Indeks Puisi dan Syair


Elegi Manusia Debu

Ilustrasi (Reuters)
email

Beranjak bangkit telah terik, Memacu alas di atas aspal, Roda-roda berputar melangkahi waktu, Sekelebat senyum tersangkut di pintu. Darah-darah yang berdesir, Keringat-keringat yang menjadi bulir, Debu-debu yang bergilir, Di manakah kau takdir?

Sebagai Tanda Apakah Semua Bencana?

Ilustrasi (inet)

Sebagai tanda apakah semua bencana??? Kala moral tercabik nafsu durjana, Kala tangis hanya menjadi hiasan tidur di kegelapan, Kala kejujuran menjadi mahal, Kala kebenaran terasingkan, Kala nurani telah mati, Kala sang pemimpin hanya menyajikan santapan dusta, Kala hukum tak ubahnya barang loak di kaki lima, Kala suara Kami terbenam bersama keangkuhan.

Hari Ini Tertegun

Ilustrasi (inet)

Hari ini tertegun, Akan makna kehadiran diri di muka bumi, Akan bagaimana ketika mati, Teringatkah atau terlupakan, Bermanfaatkah atau mengabaikan. Teringat akan satu cerita, Tentang seorang Uwais Al Qarni, Seorang hamba yang tak terkenal dan tak ingin di kenal, Oleh seluruh makhluk bumi, Sungguh namanya harum menjadi perbincangan.

Jantungku Sayang, Jantungku Malang

Ilustrasi (inet)

Polusi menggerogoti udara kota yang jernih, Menyergap pernafasan dengan ribuan zat beracun, Sulit menghela, sulit menghirup, Zat adiktif yang membumbung ke angkasa, Memonopoli hiruk pikuk polusi kota, Karbondioksida pun turut berjejal, Bersama zat-zat beracun mematikan.

Jemariku Menyentuh Asap Neraka

Ilustrasi (inet)

Jemariku menyentuh asap neraka, Geliatku merangkak menuju neraka, Hatiku jauh condong pada surga, Apa kabar imanku kini? Tak patut aku kenakan pakaian Allah, Yang alam raya senantiasa mengagungkan-Nya, Hanya sebongkah daging aku kini, Jauh makna tanpa sujud kepasrahan.

Tapak-Tapak Keangkuhan

Ilustrasi (belantaraindonesia.org)

Beranjak pagi awali hari, Semburat mentari hangatkan bumi, Di kaki gunung di hari itu, Para manusia pemburu kedamaian hadir, Entah apa yang menjadi bekal, Mungkin kerendahan hati atau keegoan diri, Tubuh pun bergerak menuju kelam, Dalam balutan rimbun daun yang bergumam, Ada yang bersyukur, ada pula yang kufur.

Perjalanan Semu

Ilustrasi (catatan-siapa.blogspot.com)

Cahaya merah tersibak, Kala senja tengah menapak, Menyeru jiwa-jiwa yang berbalut fana, Menyapa Zat Maha Kuasa segera. Tabir angkuh pun menyeruak, Dari perjalanan panjang yang semu, Berjuta dalih pun terkobar, Membakar secuil iman tak menawan.

Episode Penantian

Ilustrasi (nyepsycho.wordpress.com)

Tuhan, hati ini hampir terjengkang, Jika Kau tak menopang, Aku si abu di belantara hitam putih, Yang mencari sunyi di kedalaman doaBerbekal secawan keyakinan, Kepada Tuhan aku serahkan, Biduk kesabaran yang terus terguncang, Bisikan ombak terus menerjang.

Teduhnya Senyumannya

Ilustrasi (123rf.com/Jasmin Merdan)

Suatu saat sekiranya dirimu ditanya, Apa yang membuatmu bahagia? Jawaban apa yang bisa kau berikan untuk pertanyaan itu… Andai aku yang ditanya, Ada satu hal yang membuatku bahagia, Satu hal yang mampu mengusir mendung dengan seketika, Mengusir kelam dengan sekejap saja.

Bahasa Keangkuhan

Ilustrasi (almuhandis.wordpress.com)

Bila saja gunung itu mampu terdaki bahkan untuk sang lemah pun, maka tak akan ada cerita, ketika si kuat menolong yang lemah, dan yang lemah berpasrah, tak ada kisah perjalanan hati, tak ada kisah berbagi, hanya perlombaan keangkuhan menuju keabadian puncak, maka gunung-gunung akan penuh, dengan simbol keangkuhan.


Halaman 1 dari 912345...Paling Lama »