Politik – dakwatuna.com http://www.dakwatuna.com Menuju Kesatuan Umat Wed, 07 Dec 2016 01:00:40 +0000 id-ID hourly 1 https://wordpress.org/?v=4.6.1 40320476 Fiqih Bernegara http://www.dakwatuna.com/2016/12/01/83938/fiqih-bernegara/ http://www.dakwatuna.com/2016/12/01/83938/fiqih-bernegara/#respond Thu, 01 Dec 2016 13:14:10 +0000 http://www.dakwatuna.com/?p=83938

Hubungan antara Kekuasaan dengan Agama, ibarat dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Di mana pun kehidupan di dunia ini pasti memerlukan adanya kekuasaan sebagai sarana menjamin keteraturan hidup. Dan agama menyediakan konten untuk keteraturan itu. Maka sejatinya antara agama dan negara memiliki hubungan yang erat dan sesuai kebutuhan fitrah manusia, dalam arti agama lahir karena manusia memerlukan aturan, sedangkan negara lahir karena manusia memerlukan struktur bagi keteraturan. Dan keduanya adalah kebutuhan manusia.

Konten Fiqih Bernegara ditampilkan pertama kali di dakwatuna.com.

]]>
http://www.dakwatuna.com/2016/12/01/83938/fiqih-bernegara/feed/ 0 83938
Panduan Dalam Memilih Pemimpin http://www.dakwatuna.com/2016/11/23/83741/panduan-memilih-pemimpin/ http://www.dakwatuna.com/2016/11/23/83741/panduan-memilih-pemimpin/#respond Wed, 23 Nov 2016 08:01:02 +0000 http://www.dakwatuna.com/?p=83741

Dengan bekal pemahaman silih bergantinya kepemimpinan, hukum kemenangan, dan cerdas menggunakan hak pilih, maka akan dapat mengantarkan kepada kehidupan masyarakat yang lebih baik, bukan sebaliknya. Wallahu a’lam.

Konten Panduan Dalam Memilih Pemimpin ditampilkan pertama kali di dakwatuna.com.

]]>
http://www.dakwatuna.com/2016/11/23/83741/panduan-memilih-pemimpin/feed/ 0 83741
Gerakan, Negara, dan Peradaban http://www.dakwatuna.com/2016/11/11/83504/gerakan-negara-dan-peradaban/ http://www.dakwatuna.com/2016/11/11/83504/gerakan-negara-dan-peradaban/#respond Fri, 11 Nov 2016 02:51:38 +0000 http://www.dakwatuna.com/?p=83504

Jika misi Islam adalah menegakkan peradaban yang menjadi induk peradaban dunia maka memang tidak bisa hanya diemban oleh sebuah negara kecil saja. Karena negara islam adalah sebuah negara risalah yang sasarannya seluruh umat manusia yang ada di bumi yang pertumbuhannya mengikuti perluasan jejak kaki manusia di dunia ini.

Konten Gerakan, Negara, dan Peradaban ditampilkan pertama kali di dakwatuna.com.

]]>
http://www.dakwatuna.com/2016/11/11/83504/gerakan-negara-dan-peradaban/feed/ 0 83504
Simbiosis Mutualisme Islam dan Politik http://www.dakwatuna.com/2016/11/11/83503/simbiosis-mutualisme-islam-dan-politik/ http://www.dakwatuna.com/2016/11/11/83503/simbiosis-mutualisme-islam-dan-politik/#respond Fri, 11 Nov 2016 02:45:10 +0000 http://www.dakwatuna.com/?p=83503

Dari berbagai gambaran di atas, semakin jelas bahwa perpaduan antara Islam dan politik adalah satu kebutuhan dan keniscayaan. Islam akan mengidealisasikan politik melalui internalisasi nilai-nilai ideal berpolitik pada diri para politisi, sementara politik akan membumikan nilai-nilai Islam dan memberdayakan umatnya melalui revitalisasi kesadaran politik yang dibingkai oleh nilai-nilai ideal. Dengan seperti itu akan lahir sikap politik yang luhur demi menghadirkan kebahagiaan bagi segenap warga bangsa ini.

Konten Simbiosis Mutualisme Islam dan Politik ditampilkan pertama kali di dakwatuna.com.

]]>
http://www.dakwatuna.com/2016/11/11/83503/simbiosis-mutualisme-islam-dan-politik/feed/ 0 83503
Agama, Politik, dan Partisipasi http://www.dakwatuna.com/2016/10/14/82939/agama-politik-dan-partisipasi/ http://www.dakwatuna.com/2016/10/14/82939/agama-politik-dan-partisipasi/#respond Fri, 14 Oct 2016 10:28:36 +0000 http://www.dakwatuna.com/?p=82939

Politik menempati kedudukan yang mulia dalam agama apapun, terutama Islam. Oleh sebab itu tujuan politik begitu mulia. Bahkan kerja-kerja politik adalah kerja-kerja para Nabi kita. Mereka berpolitik guna menciptakan keadilan yang hakiki di bumi. Imam Ghazali menyebut para pemegang kekuasaan ini sebagai orang yang mendapat nikmat yang besar. Tidak ada nikmat yang diberikan oleh Allah melebihi kenikmatan memegang kekuasaan.

Konten Agama, Politik, dan Partisipasi ditampilkan pertama kali di dakwatuna.com.

]]>
http://www.dakwatuna.com/2016/10/14/82939/agama-politik-dan-partisipasi/feed/ 0 82939
Pejabat Non-Muslim Pada Zaman Al-Mu’tadhid Billah http://www.dakwatuna.com/2016/10/14/82938/pejabat-non-muslim-zaman-al-mutadhid-billah/ http://www.dakwatuna.com/2016/10/14/82938/pejabat-non-muslim-zaman-al-mutadhid-billah/#respond Fri, 14 Oct 2016 10:23:19 +0000 http://www.dakwatuna.com/?p=82938

Tidak mustahil sejarah tersebut akan berulang, jika kita sama dengan komunitas Muslim yang tidak sadar pada zaman al-Mu’tadhid Billah. Tidak mustahil lama kelamaan tanpa disadari kita akan dipimpin dan diatur oleh pejabat-pejabat non-Muslim.

Konten Pejabat Non-Muslim Pada Zaman Al-Mu’tadhid Billah ditampilkan pertama kali di dakwatuna.com.

]]>
http://www.dakwatuna.com/2016/10/14/82938/pejabat-non-muslim-zaman-al-mutadhid-billah/feed/ 0 82938
Wajah Hakiki Peradaban Madani, Manifestasi Nilai Ketuhanan dalam Demokrasi Pancasila http://www.dakwatuna.com/2016/07/15/81452/81452/ http://www.dakwatuna.com/2016/07/15/81452/81452/#respond Fri, 15 Jul 2016 07:11:13 +0000 http://www.dakwatuna.com/?p=81452

Pada dasarnya semua agama menghendaki hukum Tuhan untuk diimplementasikan dalam sistem kehidupan berbangsa dan bernegara. Hal ini menjadi suatu keniscayaan yang mutlak karena tidak ada satu agama pun yang menghendaki adanya kehancuran bagi umatnya. Inilah peranan Pancasila dirumuskan oleh generasi awal bangsa yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Konten Wajah Hakiki Peradaban Madani, Manifestasi Nilai Ketuhanan dalam Demokrasi Pancasila ditampilkan pertama kali di dakwatuna.com.

]]>
http://www.dakwatuna.com/2016/07/15/81452/81452/feed/ 0 81452
Pemaknaan Pluralis Ketuhanan Maha Esa Dalam Pancasila http://www.dakwatuna.com/2016/07/12/81362/81362/ http://www.dakwatuna.com/2016/07/12/81362/81362/#respond Tue, 12 Jul 2016 06:08:01 +0000 http://www.dakwatuna.com/?p=81362

Teolog Jerman Olaf Schumann memberika penafsiran terhadap sila Ketuhanan Yang Maha Esa, “Istilah “ketuhanan” merupakan istilah yang sangat abstrak; bukan “Tuhan” melainkan “ketuhanan”, suatu prinsip mengenai Tuhan, tetapi bukan Tuhan itu sendiri. Oleh karena itu, ia pun sangat sulit diterjemahkan ke dalam bahasa asing... Jadi, dengan rumusan sila ketuhanan diberikan ruangan luas yang sekaligus dilindungi oleh negara agar agama-agama yang diakui dapat menguraikan dan mengembangkan pemahaman mereka masing-masing mengenai Tuhan itu.”

Konten Pemaknaan Pluralis Ketuhanan Maha Esa Dalam Pancasila ditampilkan pertama kali di dakwatuna.com.

]]>
http://www.dakwatuna.com/2016/07/12/81362/81362/feed/ 0 81362
Konflik Peradaban dan Kebijakan Politik Barat http://www.dakwatuna.com/2016/07/02/81196/konflik-peradaban-dan-kebijakan-politik-barat/ http://www.dakwatuna.com/2016/07/02/81196/konflik-peradaban-dan-kebijakan-politik-barat/#comments Sat, 02 Jul 2016 08:28:54 +0000 http://www.dakwatuna.com/?p=81196

Di Indonesia, gerakan liberalisasi pemikiran Islam terasa sangat intens dan serius. Penyebaran wacana-wacana tentang Islam dan pemikiran keislaman yang terdengar “aneh” di telinga para ulama dan cendekiawan Muslim ini dilakukan melalui media surat kabar, majalah, media elektronik baik radio maupun televisi, dan penerbitan buku-buku.

Konten Konflik Peradaban dan Kebijakan Politik Barat ditampilkan pertama kali di dakwatuna.com.

]]>
http://www.dakwatuna.com/2016/07/02/81196/konflik-peradaban-dan-kebijakan-politik-barat/feed/ 1 81196
Menengok Sejarah Pancasila: Ideologi Kebangsaan Berlandaskan Islam http://www.dakwatuna.com/2016/06/14/80915/menengok-sejarah-pancasila-ideologi-kebangsaan-berlandaskan-islam/ http://www.dakwatuna.com/2016/06/14/80915/menengok-sejarah-pancasila-ideologi-kebangsaan-berlandaskan-islam/#respond Tue, 14 Jun 2016 10:46:54 +0000 http://www.dakwatuna.com/?p=80915

Pancasila sebagai buah perjuangan bangsa Indonesia mencapai kemerdekaan begitu diagungkan layaknya barang keramat. Hal ini wajar, karena Pancasila merupakan hasil keringat dan cucuran darah para pejuang bangsa Indonesia selama tiga setengah abad hingga akhirnya diberikan karunia Allah berupa kemerdekaan dan terbebas dari imperialisme Barat. Akan tetapi, tidak dapat dipungkiri bahwa banyak pihak yang berusaha menjadikan Pancasila sebagai pandangan hidup menggantikan agama. Agama ingin disisihkan oleh Pancasila, bukannya memberi landasan dan mewarnai Pancasila. Tak ayal, Pancasila pun ingin menggantikan Islam, bukannya Islam yang melandasi Pancasila. Padahal, kata-kata kunci dalam Pancasila seperti “Ketuhanan Yang Maha Esa”, “adil dan beradab”, dan “hikmat” adalah istilah-istilah yang sangat bernuansa Islam.

Konten Menengok Sejarah Pancasila: Ideologi Kebangsaan Berlandaskan Islam ditampilkan pertama kali di dakwatuna.com.

]]>
http://www.dakwatuna.com/2016/06/14/80915/menengok-sejarah-pancasila-ideologi-kebangsaan-berlandaskan-islam/feed/ 0 80915