Rubrik Kaifa Ihtada
Rubrik ini berisi kejadian, essai, atau artikel yang mengkisahkan bagaimana seseorang mendapatkan petunjuk, mencari pelajaran, memperjuangkan kebenaran, dan menemukan hikmah. "Al-hikmatu dhaallatul mu'min, annaa wajadahaa fahuwa ahaqqu bihaa" (Hikmah itu adalah sesuatu yang hilang dari orang beriman, di manapun dan bagaimana pun itu ditemukan, maka ia lebih berhak untuk mendapatkannya).
Redaksi menerima kiriman artikel untuk rubrik Kaifa Ihtada. Kirimkan artikel Anda melalui FORM yang kami sediakan.
Kirim Artikel Anda
Assalaamu‘alaikum wahai umat terbaik, aku seorang mahasiswa pada fakultas hukum semester III. Tinggal di wilayah perkampungan, hobiku olahraga, postur tubuhku cukup tinggi, karena itu aku bercita-cita ingin menjadi pemain basket. Aku berobsesi ingin menjadi bintang lapangan, akan tetapi kenyataannya ketika aku pergi ke sebuah hall yang besar aku menjadi minder karena aku berasal dari perkampungan, mereka bukan levelku.

Ummu Sulaim, begitu ia dikenal. Perempuan bernama asli Rumaisha binti Milhan ini menyambut kehadiran Islam dengan segenap keikhlasan hatinya. Ia songsong kehadiran fajar Islam yang baru saja menerobos celah-celah kehidupannya itu. Namun, suaminya Malik bin Nadhar, masih senang dan bertahan dalam selimut kejahiliyahannya.

Kisah ini bermula dari wafatnya nenekku, ibu dari ayahku. Ia sesungguhnya wanita yang baik kepada keluarga, banyak yang menyaksikan hal ini, dan Allah menjadi saksi atas apa yang aku ucapkan. Ketika nenekku berbaring sakit pada detik-detik terakhir kehidupannya, ia menolak siapapun yang duduk di sampingnya -termasuk anak-anaknya-, kecuali ibuku. Padahal ibuku penganut Nasrani. Dia duduk di dekat nenekku seraya memegang tangannya, ibuku tidak diterima oleh keluarga bapakku karena ia non muslim.

Angela Collins pernah menjadi buah bibir di Amerika Serikat. Bukan tentang film televisi yang dibintanginya, tapi tentang keislamannya. Ia bersyahadat tak lama setelah Tragedi 11 September 2001. Apa yang membuatnya jatuh hati pada Islam? Pada situsturntoislam, ia menceritakan alasannya.

Meskipun ditentang oleh Ayahku, aku mulai terus membaca literatur tentang Islam. Sehingga aku dapatkan prinsip-prinsip agama yang agung ini menghunjam dalam hatiku dan mendomonasi pikiranku. Aku mulai memahami akidah Tauhid dan meyakini bahwa Isa adalah manusia biasa seperti Musa, Ibrahim, dan Muhammad.

Tersenyumlah, karena senyummu adalah kekuatanmu, dan tersenyumlah karena harapan itu masih ada

Sesungguhnya, beruntunglah orang-orang yang Allah berikan ujian lebih banyak. Sebab ia punya lebih banyak kesempatan untuk naik kelas.

Sosok tiga bunda dan tiga balita, mengingatkanku kembali akan sosok ibu ku, seolah gambaran masa kecilku diputar kembali di hadapanku.

Usia yang tak lagi muda, tetap tak memupuskan semangat untuk membesarkan dan mendidik anak semata wayang sampai meraih cita yang diidamkan

Pada suatu siang yang sangat terik di Jalan Papandayan, ban sepeda motor yang saya kendarai tiba–tiba bocor . Tragedi itu bersamaan dengan kumandang Adzan di beberapa masjid di sekitar Taman Kencana. Setelah beberapa meter dari TKP, saya menemukan tukang tambal ban dan akhirnya saya melanjutkan perjalanan ke Ekalokasari Plaza. Jam sudah menunjukkan pukul 12.30 saya dan guru saya ustadz Muhajir harus mencari masjid untuk shalat zuhur.