Rubrik Kaifa Ihtada
Rubrik ini berisi kejadian, essai, atau artikel yang mengkisahkan bagaimana seseorang mendapatkan petunjuk, mencari pelajaran, memperjuangkan kebenaran, dan menemukan hikmah. "Al-hikmatu dhaallatul mu'min, annaa wajadahaa fahuwa ahaqqu bihaa" (Hikmah itu adalah sesuatu yang hilang dari orang beriman, di manapun dan bagaimana pun itu ditemukan, maka ia lebih berhak untuk mendapatkannya).
Redaksi menerima kiriman artikel untuk rubrik Kaifa Ihtada. Kirimkan artikel Anda melalui FORM yang kami sediakan.
Kirim Artikel Anda3emailprintDua minggu menjelang Ramadhan the Islamic Forum seperti biasanya padat dengan peserta dialog. Sebagian besar memang adalah para muallaf dan non Muslim yang sudah beberapa bulan belajar Islam. Salah satu dari non Muslim itu adalah seorang gadis yang hampir saja kusangka gadis Aceh atau Bangladesh. Wajah dan postur tubuhnya nampak jauh lebih muda dari umurnya [...]
Seminggu menjelang Ramadan lalu, kelas the Islamic Forum nampak lebih ramai dari biasanya. Mungkin karena banyak di antara muallaf itu yang ingin lebih mendalami puasa, baik dari segi hukum-hukum yang terkait maupun makna-makna hakikat dari puasa itu. Hampir semuanya wajah lama atau murid-murid lama, baik muallaf maupun non Muslims, yang telah mengikuti diskusi Islam di [...]
dakwatuna.com – “Semakin jiwaku stress semakin aku lari ke obat-obatan yang memabukkan,” kata Ali, seorang muallaf (32 th). “Aku tahu bahwa itu hanya pelarian sementara,” katanya lebih lanjut. Pernyataan ini aku temukan di halaman akhir majalah Ar-Risalah terbitan The Islamic Cultural Center of New York. Dalam berbagai kesempatan di kota-kota yang sempat aku kunjungi di [...]
dakwatuna.com – Ustadz Syamsi Ali berkata, “Untuk membangun kedamaian antara umat beragama tidak perlu pluralisme. Sebab Islam itu sendiri sudah damai. Orang-orang yang mengamalkan Islam pasti membawa kedamaian.” Dan memang benar, sebab tidak ada pemeluk agama manapun yang mau mengakui bahwa agamanya sama benarnya dengan agama lain. Masing-masing pasti akan mengaku bahwa apa yang ia [...]
Mereka Memilih Islam Banyak cerita dari Ustadz Syamsi Ali mengenai orang-orang yang masuk Islam. Kadang setelah shalat Jum’at ia mengumumkan: “siapa yang mau masuk Islam masuk ke dalam masjid”. Tiba-tiba datang beberapa orang, lalu mereka menyatakan dengan tulus mengucapkan dua kalimat syahadat. Memang biasanya setiap hari Jum’at banyak orang-orang non muslim yang datang ke masjid [...]
“Saya kaget, mengapa saya dapatkan uang sebanyak itu, saya takut dipenjara karena mendapatkan kelebihan uang yang bukan hak saya,” kata Pak Waras polos. “Saya sudah biasa hidup susah seperti ini. Karena itu, saya tidak mau hidup kami bertambah susah kalau makan harta yang bukan hak kami,” tambahnya menegaskan. Kalimat lugas di atas bukanlah penggalan kalimat hiperbolis yang biasa diumbar dalam adegan sinetron picisan yang acap kali ditayangkan stasiun TV. Atau pilihan-pilihan kata yang sengaja disiapkan untuk menarik perhatian publik agar terlihat bermoral.
Sang Ustadz Ada dua Ustadz yang sempat aku temui dalam perjalanan Ramadhan ke Amerika kali ini. Pertama Ustadz Joban di Seatel, kedua Ustadz Syamsi Ali di New York. Keduanya adalah anak bangsa Indonesia yang telah memberikan bimbingan terbaik terhadap umat Islam di Amerika. Keduanya sangat popular. Hampir di setiap kota yang aku kunjungi, kedua ustadz [...]
Kota Seatel Yang Tenang Pagi itu udara di Seatel masih dingin. Inilah kota yang baru pertama kali aku singgahi di Amerika. Perasaan berdebar, seperti bermimpi, benarkah aku telah sampai di Amerika. Sepanjang perjalanan dari Air Port menuju penginapan, aku melihat pohonan yang berjejer rapi. Memandang suasana alam perasaan masih seperti dalam perjalanan dari Jakarta menuju [...]
Tetapi tidak semua orang merasakan kehausan akan ilmu agama, seperti kawan yang barusan aku ceritakan. Banyak juga yang justru begitu sampai di Amerika jiwanya semakin rusak. Salah seorang kawan menceritakan: “Di Amerika ini ada dua kondisi ekstrim, yang mau ia bisa benar-benar baik dan yang mau rusak ia bisa benar-benar rusak”. Karena itu dalam berbagai [...]
Tidak pernah terlintas dalam mimpi, bahwa aku akan sampai ke sebuah negeri yang kita kenal dengan Super Power ini. Negeri tempat bertumpunya harapan dan cita-cita banyak manusia. Setiap hari di depan keduataan Amerika di Jakarta, sejak pagi dini hari nampak pemandangan ratusan orang berbaris antri untuk mendapatkan visa. Tidak kalah dengan antrian orang-orang untuk mendapatkan visa umrah atau haji di depan kedutaan Saudi Arabia. Pada hari itu aku selesai shalat subuh langsung berangkat ke kedutaan. Karena kata sebagian kawan yang pernah punya pengalaman mengurus visa, sepagi itu sudah banyak yang antri.