Home / Berita / Internasional / Asia / Amerika Serikat Seru Turki dan Belanda Agar Menahan Diri dan Berdialog

Amerika Serikat Seru Turki dan Belanda Agar Menahan Diri dan Berdialog

Juru Bicara Kemenlu Amerika Serikat, Mark Toner. (aljazeera.net)

dakwatuna.com – Washington. Amerika Serikat mendesak Turki dan Belanda agar saling menahan diri dan berdialog untuk menyelesaikan krisis diplomatik yang melanda keduanya. Desakan tersebut datang dari Jubir Kemenlu AS, Mark Toner, pada Rabu (15/03/2017).

“Krisis yang terjadi adalah masalah bilateral antara Turki dan Belanda, yang juga sama-sama anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Oleh karena itu kami menyeru kepada keduanya agar tidak saling melontarkan pernyataan kontroversial, berkomunikasi atas dasar saling menghormati, serta berupaya untuk mencari solusi atar permasalahan yang terjadi,” ungkap Toner.

Toner juga menegaskan posisi Amerika Serikat yang netral dan tetap bekerjasama dengan kedua belah pihak. “Kami juga ingin melihat mereka tetap berkolabolarasi dengan selaras,” imbuh Toner.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pada Sabtu (11/03) lalu, pemerintah Belanda menolak pendaratan pesawat Menlu Turki, Mevlut Covusoglu, serta melakukan pencegatan dan pelarangan kepada Menteri Urusan Keluarga Turki untuk memasuki kantor konsulat Turki di Rotterdam oleh pemerintah Belanda. Menlu Turki sendiri dijadwalkan akan bertemu dengan ekspatriat Turki di Belanda dalam rangka kampanye “Ya” untuk referendum konstitusi Turki, 16 April mendatang.

Pihak Ankara bereaksi keras atas tindakan pemerintah Belanda tersebut. Kemenlu Turki dikabarkan langsung melarang Dubes Belanda untuk Turki yang sedang berada di luar Turki, untuk kembali sampai waktu yang belum ditentukan. Turki juga mendesak Belanda untuk menyampaikan permohonan maaf secara resmi atas tindakannya tersebut.

Kecaman juga datang dari Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan. Dalam pidatonya di hadapan warga Turki di Istanbul, Erdogan menuding Belanda sebagai sisa-sisa Nazi dan Fasis, serta melindungi organisasi teroris. Erdogan juga menuduh pasukan Belanda terlibat dalam pembantaian Sebrenica, yang menewaskan ribuan Muslim Bosnia pada tahun 1995 silam. (whc/aljazeera/dakwatuna)

Advertisements

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
William Ciputra
Alumni Mahad Aly An-Nuaimy Jakarta

Lihat Juga

Erdogan Kepada Aljazeera.net: Suriah Terbelah, Iran Jalankan Politik Ekspansi

Organization