Home / Raden Aditya Aryandi Setiawibawa

Raden Aditya Aryandi Setiawibawa

Sering dipanggil teman-temannya dengan panggilan akrab Adit. Pemuda asal Bantul alias Bandung Tulen yang lahir Maret 1992, saat ini sedang menempuh masa studi strata satunya di Fakultas Biologi UGM angkatan 2010. Selain menempuh pendidikan strata satu di Fakultas Biologi UGM, kegiatan ekstrakurikuler lainnya dengan baik diikuti oleh Adit. Menurutnya, dengan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler selain menjalani perkuliahan dengan baik, menjadi salah satu bekal utama yang dibutuhkan setiap mahasiswa pada dasarnya, karena bisa jadi sehabis masa kuliah kelak, pengembangan kemampuan komunikasi, serta softskill- lah yang mampu mendukung kinerja serta membangun etos kerja yang baik. Social awareness yang tinggilah yang kemudian dipandang sosok humoris dan jail ini dapat membantu untuk bekal sosialisasi dengan lingkungan sekitar dengan baik. Hal ini menjadi dasar pergerakan yang dilakukan oleh Adit, ketika menjadi Kepala Departemen Riset dan Pengembangan Keilmuan di Badan Eksekutif Mahasiswa, dan pada tahun 2013 terpilih untuk menahkodai organisasi tersebut sebagai Ketua Umum. Selain aktif di lembaga eksekutif, pemuda yang senang dengan traveling ini juga aktif dalam kelompok studi yang bergerak dalam bidang kajian Biologi Laut, yaitu Kelompok Studi Kelautan, yang kemudian juga dipercaya untuk menjadi Pengurus Harian Staff Divisi Publikasi dan Jaringan. Baginya, belajar, berproses dan berkarya adalah sebuah keharusan untuk dapat bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya. Selamat berproses!

Berkah dan Media Penyebaran Islam di Indonesia; “Menilik Perspektif: Wasiat Politik Kelautan”

“Dia membiarkan dua laut mengalir yang (kemudian) keduanya bertemu. Di antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? Dari keduanya keluar mutiara dan marjan. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? Milik-Nyalah kapal-kapal yang berlayar di lautan bagaikan gunung-gunung. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?” (Qs. Ar- Rahman: 19-25)

Baca selengkapnya »

Bagaimana Meng-Islam-kan Akhlaq Kita dan Sekitar Kita

Sudah menjadi nilai universalitas tersendiri bagi Umat Manusia, bahwa perilaku yang baiklah yang akan diterima di masyarakat luas. Hal inilah yang menjadi nilai tawar setiap manusia, dalam menjalani interaksi sosial di masyarakat. Jika kita tinjau lebih dalam lagi, sebenarnya perilaku yang baik sudah menjadi core needed setiap insan, untuk mendapatkan hal yang serupa baiknya, entah itu dalam ranah tindakan maupun perkataan.

Baca selengkapnya »