
Apa yang menjadikan Mesir begitu mulia? Tidakkah manusia memperhatikan bahwasanya negeri yang gersang itu mendapatkan banyak kemuliaan dari Allah SWT. Banyak para Nabi yang terlahir di daerah tersebut. Bahkan para ulama dan panglima perang muslim seperti Imam Asy-Syafi’i dan Shalahuddin Al-Ayyubi pun pernah bermukim di Mesir. Tokoh pembaharu abad XIX umat Islam, Imam Asy-Syahid Hasan Al-Banna dengan pergerakan Ikhwanul Muslimin yang beliau dirikan juga dimulai dari Mesir.

Salah satu hal yang membuat Islam relevan di manapun dan sampai kapan pun adalah karena ajaran-ajarannya memuat unsur-unsur yang tetap dan tidak lekang dimakan zaman. Contohnya seperti buka-bukaan dan tertutup; di manapun dan sampai kapan pun yang buka-bukaan itu jelas tidak lebih terhormat dari yang tertutup, setidaknya dalam sekilas pandangan orang-orang.

Bagi Anda yang menginginkan pendidikan syariah dan dakwah dengan kualitas yang mumpuni di negeri ini, atau ingin menebar dakwah dengan memperbanyak calon da’i di nusantara ini, Mahad An-Nuaimy bisa menjadi pilihan yang sangat layak dipertimbangkan. Setidaknya ada enam hal yang menjadi ciri khusus di Mahad An-Nuaimy yang bisa disebut sebagai keunggulan tersendiri.

Indonesia merupakan sebuah bangsa besar dan sangat unik dengan berbagai hal yang melingkupinya, mulai dari nuansa pembauran religiusitas dan kultur yang saling mempengaruhi antara satu dengan yang lain, hingga kondisi sosial-politik Indonesia yang diharapkan menjadi jembatan antara peradaban Timur dengan peradaban Barat, antara Islam dengan demokrasi.

Di antara gejolak-gejolak kejiwaan yang berpotensi untuk mengganggu jalannya dakwah adalah gejolak heroisme. Di sini, bukan berarti heroisme adalah salah satu sikap yang harus dihindari. Akan tetapi dalam buku Tegar di jalan dakwah-nya Ust. Cahyadi Takariawan, yang dimaksud Gejolak Heroisme adalah semangat heroisme yang sudah tidak proporsional.

Tanggal 8 Desember 1987 telah menjadi hari bersejarah bagi mujahid Palestina. Lebih dari dua dasawarsa silam, gerakan perlawanan meraksasa menjadi satu kesatuan gerakan total bagi seluruh elemen masyarakat. Yaitu sebuah gerakan pembebasan tanah suci para nabi, yang bangkit dari rasa ketertindasan oleh Zionis Israel. Inilah waktu dimana batu-batu menjadi peluru dengan tubuh menjadi tamengnya. Gerakan ini dinamakan Intifadhah.

“So, apa yang kau lakukan jika kau jatuh cinta pada seorang wanita?” Pertanyaan sederhana ini dilontarkan temanku lewat Facebook setelah ia membaca tulisanku di notes yang berjudul “Ketika Hati Pernah Terbagi”. Sesaat, setengah terburu saya ingin menjawab, “Tenang saja, saya ini tidak mudah jatuh cinta kok.” Tapi… ah, saya bukan orang suci. Bisa saja kujawab seperti itu lantaran saat ini saya memang tidak sedang jatuh cinta, tapi bagaimana besok, atau lusa? Alhasil, ku urung memberi jawaban.

Layaknya sebuah panorama indah pegunungan, mari mulai tulisan ini dengan sedikit sentuhan pemanis rasa. Tulisan ini terinspirasi dari sebuah film lama yang menceritakan kehidupan jalanan anak-anak kota Jakarta. Tentu pembaca sekalian mungkin telah mengetahui, ‘Alangkah Lucunya Negeri ini’.

Resah aku bila mengingat mati…!
Perasaan itulah yang aku rasakan ketika mendengar berita dari media dalam negeri maupun luar negeri dan juga berita dalam radio dan televisi tentang jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100 berpenumpang 45 termasuk 8 awaknya. Burung besi buatan Rusia itu menabrak tebing di Puncak Gunung Salak I yang memiliki ketinggian 2.211 meter di atas permukaan laut atau sekitar 7.253 kaki. Pesawat itu terhempas pada ketinggian 5.800 kaki

Secara berterus terang dan bangga, saya memiliki secuil jenggot. Gundukan rambut-rambut kecil di bawah dagu itu saya biarkan sejak masa sekolah menengah hingga sekarang ini. Ia tumbuh begitu saja dari tahun ke tahun, tidak lebat dan tidak tipis, menumpuk. Jenggot saya rawat, saya cukur, dan saya rapikan.