Home / Pemuda / Puisi dan Syair (halaman 6)

Puisi dan Syair

Datangi dengan Hati

Ilustrasi. (Ulfa Wardani)

Datangi mereka dengan hati… Agar perjalanan kalian tak terasa lelah…. Datangi mereka dengan hati… Agar mereka melihat bahwa masih ada yang peduli dengan mereka… Datangi mereka dengan hati… Agar anak-anak kecil itu mampu mengenal dunia selain kampungnya….

Baca selengkapnya »

Untukmu, Bunda

Ilustrasi. (islamimadina.blogspot.com)

Puisi ini memang tak sebanding dengan rangkaian bunga melati Tapi lukisan perasaan ini kubungkus rapi di puisi ini Alunan kasih sayang untukmu memang takkan cukup dengan barisan huruf dari sudut kanan dan kiri Untuk dirimu yang selalu ada di hati Aku menyayangimu tiada henti

Baca selengkapnya »

Balada Indonesia

Ilustrasi (inet)

Satu tahun berjalan angka tujuh bertahan, Tak ada persoalan, tenang melenggang layaknya air telaga, Hening.. sepi tenang sekali, Tak ada ribut sana-sini pandai sekali meredam bunyi, Ucapnya seperti sabda yang menenangkan hati, Padahal, Nol Besar tak terbukti, Tapi entah kenapa sekali lagi, sepi… Tak ada persoalan, tenang melenggang layaknya air telaga

Baca selengkapnya »

1437 H

Ilustrasi. (newsroom.unl.edu)

dakwatuna.com Di kala ku tersalah Hingga hilang fitrah Tak sedikitpun ku resah Sampai kulupa arah Kutahu Engkau marah Namun Engkau begitu pemurah Hingga Kau Ajarku Tabah Berlayar Mencari Hikmah Di awal Hijriyah Inginku meratap, merasakan saudaraku di sana bersimbah darah Di awal Hijriyah Kubangkit memulai langkah Di awal Hijriyah Kenalkan …

Baca selengkapnya »

Sepenggal Kisah, Sang Anak Dakwah…

Ilustrasi. (Afifah Nusaibah)

Karena menjadi "hanif" seperti sifat Nabi Ibrahim, tidaklah sekadar lurus. Melainkan lurus dan istiqomah di saat yang lain tengah menyimpang bahkan ingkar... Kita, teman seperjuangan. Saat perbedaan itu sebuah keniscayaan, selagi iman, dan aqidah kita bertumpu pada satu Sang Pencipta Insan, Allahur Rohman, maka doa adalah penguat dan pengukuh ukhuwah dan perjuangan...

Baca selengkapnya »

Hutan Kami

Ilustrasi. Kepulan asap dari hutan terbakar. (Antara/ Satgas Bencana Asap Riau)

Kebakaran hutan kami Tanggung jawablah kau pemimpin bisu Teriaklah kau para pemangku kursi Telah habis air mata kami karena sesak berteriak menunggu jawab Hutan kami… Hendaknya lestari dan asri, kini tinggal debu. Kelabu tergantung di langit biru

Baca selengkapnya »

Turunlah, Pelayan Rakyat!

Kabut asap menyelimuti kota Pekanbaru, Riau dan menyebabkan 25.000 warga menderita ISPA.  (kopas.com)

Maka tolong turunlah engkau dari kursimu, tuan! Turunlah engkau dari kursimu! Turunlah! Aku bukan ingin memakzulkanmu Tapi tolong gerakkanlah sekuat tenagamu, apa-apa yang bisa mengusir asap dari paru-paru rakyatmu! Gerakkanlah seluruh kemampuanmu, untuk padamkan titik api dari kulit alam rayamu!

Baca selengkapnya »
Organization