Home / Muhamad Fadhol Tamimy

Muhamad Fadhol Tamimy

Mungkin tulisan hanya kan menjadi pajangan, namun dengan tulisan kita mampu mengekspresikan keresahan dan harapan. melalui tulisan pun kita mampu menciptakan perubahan yang akan terekam dalam keabadian.Seorang biasa yang berusaha untuk terus belajar dan melengkapi kekurangan

Paranoid

Mungkin gangguan paranoid merupakan sebuah gangguan yang tergolong ke dalam gangguan kepribadian di mana para penderitanya mengalami ketakutan yang amat kronis atau sensitif terhadap sebuah kejadian yang mereka anggap mengancam dirinya atau kritik yang dialamatkan padanya baik itu nyata ataupun tidak nyata.

Baca selengkapnya »

Adu Domba Tangan Tak Terlihat

Apabila persatuan dan saling percaya di antara sesama warga negara Indonesia telah terpupuk niscaya bangsa ini akan lebih tangguh menghadapi gejolak apa pun dari luar. Gejolak politik, hukum, keamanan, ataupun ekonomi tak sulit untuk dilewati selama persatuan itu ada secara nyata. Karena persatuan dalam keragaman adalah Bhineka Tunggal Ika.

Baca selengkapnya »

Huru-Hara di Pergantian Tahun

Apabila pergantian tahun baru praktik huru-hara gaduh perayaan, dan ajang hedonisme yang mengakar tersebut digantikan dengan meningkatkan rasa saling menghargai dan peduli terhadap kondisi sesamanya maka insya Allah bangsa ini tak akan lagi segan menghadapi tantangan kedepan. Terlebih di era Masyarakat Ekonomi Asean ini, dikarenakan masyarakatnya telah siap untuk selalu peduli dan membantu terhadap tetangganya yang tak berdaya oleh persaingan dengan orang asing yang masuk di negeri ini.

Baca selengkapnya »

Perpeloncoan Terselubung dalam Pembangunan Karakter Mahasiswa Baru Di Ranah Pengkaderan Lembaga Kampus

Jangan sampai karakter bangsa indonesia yang terkenal ramah tamah pada setiap orang hilang secara perlahan diakibatkan pembiasaan pembangunan mental kasar ala penyambutan mahasiswa baru dengan bentuk ospek, dan pengkaderan tak mendidik. Karena mahasiswa adalah kaum strata tengah yang mampu menyambungkan lidah aspirasi kalangan masyarakat bawah dengan kalangan strata elit pemerintahan. Dia menjadi sosok panutan yang dipersiapkan untuk memimpin bangsa indonesia kedepan. Apabila hari ini acara penyambutan disemarakkan dengan perilaku perpeloncoan yang tak berprikemanusiaan, maka bangsa indoensia akan mengalami krisis kepemimpinan yang santun dan beretika di masa yang akan datang.

Baca selengkapnya »

Sang Pemimpin Bangsa

Ketika pemimpin tersebut telah lahir maka cita-cita kemerdekaan yang digariskan sejak awal pra kemerdekaan oleh para pejuang akan kita nikmati secara hakiki. Di momentum kemerdekaan bangsa Indonesia, semoga pemimpin hari ini mampu menunaikan janji untuk mengumpulkan kepingan mozaik harapan bangsa Indonesia yang telah lama terlupakan. Merdeka bangsaku merdeka negeriku.

Baca selengkapnya »

Gengsi Itu Bernama Perguruan Tinggi Negeri

Hakikat pendidikan itu, tidak cukup mengajarkan kita untuk harus menghormati perbedaan, tanpa benar-benar tau mengapa kita harus menjunjung tinggi, dan mengkolaborasikan keindahan di dalam perbedaan yang ada. Pendidikan tidak mengajarkan manusia untuk menjadi seorang robot, namun menjadi manusia yang tau akan mimpi-mimpinya dan mau untuk memperjuangkannya. Pendidikan bukanlan sumber ketakutan dan tekanan hingga mematikan imajinasi anak, namun dia adalah perantara dan simbol kebangkitan suatu peradaban bangsa.

Baca selengkapnya »

Bukan Kenakalan Biasa

Hidup ini adalah soal menambah. Menambah kenalan/ kerabat baik yang selalu mengingatkan dalam kebaikan, yang mendoakan walaupun jasad ini sudah terbungkus kain kafan. Atau menambah kerabat yang justru menjerumuskan kepada keburukan, yang tidak perduli ketika diri kita telah menjemput kematian. Dan barang siapa yang mentaati Allah dan rasul (Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu : Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.” (QS An-Nisa :69).

Baca selengkapnya »

Komersialisasi Air Mata

Pada akhirnya manakala air mata hari ini tidak diekspresikan sebagaimana mestinya niscaya, kehidupan akan ramai oleh gagap gempita kebingungan dalam kepalsuan. Begitu ngerinya ekspresi ketidakberdayaan yang telah diperbudak hingga dikendalikan oleh nafsu kapitalis menyebabkan kita semakin terseret oleh identitas kemanusiaan kita. Kemanusiaan yang tau terhadap batas-batas sisi kemanusiaan tanpa dirasuki sikap materialistis buta.

Baca selengkapnya »

Bias Kesetaraan Gender

Kebebasan berekspresi adalah hak bagi setiap manusia, namun keadilan dalam bingkai kebenaran adalah hak mutlak bagi setiap insan yang memanusiakan manusia. Manusia banyak belajar dari pengalaman tapi kadang terlupa untuk belajar dari kebenaran. Berdikari tak selalu “harus” menuntut untuk setara dalam segala hal, karena kreativitas yang terarah sesuai porsi dan fitrah adalah sebagian dari hakikat reformasi kesetaraan gender itu sendiri.

Baca selengkapnya »
Organization