
Jika kita berbicara tentang tema pacaran, tentu tidak asing lagi bagi muda mudi yang sudah memasuki masa pubertas, masa di mana seorang pemuda sudah mulai mengenal arti kecantikan seorang wanita, dan begitu juga sebaliknya, seorang wanita sudah mulai mengenal arti ketampanan seorang pemuda.

Mulai sekarang marilah jauhi keluh kesah, karena mengeluh hanya akan membawa alam bawah sadar pada penderitaan. Ia hanya akan menegaskan betapa sengsara dan tidak beruntungnya kita. Ia hanya akan menyibukkan kita untuk masuk ke dalam khayalan “andai aku jadi si A, jika aku ada pada posisi B, seumpama aku meraih kesuksesan seperti si C, dan seterusnya.

Sahabat semua, kali ini kita akan membicarakan tentang cinta. Jika berbicara tentang cinta, dibahas 2 hari dua malam pun tak ada habisnya, karena kedalaman cinta itu lebih dalam dari samudra yang luas dan tingginya nilai cinta lebih tinggi dari angkasa yang membumbung. Pernah saya dengar ketika sekolah dasar bahwa cinta adalah sebuah kependekan dari C (cerita) I (indah) N (namun) T (tiada) A (arti) hehe :D

Jadilah kita saudara yang saling menguntungkan sebagaimana disebutkan dalam surat Al Ashr: ”… yang saling nasihat menasihati dalam kebenaran, dan yang saling nasihat menasihati dalam kesabaran. Mampu memenuhi hak saudara kita untuk mengingatkannya ketika melakukan kesalahan, serta menerima dengan penuh kelapangan ketika kita dinasihati karena kesalahan kita, dengan semangat memperbaiki diri menuju kemenangan hakiki meraih keridhaan Ilahi Rabbi.

Tekanan terkuat sebelum Hudaibiyah adalah perang Ahzab (jama’ dari hizb, artinya berbagai golongan berkumpul di pasukan ini). Kejadian ini juga dikenal dengan istilah perang Khandaq . Yaitu ketika Koalisi berbagai kabilah dan suku Arab dan Yahudi menyerang akan menghancurkan madinah sehancur-hancurnya dari dalam dan luar Madinah. Hal ini adalah koalisi yang sangat besar dan sangat emosional. Karena agama samawi pun (Yahudi) bergabung dengan penganut musyrik di mekah untuk memadamkan dakwah Tauhid.

Mungkin benar kata para pengamat, Indonesia sudah merdeka selama 66 tahun, tapi mentalitas bangsa ini masih tetap terjajah sampai sekarang. Terlalu banyak potensi bangsa ini yang terbuang percuma, keindahan dan kekayaan alam, kebijakan pengelolaan yang tidak benar. Mudah sekali mengatakan kebijakan ini tidak benar, lihat saja kondisi rakyat masih jauh dari kata sejahtera, kalau kebijakan benar tidak mungkin itu terjadi.

Satu satunya Negara di dunia , yang hingga saat ini belum merdeka, adalah Palestina. Ada sejuta asa ketika mendengar nama itu. Cinta tentang kebebasan, cita tentang Perjuangan, dan harap yang akan terus melambung, bahwa mereka sama seperti kita, HARUS MERDEKA.

Kami menyadari dengan sepenuh hati, bahwa sebelum kami mempersiapkan diri dengan perbekalan yang terbaik guna menempuh jalan dakwah ini, kami harus mengetahui problematika apa saja yang akan kami hadapi. Di dalam buku ini kami akan mencoba mengupas berbagai problematika yang dihadapi dakwah sekolah, selain itu juga kami akan menawarkan beberapa solusi untuk menyelesaikan bermacam problematika yang terjadi dalam lingkup dakwah sekolah, sekaligus kami akan mencoba memberikan gambaran tentang alur umum pembinaan dakwah sekolah beserta beberapa kelengkapan-kelengkapannya sebagai bahan masukan bagi rekan-rekan yang berjuang melalui dakwah sekolah.

Saudara pembaca yang dirahmati Allah swt. Sudah kita ketahui bahwa usia pemuda adalah usia yang cukup menarik. Yang masih terkandung energi atau tenaga yang lebih banyak dibanding yang lebih senior. Dan Allah pun memberikan keistimewaan kepada pemuda.
Bismillaahirrahmaanirrahiem Assalamu’alaikum. wr. wb Puji syukur ke hadirat Allah SWT yang telah menciptakan pena untuk diajarkan kepada manusia, menciptakan bumi untuk dipijak, dan kesempatan untuk dimanfaatkan. Salawat serta salam kita curahkan kepada manusia yang diutus di bumi ini untuk membimbing manusia di seluruh dunia, Rasulullah Muhammad SAW dan para keluarga, sahabat dan pengikutnya hingga nafas [...]