Indeks Suplemen


Jilbabku Bukan Belenggu

Ilustrasi - Muslimah berjilbab di Turki (WN / akgunsemra)

Jilbabku Bukan Belenggu. Jilbabku Kebebasanku. Kata-kata di atas kutemui pertama kali di selembar poster yang diletakkan di dinding kaca Student Store kampusku saat dulu masih berstatus sebagai mahasiswa. Kata-kata itu masih kuingat walaupun sudah beberapa tahun lalu aku menemuinya. Terkesan! Itulah alasannya kenapa aku masih mengingatnya hingga sekarang.

email

Ketika Halaqah Tak Lagi Dirindui

Qonitatillah, MSc.Ilustrasi (inet)

Suara-suara mendengung bak lebah itu menumbuhkan suasana syahdu dan khusyuk. Lantunan kalam Ilahi yang meluncur dari lisan-lisan shalih itu bak mantera penguat jiwa. Muraja’ah hafalan surat-surat dalam Al-Qur’an serta talaqqi madah penuh dengan semangat dan optimisme yang tinggi. Pertemuan pekanan ini ibarat ruh bagi jiwa, bak air untuk kehidupan.

Mengalah Demi Ummat

Prof. Dr. Thomas DjamaluddinIlustrasi (inet)

Kritik saya terhadap hisab (perhitungan astronomis) dan rukyat (pengamatan astronomis) yang dilakukan oleh dua ormas besar Muhammadiyah dan NU sudah lama saya lakukan, sejak tahun 1990-an. Kritik tersebut untuk mendorong penyempurnaan metode dan kriterianya. Kritik saya sampaikan dalam forum seminar, pelatihan, diskusi internal ormas, maupun melalui tulisan di media massa. Alhamdulillah, hal itu bisa saya lakukan karena saya sering diundang sebagai nara oleh NU, Muhammadiyah, dan Persis, tiga ormas Islam yang aktif melakukan hisab rukyat.

Otoritas dan Kaidah Matematis: Refleksi Atas Perayaan Idul Fitri 1432 H (Tanggapan Atas Kritik Thomas Djamaluddin)

Prof. Dr. H Syamsul Anwar, MA.Ilustrasi (inet)

Alhamdulillah hari raya Idulfitri 1432 H telah dapat dirayakan dengan khidmat. Walaupun ada perbedaan tentang hari jatuhnya Idulfitri itu, di mana pada satu sisi ada yang menjatuhkannya pada hari Selasa 30 Agustus 2011 dan di sisi lain ada yang menjatuhkannya pada hari Rabu 31 Agustus 2011, namun masing-masing pihak telah dapat menjalankannya dengan damai dan rukun, tanpa terjadi pertikaian antara pihak-pihak yang merayakannya pada hari berbeda itu.

Khutbah Idul Fitri 1432 H: Ramadhan Mengajarkan Komitmen

Kodar Slamet, SPdIlustrasi (inet)

Kehadiran Ramadhan yang baru lalu telah mengkondisikan kita sehingga terlihat dan terasa begitu dekat dengan Allah swt. Shalat sunah tarawih berbelas dan berpuluh rakaat kita lakukan yang sebelumnya jarang atau tidak pernah. Bahkan ada yang menambah dengan solat tahajjud ketika menjelang sahurnya. Tilawah al-Quran dikhatamkan pada 1 bulan yang sebelumnya selama 1 tahun baru kita khatamkan, bahkan ada yang tidak pernah satu kalipun.

Muhammadiyah Terbelenggu Wujudul Hilal: Metode Lama yang Mematikan Tajdid Hisab

Prof. Dr. Thomas DjamaluddinPedoman Hisab Muhammadiyah (tdjamaluddin.wordpress.com)

Perbedaan Idul Fitri dan Idul Adha sering terjadi di Indonesia. Penyebab utama BUKAN perbedaan metode hisab (perhitungan) dan rukyat (pengamatan), tetapi pada perbedaan kriterianya. Kalau mau lebih spesifik merujuk akar masalah, sumber masalah utama adalah Muhammadiyah yang masih kukuh menggunakan hisab wujudul hilal. Bila posisi bulan sudah positif di atas ufuk, tetapi ketinggiannya masih sekitar batas kriteria visibilitas hilal (imkan rukyat, batas kemungkinan untuk diamati) atau lebih rendah lagi, dapat dipastikan terjadi perbedaan.

Khutbah Idul Fitri 1432 H: Ramadhan, Membangun Keshalihan Pribadi Menuju Keshalihan Sosial

Syarifuddin Mustafa, MAIlustrasi (thenotesonmyblog.blogspot.com)

Hingga saat ini, kita belum sadar pada dasarnya kita masih berjalan pincang dengan ketakwaan dan keshalihan kita. Di satu sisi kita memiliki keshalihan personal yang tinggi pada Allah SWT sementara di sisi lain hak-hak sosial dalam diri kita masih sering kita acuhkan. Atau sebaliknya, keshalihan sosial berada pada prioritas tertinggi dalam kewajiban kita, sementara penyembahan terhadap Yang Maha Agung tidak kita laksanakan.

Khutbah Idul Fitri 1432 H: Puasa Ramadhan Menghadirkan Generasi Yang Peduli dan Rabbaaniy, bukan Ramadhaniy

Dr. M. Hidayat Nur Wahid, MA.Ilustrasi - Ramadhan (inet)

Ketika pada hari-hari sebelum Idul Fitri ini kita menyaksikan saudara-saudara kita ada yang berangkat maupun pulang umrah, dan sebagian yang lain akan segera ulangi tradisi tahunan pulang kampung, dengan semangat generasi rabbaaniy ini kita sangat berharap ada nilai-nilai kebajikan dan kesalehan yang mereka dapatkan baik di Makkah di Madinah maupun di kota-kota di mana mereka tinggal kemudian dapat ditularkan kepada saudara-saudara kita di kampung-kampung maupun di desa-desa maupun di tempat-tempat keluarga tujuan yang lainnya, sekalipun demikian tetap juga dalam semangat kalau kita akan kembali kepada fitrah kita, asal-usul kita yang sangat mungkin itu adalah kampung halaman kita

Menuju Kalender Hijriah Tunggal Pemersatu Ummat

Prof. Dr. Thomas DjamaluddinIlustrasi (tdjamaluddin.wordpress.com)

Mari kita niatkan bersama untuk mewujudkan kalender hijriah menjadi kalender pemersatu ummat. Suatu kalender yang mapan yang setara dengan kalender Masehi. Jangan teruskan mengkerdilkan kalender hijriah dalam kotak kelompok-kelompok kecil, sehingga kalender hijriah hanya berlaku untuk ormas tertentu saja, tidak berlaku nasional apalagi global. Untuk menjadi sistem kalender yang mapan tiga syarat harus terpenuhi.

Menyusui, Kewajiban yang Terabaikan Ummahat Karier

Ilustrasi (inet)

Bekerja dengan gaji selangit dan berpendidikan tinggi hanyalah pilihan, sedangkan hamil, melahirkan, dan menyusui adalah fitrah perempuan, saya tak ingin mengingkari fitrah itu. Saya bangga melihat ummahat hari ini telah maju dari segi pendidikan dan karier. Saya banyak melihat ummahat kuliah hingga program doktor dan bekerja di berbagai instansi pemerintah maupun instansi publik lainnya. Tapi di satu sisi saya sedih. Kenapa?


Halaman 63 dari 94« Terbaru...102030...6162636465...708090...Paling Lama »