
Hari gini masih nadah tangan sama orangtua? Gak banget deh! Salah satu indikasi keberhasilan seseorang, dapat dilihat dari tingkat kemandiriannya secara ekonomi. Gak harus kaya, tapi mampu memenuhi kebutuhan sendiri tanpa meminta pada orangtua. Tapi… kita kan masih muda, memang masih tanggungan orangtua, gimana? Betul sekali! Tapi, jika kita mampu berbuat lebih, tentu kita akan punya pengaruh lebih. Hampir semua orang mengakuinya!

Dalam kehidupan sehari-hari, banyak dijumpai pasangan suami istri yang terjebak dalam konflik berkepanjangan, hanya karena sebab yang sepele dan remeh. Mereka tidak mampu mengungkapkan keinginan dan perasaan secara lancar kepada pasangannya, yang berdampak muncul salah paham dan memicu emosi serta kemarahan pasangan. Ini menunjukkan adanya komunikasi yang tidak lancar, sehingga berpotensi merusak suasana hubungan antara suami dengan istri.

Idul Adha segera tiba. Sama halnya saat lebaran, di hari raya kurban ini umat Islam melaksanakan shalat ‘id juga tak sedikit yang memanfaatkan momen ini untuk bersilaturahim saling mengunjungi sanak keluarga. Maka tak ada salahnya bila mempersiapkan diri menyambut hari raya ini. Salah satunya adalah mempersiapkan pakaian yang terbaik yang tentunya tidak harus selalu mahal. Pakaian yang menutup aurat tapi tetap modis dan fashionable. Berikut tips berbusana ala rabbani saat Idul Adha.

“Kenyataan hari ini adalah mimpi kita kemarin, dan mimpi kita hari ini adalah kenyataan hari esok” (Hasan Al-Banna). “Bermimpilah engkau setinggi langit” (Pepatah). Setiap orang mempunyai area mimpi yang berbeda, karena setiap orang bebas untuk bermimpi, seperti burung yang terbang di angkasa, setiap orang dapat memilih ingin menjadi begini dan begitu, mau ini dan itu, yang intinya menggambarkan cerita sukses kehidupan, dan seluruh mimpi itu terangkum dalam jutaan keinginan kita. keinginan yang tak tahu dimana ujungnya waktu dan tempatnya.

Jadilah Manusia yang Tenang. Tenang adalah satu dari sekian banyak karakter kesuksesan. Tenang adalah ekspresi dari kepribadian yang kuat dan solid. Tenang adalah simbol bagi seorang manusia yang sadar (ngeh) dan maju (bukan kampungan). Kebalikannya seratus delapan puluh derajat. Seorang manusia yang berang (marah besar) oleh penyebab yang remeh temeh, Bereaksi secara berlebih terhadap urusan yang sepele, adalah ekspresi dari seorang manusia yang lemah kepribadiannya.

Kecerdasan Sosial adalah tindakan seseorang dalam bentuknya yang bijak, baik di jalan maupun di rumah. Bukan kemunafikan, namun sopan, Bukan demi karir, namun kerja, Bukan bertindak seperti panjat tebing, namun kesabaran.

Terkadang, kita terburu-buru memvonis dan melukai perasaan orang yang ada di hadapan kita. Namun, hendaklah kita ingat! Ada empat (4) perkara yang kalau sudah terjadi tidak bisa diperbaiki, yaitu…

Hargailah proses dan usaha betapapun hasilnya untuk dapat meraih keberhasilan yang hakiki. Orang yang pandai bersyukur adalah orang yang pandai berterimakasih, dan orang yang pandai berterima kasih adalah orang yang pandai menghargai dan orang tidak akan dapat menghargai apapun bila tidak memahami, menyadari dan menghargai proses serta usaha.

Nabi SAW sebagai figur teladan dan sosok manusia berjiwa besar dalam rangka pengendalian stres sampai berjuang keras melalui doa sekaligus evaluasi harian setiap pagi dan sore yang berlindung kepada Allah dan selalu mawas dari delapan pangkal penyakit mental yang sumber stres yakni; obsesi/pikiran yang mengganggu (hamm) dan kesedihan (huzn), ketidakberdayaan (‘ajz) dan kemalasan/ kurang motivasi (kasal), kekikiran (bukhl) dan ketakutan (jubn), problem keuangan (ghalabat dain) dan tekanan orang lain (qohrir rijal).

Suatu hari Rasulullah SAW ditanya oleh sahabatnya: “Ya Rasulullah, kepada siapa aku harus berbakti paling baik?”Jawab Rasul: “Kepada ibumu”‘ “Lalu?”,tanya sang sahabat kembali. Jawab Rasul: “Kepada ibumu”‘ “Lalu?”, tanya kembali sang sahabat, kembali Rasul menjawab: “Kepada ibumu”Sang sahabat bertanya kembali “Lalu?”, jawab Rasul “Kepada ayahmu”. Demikianlah, sebuah perkataan / hadits yang singkat tetapi berdasarkan perenungan yang panjang akan makna hakiki seorang ibu. Perenungan ini pula yang menggerakkanku menulis kolom ini.