Home / Pemuda / Puisi dan Syair / Desaku Panipahan

Desaku Panipahan

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (Achmad Salido)

dakwatuna.com

Memilih jauh dari desaku

Berharap hijrah ini lebih baik

Bertemu kota bertuah nan indah berbekalkan ilmu seadanya

Bertahun lamanya Aku di kota ini

Hanya beberapa kali pulang ke desa lalu pergi

Sekadar melepas rindu dan angan

Kau tahu, Aku mulai berdecak kagum

Melihat dakwah telah sampai di desaku

Setidaknya melihat akhwat dengan tudung yang labuh

Bukan hal yang tabu, asing.

Hal yang pernah Aku impikan dalam anganku

Berakhir jua dalam kisah nyata

Karena yang ku tahu

Dahulu Islam hanya terlihat saat acara maulid-an,yasin-an,wirid-an.

Subhanallah…

Hatiku mulai bertanya siapakah insan di balik semua ini?

Ku akui diriku tak cukup berani seperti dirinya

Kadang Aku malu hijrahku hanya sebatas Aku

Melalui tulisan ini Aku ingin katakan

Maafkan Aku yang tak berpengaruh dalam dakwah ini.

 

Advertisements

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (4 votes, average: 8,50 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Siti Aisyah, S.Kom
Alumni STMIK Hangtuah Pekanbaru Prodi Teknik Informatika. Pengajar Di Yayasan Tahfidz Andesta Pekanbaru Penulis di Beberapa Koran

Lihat Juga

Dana Desa, Akankah Mengatasi Kesenjangan atau Membuka Pintu Baru Korupsi?