingin, serangan binatang buas, tiupan angin, dan derasnya hujan. Maka rumah kita adalah tempat bernaung bagi kita, istri dan anak-anak. Dengan rahmat Allah SWT dan ketetapannya kita menemukan di dalam rumah kita tempat kembali dan beristirahat serta berlindung dari berbagai bahaya yang mengancam.

BETI (Beda Tipis) Keikhlasan

Musyafa Ahmad Rahim, LcIlustrasi

Menurut saya, di antara salah paham terhadap mafhum furqan adalah keharusan adanya perbedaan secara strik dan gamblang antara ikhlas dan tidak ikhlas. Sebagai contoh kasus, saat seseorang mengajar di sebuah sekolah dengan sungguh-sungguh, dengan maksud untuk mendapatkan gaji, maka dengan mudah saja seorang itu diberi label atau cap tidak ikhlas. Salah satu alasannya, adalah mesti ada furqan; antara mengajar dengan niat lillahi ta’ala dengan mengajar dengan niat mendapatkan gaji.

Lautan Makna di Balik Takbir

H. Muhammad Widus Sempo, MAIlustrasi (inet)

Takbir menyiratkan lautan makna yang tidak bertepi. Ia senantiasa memberikan makna baru bagi mereka yang ingin menggoreskan pena mengungkap rahasia-rahasianya. Dengan takbir, para pejuang kemerdekaan merebut tanah air dari belenggu penjajah, mengorbankan raga dan jiwa demi tegaknya kedaulatan negara dan terciptanya harkat dan martabat bangsa. Mereka memberikan segala bentuk pengorbanan demi generasi bangsa di kemudian hari dengan memekikkan الله أَكْبَر.

Hizbusy Syaithan (Bagian ke-3, Selesai)

Rasmul Bayan materi tarbiyah "Hizbusy Syaithan"

Kemudian bentuk lain dari langkah-langkah syetan, yaitu: Takhwif, menakutkan. Orang-orang berilmu menjadi takut, menghitung resiko, menghitung konsekuensi dan kerugian duniawi. Mereka tidak lagi berani membela kalimat Allah. Dari penakutan ini muncul: ‘Adamusy syajaa’ah.

Hizbusy Syaithan (Bagian ke-2)

Rasmul Bayan materi tarbiyah "Hizbusy Syaithan"

Langkah-langkah yang dilakukan syetan yaitu: Tadhlil atau penyesatan, penyamaran kebenaran atau Ghumuudul haq, membuat, labu haq bill bathil atau pembauran haq dan bathil. Pada pembahasan ini juga dibahas mengenai objek-objek (manusia-manusia) yang menjadi mangsa syetan.

Islam Kaffah

Musyafa Ahmad Rahim, LcIlustrasi (inet)

Terkait dengan “Islam Kaffah” terkadang memunculkan isykal (problem pemahaman) pada sebagian orang, hal ini dikarenakan agama Islam memiliki 5 hukum, yaitu: wajib, sunnat, mubah, makruh dan haram, lalu bagaimana implementasi dari ke-kaffah-an ke-lima hukum ini?

Hizbusy Syaithan (Bagian ke-1)

Rasmul Bayan materi tarbiyah "Hizbusy Syaithan"

Kali ini kita mengambil tema “Hizbusy Syaithan”, artinya Partai Syetan. Tentu saja kita tidak ingin bangsa kita terperosok terus menerus pada gambaran-gambaran bodoh yang meracuni pikiran anak-anak kita, dengan pengenalan-pengenalan yang salah tentang syaithan melalui film-film picisan, murahan, yang mempersempit otak, membuat anak-anak menjadi penakut dengan gambaran-gambaran yang salah dan melenceng. Barangkali tidak semuanya salah tetapi lebih banyak salahnya daripada benarnya yang digambarkan dalam bermacam mitos.


Halaman 2 dari 1012345...10...Paling Lama »