Home / Pemuda (halaman 2)

Pemuda

Urgensi Amal Jama’i Dalam Amanah Dakwah Kampus

jika bicara amal jama’i, memang agak panjang bahasannya. Yang jelas, ingatlah tentang apa yang ada di hati, pastikan yang utama ialah Dia, Allah subhanahuwata’ala. Jadikan dia yang utama apapun posisi kita dalam struktur kehidupan. Entah sebagai seorang aktivis BEM, entah sebagai kader dari Lembaga Dakwah Kampus, ataupun punggawa ilmu di UKM keilmuan. Utamakan islam dimanapun kita berada.

Baca selengkapnya »

Dalam Istikharah Kutemukan

Tak ada yang sulit di dunia ini, asal kita mau berusaha dan menjadikan semua itu sebagai tombak pendewasaann kita yang lebih baik. Sangat di sayangkan dan menyesal, dulu saya hanya bisa bersedih dan menyendiri saat saya di hadapkan pada masalah besar. Sekarang semua nya terasa menjadi lebih baik karena Dalam Istikharah Kutemukan...

Baca selengkapnya »

Pemuda Islam Sebagai Armada Dalam Kemajuan Bangsa

Uang memang merupakan alat transaksi yang sangat penting, maka dari itu kita harus mengendalikannya. Mulai sekarang ubahlah pola pikir tentang uang yang mengatakan “uang adalah segalanya” karena hal ini akan membuat kita mulai memperlakukannya secara spesial dan akhirnya kita mulai dikendalikan oleh uang. Ingat semakin banyak mengeluarkan uang maka semakin besar potensi terlilit utang.

Baca selengkapnya »

Aku Terima Dia dan Dua Anaknya

Status?! Bagaimana dengan statusnya yang duda itu?! Bagaimana nanti pandangan masyarakat terhadapku? Huh! Menikah langsung sepaket dan dapat dua anak sekaligus?! Benar-benar di luar kendali dan pikiranku. Berhari-hari aku bimbang, memikirkan jawaban dan segala kemungkinan. Hingga aku tersungkur, tergugu dalam sujud-sujud istikharahku.

Baca selengkapnya »

Saya, Tersesat di Jalan yang Benar

Jadi ingat masa dulu, saya keukeuh buat sekolah ke negeri tapi nyata nya saya masuk pesantren. Dan dari sana lah perjuangan saya yang sesungguh nya. Saya bisa menemukan diri saya yang sesungguh nya. Meski dulu saya selalu buat kecewa orang tua, tapi saya selalu nitip pesan sama si amat untuk selalu saying sama orang tua dan jangan buat orang tua itu nangis karena kita. Benar, saya sangat sangat menyesal dulu telah mengikuti keinginan yang tanpa jelas arah dan tujuannya. Tanpa saya memperhatikan orang-orang di sekitar saya yang benar-benar mencintai dan selalu mensupport saya dari belakang. Mulai dari mamah, bapak, teteh dan semua pihak pesantren yang telah membuat saya mampu berkontribusi pada masyarakat. Memberikan sedikit ilmu yang saya dapat kan dan saya syiarkan di kalangan masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Baca selengkapnya »

Ketika Takdir Berkata

Bukan sekadar dilema yang menyayat hati, Bukan kegelisahan yang menguras kebatinan, Termangu di balik keesaan-Nya, Melintas di antara ruang-ruang sunyi, Silih melintang kerisauan nan mencekam, Perih, menyayat hati. Bukan semata aku pasrah dengan keadaan, Bukan semata aku hancur oleh nestapa, Kemurungan membakar seluruh sendi-sendi tulangku, Mendung durja bak awan tebal nan menari.

Baca selengkapnya »

Senja di Perantauan

Samar-samar namun semakin jelas terdengar Lantunan Dzikrullah mulai terucap dari lisan tak bertulang Kedua telapak tangan mulai menengadah menghadap langit Bait-bait doa yang dipanjatkan mulai melangit Lantunan Rabithah senja mulai menggeming di kedua telinga Lafadz-lafadz yang indah menenangkan hati

Baca selengkapnya »