Home / Mohamad Khaidir

Mohamad Khaidir

Mohamad Khaidir
Alumni Universitas Tadulako Sulawesi Tengah, Penulis Lepas, Akuntan, JPRMI Wilayah Sulawesi Selatan, FKAPMEPI Sulawesi Selatan.

Jangan Jadi Pemuda Tanpa Narasi!

Pemuda tanpa narasi adalah ide pokok dari sebuah gagasan singkat ini, bahwa keberadaan mereka hanya akan memperlambat gerbong bangsa ini berjalan menuju tujuan luhurnya, bahwa setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia Tahun 1945, perjuangan akan terus berlanjut, perjuangan akan terus ada, para pejuangnya juga akan terus ada, dan pemuda tanpa narasi belum terlambat untuk segera berbenah diri lalu mengambil satu narasi dan ikut pula berjuang bersama para pejuang sejati. Pemuda tanpa narasi tak peka membaca keadaan, mereka juga tak terlalu berminat untuk membaca sejarah para pendahulunya, tak pula membaca sejarah tentang peradaban dunia, padahal begitu pentingnya mempelajari sejarah yang ada, untuk mengambil pelajaran, untuk mengambil bekal, untuk memetik nilai-nilai perjuangan dimasa kini dan masa yang akan datang.

Baca selengkapnya »

Karena Bingkai Kita Adalah Media Sosial

Karena tak memiliki bingkai maka sosial media yang menjadi bingkainya, karena bingkaimu adalah media sosial. Ibarat sapi yang datang masuk ke sebuah ladang untuk memakan rumput, maka mereka yang memiliki bingkai yang jelas akan turut berkontribusi, memberikan solusi bagaimana tindakan agar sapi tersebut selamat dan ladang juga selamat, win-win solution. Beda dengan mereka yang tak memiliki bingkai, mungkin saja mereka akan membiarkan sapi melahap rumput yang berada di ladang sehingga kerusakan yang terjadi, diam tak berarti. Malah mungkin mereka yang tak memiliki bingkai ini, atau sebut saja mereka punya bingkai media sosial ini hanya asyik meng-upload foto atau kejadiannya, lalu sibuk berkomentar sinis tanpa kerja nyata.

Baca selengkapnya »

Cinta Adalah Memberi

Seorang pemuda kurus dan berkulit gelap tidak pernah menyangka dalam perjalanannya mengarungi arus, dalam perjalanan perantauannya, bahwa dalam perjalanan tersebut akhirnya ia menemukan cinta. Tentu ini bukan perkara mudah, karena cinta adalah memberi, maka seorang lelaki harus berani berjuang, bukan lelaki namanya bila ia tak berjuang, bukan sang pencinta sejati namanya bila dalam perjuangan cintanya ia tak mampu berjuang untuk yang di cintainya. Bukan lelaki namanya bila berjuang untuk uang panaik (dalam adat Bugis Makassar) saja ia harus perhitungan dan tak mau berkorban, bukan sang pencinta sejati bila ia tak mau berjuang untuk memenuhi takaran mayam (dalam adat Aceh), sebab cinta sejati patut diperjuangkan, cinta yang tulus akan menarik akar kaki dan otakmu untuk berjuang diluar batas kemampuanmu, hingga ikhtiar maksimal dari sang pemuda kurus dan berkulit gelap ini di jawab oleh Yang Maha Cinta, bahwa sekeras dan sekuat apapun manusia berusaha, Allah lah yang menentukan hasilnya.

Baca selengkapnya »

Ramadhan Bahagia

Berbahagialah engkau wahai orang-orang yang memanfaatkan Ramadhannya secara optimal. Tidak melewatkan setiap momennya dengan kesia-siaan. Bahkan melalui Ramadhan mampu mengubah persepsi bahagia yang dulu hanya berorientasi pada hal-hal yang bersifat materi menjadi bahagia yang hakiki, yaitu bahagia mengabdi pada-Nya.

Baca selengkapnya »

Balada Aktivis Peradaban

Sekarang tibalah saatnya bagimu untuk mengambil peran, meskipun peran kecil sebagai unsur perubahan, perubahan peradaban yang harus terus menerus di lakukan, sebab perubahan adalah keniscayaan. People change, time change, and the big wave has coming. Sudah sejauh mana diri kita mempersiapkan diri untuk keadaan yang serba tak menentu di masa depan?

Baca selengkapnya »

Inikah Cintamu?

Engkau harus mencintai Rasulullah SAW, kalau memang engkau masih merasa berat, maka marilah coba secara perlahan untuk memanifestasikan rasa cintamu kepada Rasulullah SAW. Secara bertahap engkau harus mulai mencintai Rasulullah SAW, mencintai Beliau melebihi cinta pada sanak saudaramu, melebihi cinta pada ayah dan ibumu, bahkan melebihi cinta kepada dirimu sendiri. Ini memang tak mudah, maka engkau harus memulainya dengan pemahaman yang mendalam. Mencintai Rasulullah SAW juga harus membuatmu mengikuti dan mengerjakan sunnah nya, membuatmu menghablur segala cinta yang cenderung pada cinta dunia. Meneladani Rasulullah SAW adalah cinta terbaik yang saat ini harus engkau lakukan, aku tak hendak memaksamu, tetapi terkadang kebaikan juga harus dipaksakan perlakuannya. Ku ajak engkau secara bertahap saja, sebab percayalah cinta pada Rasul ini akan menghantarkanmu kepada kebaikan. Tak perlu risih bila orang-orang di sekitarmu merasa risih dengan perubahan pada dirimu, sebab tak sempurna iman hamba sampai ia di uji.

Baca selengkapnya »

Sang Penjelajah Arus II

Sang penjelajah arus kemudian berkesempatan untuk berjuang di sektor kepemudaan, sebuah sektor yang sangat produktif dalam memajukan bangsa dan tanah air, sebab di tangan para pemudalah kejayaan akan di raih, tanah akan bergetar dengan semangat para pemuda, lalu masyarakat madani bukan lagi hanya sebatas mimpi.

Baca selengkapnya »

Narasi Negeriku II

Narasi negeriku belum selesai sampai disini, masih akan terus kutulis kegelisahan tentang zaman, kerisauan tentang realitas, kegamangan berpikir soal peradaban dan sistem politik dan pemerintahan, yang masih menjadikan pembangunan fisik sebagai prioritas dari pada pembangunan jiwa. Sungguh saat ini pembangunan jiwa juga turut mendapat perhatian, seperti character building, people and youth empowerment, yang pada intinya mengubah secara perlahan pola pikir yang kontraproduktif.

Baca selengkapnya »

Dari Masjid untuk Negeri Tercinta

Kejayaan Masjid di masa lalu adalah salah satu bukti bahwa proses tersebut akan berulang lagi di zaman kita hidup sekarang. Bahwa Masjid bukan hanya sekadar tempat ibadah ritual semata, tetapi juga menjadi pusat peradaban, sehingga kegiatan produktif seperti diskusi-diskusi dan kajian-kajian akan semakin sering di lakukan untuk memakmurkan masjid. Di masa yang akan datang, takkan ada lagi orang tua yang memarahi secara berlebihan anak-anak yang bermain di dalam masjid, namun diarahkan dengan pengajaran yang baik, agar generasi muda penerus bangsa ini adalah para pemuda yang hatinya selalu terpaut di masjid.

Baca selengkapnya »