Home / Pemuda / Essay (halaman 3)

Essay

Ukhti Jagalah, Akhi Tahanlah

Ilustrasi. (inet)

Akhi Wa ukhtifillah bahkan di saat kita tidak sedang bertatapan dengan lawan jenis, kita dapat berzina, melalui zina hati, yang berupa pengharapan akan hadirnya sosok pelipur lara. Ingat, apa yang tersembunyi di dalam hati kita, Allah juga mengetahuinya. Ketahuilah bahwa Islam itu ingin menjagamu, bukan mengekangmu. Karena sesungguhhnya VMJ itu adalah kumpulan dari kemudharatan yang terorganisir dengan baik, lalu dibalut oleh kain putih sutra.

Baca selengkapnya »

Mentoring? Sejak Kini, Esok, dan Nanti..!

Ilustrasi. (Facebook)

Kini, aku malu saat aku dapat menyelesaikan kesibukanku dalam agendaku tetapi satu waktu shalatpun tak pernah kulakukan tepat pada waktunya, bahkan kerap kutinggalkan. Aku malu ketika aku dapat dengan lincah menerobos lembaran-lembaran kertas penunjang aktivitas tetapi se-ayat Alquranpun aku tak kunjung bisa membacanya! Aku malu saat aku mondar-mandir dalam kesibukan yang tak jarang berujung “kepeningan” tetapi tak kusempatkan 2 rakaat saja untuk berdhuha…

Baca selengkapnya »

Umbarlah Cinta Kepada Penciptanya

cinta-allah1

Mengumbar cinta atau mendekatkan diri dengan-Nya bisa menjadikan mencintai seseorang yang ada di hati menjadi mencintai karena Allah, “Barang siapa yang mencintai karena Allah, membenci karena Allah, dan tidak memberi karena Allah. Maka ia sesungguhnya telah memperoleh kesempurnaan iman”.

Baca selengkapnya »

Keep Istiqamah, Engkau Jiwa yang Kuat

Ilustrasi. (bidadarisurga.deviantart.com)

Yaa Rabb, karena-Mu aku bertahan, untuk semua kebaikan aku bertahan, semua kuserahkan hanya untuk-Mu. Ingin rasanya menutup pendengaran ketika semua, semua cacian itu datang, namun aku tahu semua itulah yang seharusnya membuat senyumku semakin lebar, karena cahaya itu semakin bersinar, karena tujuan itu semakin tampak. Tak mudah, sungguh tak mudah untuk melaluinya namun biarkan semua ini menjadi bumbu penyedap dalam setiap fase yang diarungi yang bernamakan Dakwah. Untukmu jiwa yang selalu bertahan… Ingat kan? "Ketika di sekelilingmu gelap, maka berhusnudzanlah jikalau engkau dikirimkan Allah sebagai cahaya untuk meneranginya"

Baca selengkapnya »

Sepotong Diary Seorang Ikhwan

Ilustrasi (Danang Kawantoro)

Sebenarnya ada beberapa alasan kenapa akhwat memasang foto diri dalam profil sosial media, mulai dari identitas personal sampai ranah profesional. Bagaimana dalam pandangan syari’ahnya? Sumpah gue kagak paham, gue cuma mau bilang, kadang gambar tak bergerak itu begitu kuatnya mencipta rasa. Di satu sisi, kenapa kalau yang ikhwan begitu banyak yang menggunakan foto diri? Sebagaimana gue bilang diawal, dimensi cinta dan ketertarikan perempuan itu pada pensifatan. Maka beberapa akhwat dengan mudahnya lumer lemah lunglai tak berdaya oleh ikhwan dengan kualifikasi sifat para aktivis dan pegiat dakwah yang begini dan begitu.

Baca selengkapnya »

Cinta Dalam Janji Suci

menikah

Rasulullah Shalallahu A'laihi Wasallam Bersabda: "Sekali-kali tidak boleh seorang lelaki, menyepi berduaan dengan wanita yang tidak dihalalkan bagi dirinya, apabila tidak disertai dengan muhrimnya, karena yang ketiganya adalah Setan" (HR. Amir bin Robi'ah). Cinta akan lebih terasa indahnya jika sudah terikat dengan janji suci, kita boleh dengan bebas mencintai orang yang kita cintai dan kita sayangi. Karena orang yang benar-benar mencintai kita itu akan langsung membawa kita ke arah yang lebih serius lagi daripada membawa ke arah maksiat dan dosa.

Baca selengkapnya »

Cinta dalam Kubangan Haram

Ilustrasi. (kawanimut / inet)

Banyak remaja yang menghalalkan berbagai cara pacaran. Di era masa kini, banyak yang mempunyai argumentasi, bahwa pacaran islami itu no kiss, no touch, kalau ketemu ya di masjid. Tidak pernah berpegang tangan, kalau mengobrol dengan jarak jauh, melepas rindu ya telepon atau sms, asli tanpa ciuman atau bersentuhan. Mana ada dalam Islam dalil seperti ini? Jangan aneh yaa.. Hal ini menjadi masalah jika tidak dilandasi dengan pernikahan.

Baca selengkapnya »

Ketika Sebagian Remaja Islam Menuhankan Selain Allah

Ilustrasi (shutterstock.com)

Apa jadinya kondisi Islam nantinya di Indonesia jika para calon penerus bangsanya lebih mencintai artis yang bukan beragama Islam daripada mencintai Allah SWT. Apa jadinya jika 50.000 remaja Islam saat menonton artis Korea itu meninggal ketika ia belum shalat dan hatinya tidak diisi dzikir tapi diisi oleh kekaguman buta dengan seorang manusia biasa.

Baca selengkapnya »