Rubrik Kaifa Ihtada
Rubrik ini berisi kejadian, essai, atau artikel yang mengkisahkan bagaimana seseorang mendapatkan petunjuk, mencari pelajaran, memperjuangkan kebenaran, dan menemukan hikmah. "Al-hikmatu dhaallatul mu'min, annaa wajadahaa fahuwa ahaqqu bihaa" (Hikmah itu adalah sesuatu yang hilang dari orang beriman, di manapun dan bagaimana pun itu ditemukan, maka ia lebih berhak untuk mendapatkannya).
Redaksi menerima kiriman artikel untuk rubrik Kaifa Ihtada. Kirimkan artikel Anda melalui FORM yang kami sediakan.
Kirim Artikel Anda
Di setiap memasuki bulan Dzulhijah, kita akan kembali teringat atau diingatkan pada sosok manusia-manusia pilihan Allah di mana Dia menjadikan ritual haji dan qurban sarat berbagai pelajaran berharga. Di antara gema takbir yang berkumandang malam ini, saya jadi teringat akan peristiwa beberapa waktu lalu yang membuat diri ini sangat malu padaNya ketika menyelami keindahan pribadi nabi Ibrahim beserta isterinya ibunda Hajar dan tentu saja

Adalah sudah mafhum di dalam lintasan sejarah yang kita pelajari: kisah Yusuf dan Ra’il. Seorang perempuan yang sangat cantik dan merupakan ibu angkat dari Yusuf muda. Ia adalah seorang istri Menteri Keuangan di negara Mesir kala itu. Seorang istri yang kesepian karena bersuamikan seorang lelaki yang mandul yang tidak pernah menggaulinya. Tidak pernah memberikan haknya sebagai seorang istri berupa kebutuhan biologis. Kebutuhan rohani untuk meredam gejolak syahwatnya.

Pernahkah Anda naik angkot? Terutama ketika Anda sedang berada di Kota Bogor. Yah.. cukup banyak angkot di kota ini. Malah bisa dibilang terlalu banyak, sampai-sampai ada julukan baru buat kota Bogor yaitu kota sejuta angkot akibat terlalu banyaknya angkot yang berlalu-lalang sehingga seringkali menjadi kambing hitam sebagai penyebab utama kemacetan yang ada di kota Bogor. Ada juga yang bilang Bogor kota yang hijau, lagi-lagi karena angkotnya yang berwarna hijau.

Dalam kondisi hidup ber-Islam yang sulit, Takahashi ternyata terus melakukan dakwah kepada ibunya. Beberapa bulan kemudian akhirnya ibunya pun menjadi muallaf dengan nama Qonita, nama pilihan Takahashi sendiri buat ibu yang dia cintainya. Sampai saat ini, bagaimana dia mendapatkan nama itu, tidak ada seorang pun yang tahu, kecuali Takahashi.

Sahibul hikayat dalam kisah ini adalah warga Madinah Nabawiyah, ia menuturkan sebagai berikut, “Aku adalah seorang pemuda umur 37 tahun, telah berkeluarga dengan beberapa anak. Aku telah banyak melakukan yang diharamkan Allah. Jarang sekali shalat berjamaah, kecuali pada momen-momen tertentu saja, sekadar formalitas di mata orang lain. Hal itu disebabkan karena aku merasa sebagai orang jahat. Setan selalu mengikatku setiap saat. Anakku berumur 7 tahun, namanya Marwan, ia tuli dan bisu, tetapi ia telah banyak mereguk nilai-nilai keimanannya dari istriku.

Kiai Hasyim dilahirkan pada hari Selasa Kliwon, tanggal 24 Dzul-qa’dah 1287 hijriah bertepatan dengan 14 Februari 1871 Masehi. Sedari kecil sudah terlihat beberapa perihal yang menunjukkan bahwa kelak dia akan menjadi tokoh besar Indonesia bahkan dunia. Itu semua tidak lepas dari peran seorang Ibu (Nyai Halimah) yang sejak mengandung telah berpuasa untuk Kiai Hasyim. Sedari kecil Kiai Hasyim telah diajarkan untuk mencintai ilmu pengetahuan, dan itu berlanjut sampai ia menjadi ulama besarpun ia masih mau menimba ilmu.

dakwatuna.com – New York, Pagi ini, Rabu 10 Pebruari, kota New York sedang dilanda badai salju. Sejak tengah malam lalu, salju turun tiada henti membuat jalanan menjadi sepi dan licin. Kebanyakan warga memilih tinggal di rumah, berbagai institusi ditutup sementara, termasuk sekolah-sekolah dan bahkan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Saya sendiri cukup malas untuk meninggalkan rumah pagi tadi. [...]

dakwatuna.com – Ibadah haji dan jihad fii Sabilillah adalah dua amal ibadah yg bernilai tinggi di sisi Allah. Atas dasar itulah, Syeikh Abdullah bin al-Mubarak selalu menunaikan dua hal tersebut, tahun ini naik haji, tahun berikutnya berangkat berjihad, demikianlah secara selang-seling selalu dilakukannya, betapapun sibuk menderanya. Tibalah saatnya Abdullah bin al-Mubarak berangkat haji. Setelah bekerja [...]

Tak banyak orang seperti Tubagus Muhammad Ismail. Ketika yang lain sulit mencari kerja, dia malah meninggalkan pekerjaan dengan gaji Rp 10 juta per bulan. Ismail lebih memilih berjualan es tebu keliling dan sales parfum murah.

Pagi itu, hari senin sekitar pukul 7.30 tapi aku lupa tanggal berapa di tahun 2005, aku tengah bersantai membaca koran pagi ketika telepon itu berdering. Sebagai seorang marboth masjid, aku harus melayani jamaah termasuk jika ada telepon. Salam menyapa, “Assalamu’alaikum”, sapaku. “wa’alaikumsalam”, jawabnya. “Maaf mas, boleh saya datang ke Al Ghifari”, tanya si penelepon.