Home / Pemuda / Essay (halaman 2)

Essay

Wahai Pemuda, Yuk Berkontribusi…

Ilustrasi. (Abdul Jabbar)

Ketahuilah kesuksesan sejati adalah ketika engkau tercatat sebagai orang yang berkontribusi besar untuk umat. Engkau dikatakan sukses apabila ketika engkau mati, orang-orang yang mendatangimu menjadi saksi bahwa engkau adalah pelaku kebaikan yang bermanfaat hidupnya. Bukan ukuran sukses bagi seorang muslim bila hanya memiliki harta yang banyak dan popularitas yang melambung. Satu-satunya ukuran sukses bagi seorang muslim adalah kontribusinya untuk umat. Tentu, niatnya adalah ikhlas untuk mengharapkan ridha Allah Ta’ala.

Baca selengkapnya »

Mengapa Harus Pemuda?

Ilustrasi. (inet)

Tak perlu kita berkecil hati bergelar pemuda Indonesia, bukan Jepang atau Amerika yang sangat maju. Di balik image kelam pemuda Indonesia yang tersorot di media tv, masih banyak kuntum-kuntum yang tengah mekar berprestasi mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia. Ada Ahmad Zainuri, penemu Brailevoice, ada Nurul dan Nanda yang menemukan bahwa energi matahari dan urine dapat berubah menjadi energi listrik, ada ratusan pemuda lainnya yang menghebatkan diri melawan kemalasan dan serius menekuni potensi mereka hingga mampu tumbuh dan menjadi sosok inspirator yang dihargai dunia karya-karyanya.

Baca selengkapnya »

Pembunuhan Karakter Pemuda Indonesia

Ilustrasi. (inet)

Bangkitnya pemuda Islam berarti bangkitnya Indonesia kepada puncak kejayaaan. Indonesia yang adil, Indonesia yang sejahtera, Indonesia yang terdepan dalam teknologi, dan Indonesia yang makmur akan menjadi kenyataan dengan bangkitnya pemuda muslim Indonesia. Seorang pemuda yang mencintai Alquran dan sunnah pastilah ia akan menjadi pemuda yang cerdas, kuat, tangguh, dan smart untuk maslahat. Karena Islam mengajarkan untuk terus belajar, semangat berusaha dan berdoa dalam menggapai tujuan, semangat bekerja, dan semangat gotong royong.

Baca selengkapnya »

Mengharap Stempel Allah SWT

Ilustrasi. (inet)

Nah supaya tidak ngos-ngosan mencari stempel manusia, maka tekunilah ilmu agama. Dan jadikan agama ini sebagai pegangan dalam seluruh aktivitas. Tekunilah bidang ilmu umum juga yang kita minati. Seperti belajar bahasa arab, hadist, Alquran, nahwu, matematika, kimia, IT dan lain-lainya. Penguasaan akan suatu ilmu akan menghantarkan kita pada derajat yang mulia. Kenapa sebab? Allah swt firman dalam QS Mujadillah ayat 11 yang mengabarkan bahwa orang-orang beriman dan berilmu akan diangkat derajatnya.

Baca selengkapnya »

Siapa Bilang Jomblo Menyedihkan?

Ilustrasi. (inet)

Jadi yang jomblo jangan sedih, dengan kesendirian kalian bisa menambah ilmu pengetahuan, bisa mengikuti komunitas sesuai dengan minat, bisa mengalokasikan waktu untuk menulis, membaca tanpa ada gangguan, bisa memperbaiki diri maupun jauh dari kemaksiatan, bisa gunakan uang kalian untuk membeli buku maupun sedekah, bisa beribadah dengan enjoy dan dijauhi dari kegalauan. Nah enak kan jadi jomblo. Toh jomblo bukan tidak laku, hanya saja kita paham bahwa hal tersebut mubazir waktu dan menyia-nyiakan masa depan.

Baca selengkapnya »

Dakwah! Apa Pentingnya? Apa Istimewanya?

Ilustrasi (inet)

Tanpa dakwah akan terasa hampa hidup kita, Tanpa dakwah tak akan pernah kita rasakan ukhuwah yang begitu mesra dan indah, Tanpa dakwah takkan kita rasakan perjuangan Nabi dan sahabat dulu dalam memperjuangkan agama ini, memperjuangkan tegaknya kalimat Allah di bumi ini, Tanpa dakwah takkan kita sadari kehadiran dan cinta-Nya kepada hamba-hamba yang menolong agama-Nya, Tanpa dakwah kita bukanlah apa-apa dan bukan siapa-siapa. Tanpa dakwah kita tak tahu artinya Cinta. Karena Sejatinya Dakwah adalah Cinta (Seperti ungkapan seorang Murobbi).

Baca selengkapnya »

Introspeksi Diri Sebelum Menyalahkan Orang Lain

Ilustrasi. (inet)

Suatu kondisi akan memiliki penilaian yang berbeda ketika dilihat dari sudut pandang yang berbeda. Peribahasa Indonesia mengatakan, “Kuman di seberang lautan Nampak, gajah di pelupuk mata tak Nampak”. Maka mari kita membiasakan introspeksi terlebih dahulu sebelum menyalahkan orang lain. Jangan sampai kita menjadi sindiran dari peribahasa tersebut.

Baca selengkapnya »

Strata Pahala di Facebook

Ilustrasi. (Aki Awan)

Seseorang dapet hidayah karenamu itu lebih baik dari dunia dan seisinya. Ini kan mudah, kita gak bikin tausyiahnya, gak bikin picturenya, gak bikin videonya. Tinggal klik beberapa kali, jadi deh, berantai terus sampai manapun, sampai siapapun yang share karena share dari kamu. Berlaku serupa untuk Sosial media lainnya, Twitter, Instagram, Path, bahkan BC melalui BBM, WA, Line. Iya kan, sampaikanlah! Walau hanya satu ayat.

Baca selengkapnya »

Belajar Mandiri

Ilustrasi. (Foto: ruthalade.com)

Hidup sendirian, memang terasa membosankan dan terasa hambar. Tapi jika kita lakukan, kita akan tahu bagaimana makna kehidupan. Kita tahu rasanya kemelaratan. Kita tahu kesusahan. Kita tahu rasanya kesepian. Sebab, semua itulah yang membuat kita tahu makna, nikmat, enak, nyaman, dan indahnya kebersamaan itu. Makanya, ketika kita terpisah dengan keluarga, jangan pernah merasa bingung, galau, sedih. Tap gunakanlah kesempatan itu sebagai pembelajaran bagi kita. Agar kita menjadi orang mandiri dan tidak manja.

Baca selengkapnya »