Home / Keluarga / Pendidikan Anak

Pendidikan Anak

Perubahan Karakteristik Remaja

Pasti diantara kalian pernah membuat suatu geng di sekolah, maupun di kampusnya. Kebersamaan serta kebanggaan yang besar menjadi ciri tersendiri pada setiap kelompok yang dibuat remaja pada umumnya. Tidak jarang kebersamaan yang berlebihan serta kebanggaan tersebut menjadi penyebab munculnya perilaku negatif para remaja. Tawuran misalnya, hanya karena saling olok yang tidak jelas bisa menyebabkan bentrokan berbahaya antar kelompok remaja. Perilaku contek mencontek demi menjaga “kesolidan” yang dibangun. Tetapi jika hal ini dapat diarahkan dengan baik maka akan menciptakan dorongan moril pada sesama remaja. Remaja dapat memperoleh kekuatan dari keadaan bersama karena seperti pepatah yang mengatakan “bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh”.

Baca selengkapnya »

Mencetak Generasi Qurrata A’yun

Orang tuapun harus mempersiapkan diri dalam membantu anak agar berbakti dan taat kepada Allah swt. Rasulullah bersabda, “Bantulah anak-anakmu agar berbakti! Barangsiapa yang mau melakukannya, ia dapat mengeluarkan sikap kedurhakaan dari diri anaknya.”(HR. Thabrani) Berdasarkan ini, jelas orang tua bertanggung jawab untuk mempersiapkan anaknya menjadi anak yang baik. Bahkan mereka mampu menyingkirkan kedurhakaan dari jiwa anak-anak mereka dengan cara hikmah, nasihat yang baik, dan kesabaran.

Baca selengkapnya »

Persembahan Jubah Kemuliaan dari Anak Penghafal Al-Quran

Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala yang menjamin kemurnian Al-Quran telah memudahkan umat ini untuk menghafal dan mempelajari kitab-Nya. Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan para hamba-Nya agar membaca ayat-ayat-Nya, merenungi artinya, dan mengamalkan serta berpegang teguh dengan petunjuknya. Dia Subhanahu wa Ta’ala telah menjadikan hati para hamba yang shalih sebagai wadah untuk memelihara firman-Nya. Dada mereka seperti lembaran-lembaran yang menjaga ayat-ayat-Nya.

Baca selengkapnya »

Menggagas Generasi Berkemajuan Melalui Pendekatan Karakter Anak

Setelah pendidikan dalam keluarga, modal lain pengembangan potensi anak dapat diterapkan melalui sistem pendidikan anak usia dini (PAUD). Sistem pendidikan ini memiliki efektivitas yang cukup tinggi dalam memacu perkembangan saraf motorik dan sensorik pada anak. Di sana, setiap anak diperkenalkan bagaimana mengingat suatu hal dengan cara-cara yang mudah dan sederhana, seperti menyanyi, menggambar, dan berhitung. Di samping itu dapat melalui tipe pembelajaran story telling, yakni melalui cerita-cerita yang menghibur dan menarik untuk terus diulang. Sehingga amanah yang terkandung di dalamnya bisa diterapkan untuk kehidupan nyata.

Baca selengkapnya »

Anak-Anak di Era Digital dan Media Sosial

gadget

Peranan orang tua dalam mengawasi anak-anak saat bermedia sosial atau menggunakan gadgetnya sangatlah penting. Orang tua harus siap mendampingi anak-anaknya untuk mengarahkan cara bermedia social yang positif. Pengawasan ini juga menjadi bentuk tanggung jawab orang tua agar anak-anak tidak salah langkah atau bahkan mencari tahu hal-hal yang tidak layak dikonsumsi. Selain pengawasan yang ketat, orang tua juga bisa memasang pengamanan dalam media bersosial. Saat ini sudah banyak aplikasi khusus yang diperuntukkan orang tua dalam mengawasi anak-anaknya.

Baca selengkapnya »

Pandangan Hukum tentang Memukul dalam Pendidikan

Semangat pendidikan nasional dan pandangan Islam terlihat bertentangan dengan hukum yang melindungi anak. Hal ini tentu menimbulkan kebuntuan bagi para guru dan seluruh civitas akademik dari tingkat satuan pendidikan hingga kementerian. Bahkan, pernyataan Mendikbud yang dikutip dari BBC.com yang mengatakan bahwa “sanksi fisik dapat ditoleransi” menuai banyak protes.

Baca selengkapnya »

Memukul Anak Dalam Perspektif Pendidikan Islam

Salah satu karunia yang ditanamkan oleh Allah dalam hati orang tua adalah rasa kasih sayang yang sempurna untuk anak-anaknya. Secara fitrah orang tua akan mencintai anak-anaknya, mereka akan mengayomi, dan menjaganya dengan baik. Perasaan-perasaan cinta dan kasih sayang, merindukan dan sangat memperhatikan urusannya adalah salah satu dari upaya Allah SWT untuk menjaga keberlangsungan manusia, betapa tidak, sekiranya Allah SWT tidak menjadikan kasih sayang sebagai landasan dalam memelihara anak, maka akan terjadi kepunahan.

Baca selengkapnya »

Lima Sebab Mengapa Remaja Sering Marah-Marah dan Cara Menyikapi nya

Mereka marah karena ortu mulai menuntut mereka agar bertanggung jawab atas perbuatannya, tapi mereka belum terbiasa diperlakukan sebagai orang dewasa. Kalau merusak barang maunya dimaafkan saja (seperti anak kecil) tidak bersedia dipotong uang jajan. Tapi giliran menggunakan gadget, ingin diperlakukan seperti orang dewasa. Badan sudah besar, sudah puber, tapi apa-apa masih harus tanya mama papa, minta uang pada ortu. Akhirnya kekesalan bermanifestasi sebagai pembangkangan, hak mau ini itu, merasa bahwa 'penolakan' adalah cara terbaik mendapatkan 'kekuatan'.

Baca selengkapnya »

7 Tips Membangun Hubungan Mesra Antara Ibu dan Putri Remaja

Ubah diri Anda sebagai seorang ibu. Mungkin tadinya kita bermake up tebal, mengaji dan shalat ogah-ogahan. Bicara serampangan. Ubah diri kita dulu, sebelum berharap diri anak kita berubah. Kalau tujuan hidup kita tidak jelas, jangan harap anak kita punya tujuan hidup yang benar. Dia perlu role-model. Dia butuh seseorang untuk jadi idola. Kalau ibunya tak bisa jadi idola, mungkin superstar rock band akan dipilihnya. Pertanyaannya : Anda sendiri ingin jadi apa?

Baca selengkapnya »
Organization