
Polisi Inggris dengan sengaja menghembuskan kabar bohong mengenai rencana pembunuhan Paus Benediktus XVI ketika berkunjung ke negeri itu. Paus berkunjung ke Inggris selama empat hari dan kembali ke Vatikan Ahad (19/9) kemarin. Kabar yang sangat tidak mendasar itu pun kontan menjadi headline media massa di Inggris dengan judul, ”Teroris Muslim Rencanakan Pembunuhan terhadap Paus”.

Mereka menuntut pengadilan supaya menghukum para pemimpin penjajah Israel atas kejahatan perang dan pemusnahan massal serta penggunaan senjata yang dilarang internasional pada perang Gaza, juga kejahatan mereka terhadap armada pembebasan di perairan internasional, pembunuhan sembilan relawan kemanusiaan.

Organisasi Viva Palestina bahwa konvoi bantuan kelima, Lifeline untuk Gaza, diharapkan akan mulai berangkat hari Sabtu (18/9) dari pusat kota London menuju Perancis. Juru bicara organisasi, Al-Berawi Zaher, mengatakan para peserta akan berbondong-bondong ke suatu daerah dekat menara jam Big Ben di London dan bertemu dengan wartawan media sebelum berangkat ke Prancis di mana kendaraan lain membawa bantuan kemanusiaan juga akan ikut.

Kanselir Jerman, Angela Merkel, merasa tidak perlu melarang menara masjid seperti di Swiss. Pada surat kabar Frankfurter Allgemeine Zeitung, Sabtu (18/9) Merkel mengatakan Jerman berubah karena integrasi orang asing dan masjid ‘semakin menjadi bagian dari pemandangan Jerman’.

Desakan kuat komunitas Muslim Spanyol yang meminta pergantian nama diskotik La Meca membuahkan hasil. Pemilik diskotik itu mencapai kata kesepakat dengan komunitas Murcia dengan mengganti nama diskotik. “Pihak diskotik juga berencana mengubah arsitektur diskotik yang kontroversial,” ungkap Mohammed Reda e-Qady, Sekretaris Persatuan Masyarakat Islam Murcia seperti dikutip dari NorthJersey.com, Jumat (17/9).

Zahir Bairawi, jubir konvoi arteri kehidupan internasional menyebutkan, konvoi bantuan ke 5 akan berangkat dari London Sabtu (18/9). Bantuan ini akan manuju Gaza membawa sejumlah bantuan kemanusiaan. Namun bantuan ini akan diturunkan di pelabuhan Arisy Mesir, untuk kemudian disalurkan ke Gaza, melalui jalur darat.

Di tengah tuntutan komunitas Muslim Jerman yang meminta keseriusan Pemerintah Federal Jerman dalam usaha menghilangkan ketakutan terhadap islam, salah satu negara bagian Jerman, Niedersachsen mulai memasukan Islam sebagai salah satu kurikulum pendidikan. Ini dilakukan sebagai bagian dari usaha untuk meminimalisir islamophobia di Eropa.

Penggunaan Makkah sebagai nama sebuah diskotek tidak hanya terjadi di Kota Agulias, Provinsi Murcia, Spanyol. Di Praha, Ibukota Republik Ceko, sebuah diskotek diberi nama Club Mecca (Klub Mekah). Nama itu sudah digunakan selama 12 tahun. Sayangnya, tidak diketahui alasan pemiliknya menjadikan Makkah sebagai nama klubnya.

Dukungan bagi kelompok Islam radikal ternyata sangat rendah di kalangan Muslim Eropa, menurut sebuah laporan yang dilansir “Pew Forum on Religion and Public Life”. Sementara beberapa kelompok yang dominan dengan jaringan luas terus bekerja sama dengan pemerintah setempat serta mendorong warga Muslim untuk menggunakan hak pilihnya, tulis laporan itu.

“Sekalipun pemerintah AS meningkatkan sanksi … 10 kali lagi, dan bahkan (jika) negara-negara Eropa bergabung dengan Amerika Serikat untuk menjatuhkan sanksi yang lebih berat, kami di Iran tetap berada pada posisi untuk memenuhi kebutuhan kami sendiri,” kata Presiden Iran tersebut.