Home / Berita / Nasional / Keluarga Cabut Banding Vonis Ahok, Apa Alasannya?

Keluarga Cabut Banding Vonis Ahok, Apa Alasannya?

Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam sidang kasus Penistaan Agama (Foto: Aditya Mardiastuti/detikcom)

dakwatuna.com – Jakarta.  Tim penasihat hukum terpidana kasus penistaan agama,  Basuki Tjahaja Purnama mencabut permohonan bandingnya di Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada Senin (22/5/2017).

Pencabutan banding dilakukan tim penasihat hukum atas permintaan keluarga Ahok. “Pernyataan bandingnya dicabut. dari pihak keluarga dan kami mendampingi. (Kejaksaan banding) tergantung  dari kejaksaan apakah mereka akan mencabut atau tidak,” terang Salah satu tim penasihat hukum Ahok,  I Wayan Sudirta di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Jalan Hayam Wuruk, Sawah Besar,  Jakarta Pusat, Senin (22/5/2017). Demikian dilansir republika.co.id

Tim penasihat hukum lainnya, Jossefina A Syukur mengatakan, dengan adanya pencabutan banding dari keluarga Ahok, maka keputusan hukum hanya tinggal menunggu hasil banding dari Jaksa. “Kita sudah banding, kita juga sudah masukan memori banding, tapi keluarga ada perundingan berikutnya. Mereka datang lalu ceritakan ke kami semua, mau mencabut. Kuasa hukum mengikuti kemauan keluarga,” tuturnya.

“Nanti, ada Ibu Vero yang akan menyampaikan. Ada pihak keluarga yang akan menyampaikan alasannya. Besok aja alasannya lebih bagus, tanya langsung istrinya besok,” tambahnya.

Sementara adik kandung Ahok, Fify Letty Indra Tjahaja Purnama yang juga merupakan tim penasihat hukum mengatakan, berdasarkan diskusi panjang di keluarga, maka keluarga memutuskan mencabut banding.  “Dan kami akan menyatakan alasannya besok. Kami akan ceritakan kenapa keluarga akhirnya memutuskan mencabut memori banding,” tutup Fify.

Sebelumnya, setelah divonis dua tahun penjara pada Selasa (16/5) lalu, tim penasihat hukum beserta keluarga mantan bupati Belitung Timur itu langsung mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi.

Selain Tim penasihat hukum,  Tim jaksa penuntut umum juga mengajukan banding atas putusan hukuman 2 tahun penjara terhadap Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Pihak jaksa sudah menandatangani akta pernyataan banding.

“Kalau banding itu sudah, mereka sudah menyatakan banding dan akta pernyataan banding sudah ditandatangani panitera,” kata juru bicara Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Hasoloan Sianturi, seperti dilansir detikcom, Sabtu (13/5/2017).

Jaksa penuntut umum mendakwa Ahok dengan 2 dakwaan alternatif, yaitu Pasal 156 a huruf a KUHP dan Pasal 156 KUHP. Jaksa kemudian menuntut Ahok 1 tahun penjara dengan masa percobaan 2 tahun.

Sedangkan majelis hakim yang diketuai Dwiarso Budi Santiarto menyatakan Ahok terbukti melakukan penodaan agama sebagaimana dakwaan primer. Ahok dinyatakan hakim terbukti bersalah melakukan penodaan agama yang ancaman pidananya diatur dalam Pasal 156a KUHP, berbeda dengan tuntutan jaksa. Ahok pun divonis 2 tahun penjara. (SaBah/dakwatuna)

Advertisements

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Khutbah Jumat: Membaca dan Penciptaan Kita