
Aku akan mengangkat tulisan ini dari sisi ‘partai masuk kampung’ bukan yang lainnya. Jadi, yang aku lihat selama ini, partai dakwah ini masuk kampung ga hanya menjelang ajang-ajang pemilihan. Seperti kita tahu, partai dakwah ini punya kader yang banyak dan loyalitasnya ga usah dipertanyakan. Kader-kader itulah yang tersebar di berbagai daerah, sampai tingkat kelurahan dan RW.

Valentine’s Day memang tengah menjadi virus mengerikan yang menjangkiti remaja Indonesia. Bukan karena tujuan perayaan ini yang berkaitan dengan pengungkapan rasa kasih sayang ataupun suatu ritual keagamaan. Tapi lebih kepada kebiasaan-kebiasaan buruk seperti free sex, pesta alkohol, narkoba, pemborosan dan kemudharatan lainnya. Maklum saja, kebiasaan tersebut memang lumrah dilakukan oleh remaja-remaja Amerika Serikat dan beberapa negara Barat.

Seiring dengan maraknya ragam gaya hidup Barat yang masuk ke dunia Islam. Sebagai salah satu dampak dari globalisasi dunia. Menyebabkan banyak remaja muslim di belahan dunia tak mampu berkutik dibuatnya. Gaya hidup Barat yang tidak lepas dari glamour serta konsumtif sebagai cerminan modernitas tersebut, mampu mengguncang peradaban Islam. Terutama para remaja muda-mudi.

Tanggal 14 Februari telah menjadi hari special yang ditunggu-tunggu oleh para remaja di dunia, tak terkecuali remaja di Indonesia. Mereka terlanjur meyakini hari ini sebagai hari kasih sayang yang harus diisi dengan perayaan istimewa. Mulai dari saling tukar kado, menyatakan cinta, ciuman, sampai seks bebas merupakan aktivitas yang turut mewarnai valentine’s day.

Lewat tarbiyah, saya dikenalkan dengan arti berkontribusi dan beramal untuk umat. Menyayangi umat bukan hanya menghujatnya. Dari yang sangat praktis seperti baksos, penyuluhan sederhana, dan berceramah jika diminta. Sampai berkontribusi dalam pembangunan umat dan bangsa yaitu berdakwah profesi, bekerja secara profesional, berdakwah dengan contoh nyata dan karya. Yang sekarang saya yakini menjadi jalan hidup saya untuk meraih ridhaNya.

Tahun 2012 sudah masuk menggantikan masa sebelumnya. Banyak harapan tertumpahkan kepada nasib pendidikan Indonesia khususnya pelajar muslim di Indonesia. Apalagi melihat track record pendidikan tahun 2011. Banyak pelajar mengalami krisis karakter luar biasa. Salah satunya adalah kasus tawuran wartawan dan pelajar SMAN 6 Jakarta. Selain tawuran, persoalan kekerasan di sekolah masih marak terjadi sehingga mengundang keresahan banyak kalangan.

Beberapa tahun belakangan ini banyak isu hangat seputar nabi palsu. Bak ajang mencari sensasi dan popularitas, mengaku nabi kian banyak ditemukan masyarakat Indonesia. Lucunya para nabi palsu tersebut dapat mengajak dan memincut sebagian umat Islam. Bahkan bukan dalam bilangan puluhan saja yang menjadi korban, beberapa dari mereka berhasil meraup pengikut di atas angka ratusan bahkan ribuan.

Fenomena yang terjadi pada beberapa minggu belakangan, masih saja ramai untuk dibahas. Bagaimana tidak, Minggu pagi yang dimanfaatkan oleh banyak kalangan untuk menyegarkan diri dengan minim polusi Ibu kota, justru menjadi Minggu yang kelam. Begitu menyentak dan menyayat hati setiap pasang mata yang menyaksikan. Sudah tak tersanggahkan segala cercaan yang dijuruskan kepada pelaku, AS, yang tak terbesit sedikit pun rasa bersalah dari raut wajahnya beberapa saat selepas kejadian.

Hiburan yang kita lakukan jangan sampai mengorbankan idealism kita sebagai seorang Muslim apalagi jika sampai, gara-gara hiburan Allah di nomor duakan. Contoh nyatanya, para remaja dan pemuda sangat bersemangat dan niat sekali untuk menghibur dirinya dengan menonton pertandingan sepakbola Liga Champions jam 2 pagi. Memasang alarm agar tidak ketinggalan menonton, menyiapkan snack, kopi dan lain-lain.

Pendidikan merupakan sebuah proses, bukan hanya sekedar mengembangkan aspek intelektual semata atau hanya sebagai transfer pengetahuan dari satu orang ke orang lain saja, tapi juga sebagai proses transformasi nilai dan pembentukan karakter dalam segala aspeknya. Dengan kata lain, pendidikan juga ikut berperan dalam membangun peradaban dan membangun masa depan bangsa.