Home / Sandy Legia

Sandy Legia

Tinggal di Kecamatan Andir Kelurahan Dungus Cariang. Lahir tahun 1987 di Bandung. Saat ini aktif sebagai mahasiswa di Al-Azhar tingkat 4 Fakultas Ushuluddin jurusan Dakwah wah tsaqafah Tslamiyyah.

Setia; Nyata atau Omong Kosong?

Setia itu perasaan, dan perasaan itu tidak tersentuh dan terlihat, jadi orang yang berpoligami belum tentu tidak setia, setidaknya mesti dilihat dulu apa alasan orang tersebut berpoligami, juga bagaimana situasi kondisi dan lingkungan yang melingkupinya? Jika kita menyamaratakan bahwa semua lelaki yang berpoligami tidak setia, berarti kita meragukan kesetiaan Rasulullah saw terhadap Khadijah R.A.

Baca selengkapnya »

Hijab; Fitrah Dan Kemuliaan Seorang Wanita

Salah satu hal yang membuat Islam relevan di manapun dan sampai kapan pun adalah karena ajaran-ajarannya memuat unsur-unsur yang tetap dan tidak lekang dimakan zaman. Contohnya seperti buka-bukaan dan tertutup; di manapun dan sampai kapan pun yang buka-bukaan itu jelas tidak lebih terhormat dari yang tertutup, setidaknya dalam sekilas pandangan orang-orang.

Baca selengkapnya »

Proyek Membumikan Al-Qur’an

Mas Ippho Santosa berkata yang intinya: "Otak kanan adalah gerbangnya otak bawah sadar. Otak kanan cenderung membayangkan; apa yang Anda bayangkan berulang-ulang akan masuk ke dalam alam bawah sadar Anda". Ketahuilah, bahwa sesuatu yang masuk ke alam bawah sadar akan berjalan secara otomatis tanpa perlu dipikirkan.

Baca selengkapnya »

Apakah Yesus Disalib Dan Apakah Yesus Tuhan?

Kritik Kandungan Ayat Penyaliban Dalam Injil Yang Empat (Markus, Matius, Yohanes dan Lukas) Kontradiksi penyaliban Yesus; Apakah Yesus Memikul salibnya Sendiri ataukah ada seseorang yang membantu memikulkan salibnya? dakwatuna.com – Berikut cuplikan penyaliban Yesus dalam Injil yang empat: Di tengah jalan, mereka berjumpa dengan seorang dari Kirene bernama Simon. Mereka memaksa …

Baca selengkapnya »

Yang Penting Diketahui Oleh Para Pejuang Dakwah

Ternyata dari dulu tantangan dakwah ini sama saja, hanya casing atau modelnya saja yang berbeda, tapi intinya sama, yaitu pihak musuh selalu menyembunyikan fakta tentang kebenaran atau memutarbalikannya. Hal tersebut dimaksudkan agar banyak orang yang terhasut untuk menjauhi dakwah ini dan bahkan agar banyak orang membenci dakwah ini. Jika dakwah dimusuhi, maka jumlahnya akan menjadi minoritas karena tidak berkembang secara kuantitas.

Baca selengkapnya »

Catatan Kecil Tentang Sabar di Jalan Dakwah

Tugas seorang dai lebih dari sekedar menunggu pujian atau celaan. Tugas asasi seorang dai adalah menyampaikan apa yang telah dibawa oleh Rasul-Nya – shalallahu ‘alaihi wa sallam. Kalau tiba-tiba ada pujian, maka itu adalah bunga di tengah jalan, kalau ada celaan, maka itu adalah durinya, dan besar kemungkinan duri akan lebih banyak ketimbang taburan bunga.

Baca selengkapnya »

Bukan Urusan Kita; Cerita Tentang Palestina

Siang yang membakar di kamp pengungsian, seorang anak bertanya kepada ibunya “Bu, kenapa kita tidak pernah menang, dan kenapa mereka begitu kejam?” Lagi-lagi jawaban sang ibu sama. “Sabar!” Tiba-tiba terdengar suara ledakan. Para pengungsi tersentak, sesaat kemudian mereka kembali kepada aktivitasnya masing-masing. Sekumpulan pemuda di kejauhan sana berlarian menggotong seonggok jasad yang tak bernyawa. Dari tempat yang sama, seorang pemuda terseok-seok jalannya akibat peluru yang bersarang di kaki kanannya.

Baca selengkapnya »

Pernyataan-Pernyataan Memilukan Tentang Jilbab

“Jilbab itu kan dipake khusus buat shalat atau ke pengajian. Kalau di tempat umum ya mesti dibuka. Bego aja kebalik-balik”. Tidak hanya sampai di situ, si A menyamakan jilbab dengan swimsuit. Pakaian itu penggunaannya bersifat situasional. Kalau mau pergi mengaji ya pakai jilbab. Kalau mau berenang ya pakai baju renang. “Masa renang pake mukena,” tukasnya lagi. “Segampang itu kok nggak paham,”

Baca selengkapnya »

Petunjuk Kehidupan Manusia

Sempurnanya kemanusiaan manusia di muka bumi ini adalah ketika ada petunjuk yang membimbingnya ke jalan yang benar, karena tanpa petunjuk, manusia menjadi lebih sesat dari binatang. Al-Quran adalah petunjuk yang memberitahukan ke mana seharusnya "langkah manusia" diarahkan. Inilah hikmah kenapa Allah menyebutkan Al-Quran lebih dahulu daripada penciptaan Insan di dalam Surat Ar-Rahman.

Baca selengkapnya »