Home / Berita / Internasional / Eropa (halaman 4)

Eropa

Yusuf Al-Qaradhawi: Allah Selamatkan Peradaban yang Sedang Dibangun Rakyat Turki

Syaikh Yusuf Al-Qaradhawi. (aa.com.tr)

Dalam sebuah wawancara dengan saluran TRT Arab, Syaikh Al-Qaradhawi mengatakan, “Allah Taala telah menghinakan di hadapan semua orang sebuah kelompok lemah yang ingin menghentikan perjuangan rakyat Turki dalam membangun peradabannya. Saya ucapkan selamat pada saudara kita, Recep Tayyip Erdogan, beserta seluruh rekannya. Semoga Allah memberkahi kemenangan yang bisa mewujudkan harapan besar rakyat Turki ini.”

Baca selengkapnya »

Inilah Perbedaan Kudeta Militer di Turki dan di Mesir

Azmi Bishara, pengamat politik asal Palestina. (english.dohainstitute.org)

Azmi kemudian membandingkan kondisi ini dengan kudeta militer yang terjadi di Mesir tiga tahun lalu. Menurutnya kondisi sebaliknya justru yang terjadi di Mesir. Kelompok oposisi di Mesir bahu membahu menggulingkan pemerintahan yang sah, caranya dengan berkoordinasi dengan rezim sebelumnya (Husni Mubarok) dan militer untuk menuntaskan kudeta guna menyingkirkan lawan politik mereka.

Baca selengkapnya »

Ketika Media-Media Barat ‘Bersepakat’ dalam Menanggapi Gagalnya Kudeta di Turki

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berjalan melalui kerumunan rakyat Turki di jalan-jalan Istanbul, yang bergembira atas kegagalan upaya kudeta (16/7/2016). (Reuters / aljazeera.net)

Dua hari terakhir ini, media-media di Amerika dan Inggris sedang ramai menyerang Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, setelah berhasil menggagalkan upaya kudeta, Sabtu (16/07/2016) yang lalu. Hal yang mencolok adalah mengapa media-media tersebut bersepakat pandangannya seakan dipublikasikan oleh satu pimpinan redaksi. Pandangan itu adalah bahwa Erdogan telah mengeksploitasi kemenangannya melawan kudeta untuk memperkuat kediktatoran dan membungkam lawan-lawan politiknya.

Baca selengkapnya »

Siapakah Orang Kepercayaan Erdogan yang Selalu Tampil dalam Situasi Genting Ini?

Berat Albayrak (kanan jas hitam) saat mendampingi Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pasca percobaan kudeta sekelompok militer, di Bandara Ataturk, Istanbul, Sabtu (16/7/2016). (marebpress.net)

Ada seorang anak muda yang terlihat selalu bersama presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, dalam beberapa kesempatan tampilnya Erdogan di saat-saat kritis Turki sejak Jumat (15/7/2016) waktu Turki kemarin. Mungkin banyak yang bertanya-tanya tentang sosok yang tentunya sangat dipercayai oleh Erdogan itu. Karena bahkan sempat terlihat orang ini membisiki Erdogan sesaat sebelum meninggalkan ruangan konferensi pers Sabtu dini hari kemarin.

Baca selengkapnya »

Wartawan Yeni Safak Meninggal Tertembus Peluru Kudeta Sekelompok Militer di Turki

Wartawan (juru kamera) surat kabar Turki, Yeni Safak, Mustafa Cambaz, yang gugur saat meliput peristiwa kudeta sekelompok militer di Turki, Sabtu (16/7/2016). Mustafa meninggal dunia saat melaksanakan tugas mulianya akibat peluru militer yang menembus kepalanya. (politika.az)

Surat kabar Turki, Yeni Safak, kehilangan salah seorang wartawannya, Mustafa Cambaz, saat meliput peristiwa kudeta sekelompok militer di Turki, Sabtu (16/7/2016) kemarin. Mustafa adalah juru kamera yang sedang bertugas meliput demonstrasi turun jalan menentang militer yang berusaha mengkudeta pemerintahan Erdogan hasil pemilu demokratis. Mustafa meninggal dunia saat melaksanakan tugas mulianya akibat peluru militer yang menembus kepalanya.

Baca selengkapnya »

(Video) Ponsel Bersejarah dalam Penggagalan Kudeta Turki Ini Ditawar Rp 3,5 Miliar

Via video call ponsel, Erdogan menyerukan rakyat Turki turun ke jalan melawan kudeta, Sabtu (16/7/2016).

Ponsel ini ternyata telah masuk dalam sejarah Turki. Saat terjadi percobaan kudeta militer di Turki Sabtu (16/7/2016) dini hari yang lalu, presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, menyampaikan pidato via video call di ponsel kepada seluruh rakyat Turki bahwa telah terjadi kudeta militer, dan menghimbau seluruh rakyat Turki agar turun ke jalan-jalan untuk menentang dan menggagalkan kudeta tersebut.

Baca selengkapnya »

KAMMI Menentang Kudeta Militer karena Bertentangan dengan Demokrasi

Ilustrasi - Peta Turki. (Foto: Google)

Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI) melalui Bidang Hubungan Luar Negeri (HLN) menyatakan penolakan terhadap kudeta militer mana pun karena bertentangan dengan proses demokrasi. Ketua Departemen Kajian Internasional Bidang HLN PP KAMMI, Hidayah Sunar, menyatakan bahwa KAMMI menentang dan menolak segala bentuk militerisme dalam proses transisi demokrasi. KAMMI juga mengajak seluruh elemen masyarakat pro demokrasi untuk mengutuk kudeta militer dan bersama-sama mengawal tegaknya demokrasi.

Baca selengkapnya »