Home / Narasi Islam / Resensi Buku / Kisah-Kisah Pertaubatan (Jalan Terjal Menuju Hijrah Menggapai Surga)

Kisah-Kisah Pertaubatan (Jalan Terjal Menuju Hijrah Menggapai Surga)

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Cover buku “Kisah-Kisah Pertaubatan (Jalan Terjal Menuju Hijrah Menggapai Surga)”.

Judul Buku: Kisah-Kisah Pertaubatan (Jalan Terjal Menuju Hijrah Menggapai Surga)
Nama Pengarang: Ahya Alfi Shobari
Nama Penerbit: Araska, Pinang Merah Residence
Tempat Penerbit: Kav.14 . JL. Imogiri Barat – Bantul – Yogyakarta
Tahun Terbit: September2016
Jumlah Halaman: 198 halaman.

Dunia Masih Menerima Orang-Orang Baik

dakwatuna.com Buku ini menjelaskan sebuah kumpulan cerita yang di mana setiap cerita itu berbeda tetapi dengan makna yang sama. Buku ini bercerita tentang kisah orang-orang yang bergelimang dosa lalu melakukan pertaubatan. Ada banyak kisah perjalanan hijrah yang menyentuh hati, mengharau biru, sekaligus menginsipirasi. Patut kiranya kisah kisah ini menjadi pelajaran bagi kita semua selalu memperbaiki diri dan meninggalkan maksiat dan dosa dosa.

Bagian awal cerita yakni perbuatan maksiat seorang hakim diutus dari juru bicara walikota untuk membantu masalahnya tentang lapak  di alun-alun, namun hakim menolak karena untuk menaikkan citra walikota yang ingin mencalonkan diri pada periode selanjutnya. Namun hakim ini diiming-imingi dana yang besar, dan menerima dana tersebut, hakim pun melakukan hal ini berulang-ulang pada client- client yang lain. Kemudian selanjutnya ada yang bercerita tentang seorang pemuda yang berkerja pegawai negeri yang merantau. Dulu pemuda ini rajin beribadah sebelum merantau dan hafal bacaan sholat, namun pada saat merantau pemuda ini melupakan ibadahnya karena pekerjaan yang banyak dan sibuk, lalu pemuda ini pulang ke kampung halamnya dan dipertanyakan sholatnya oleh bapaknya dan pemuda ini berbohong, karena tau pemuda ini berbohong orang tua pemuda ini menegur secara halus. Dan ada anak yang bermain judi untuk membeli obat ibunya yang sedang sakit berat, awalnya anak ini belum pernah bermain judi, setelah berhasil menang bermain judi dia membeli obat untuk ibunya sesampai di rumah ibunya demam panas dan menuju kematian atau sakaratul maut. Selanjutnya ada cerita seorang yang menginginkan sesuatu secara instan dengan cara yang tidak bermakna atau sesat dan sempat menjadi kaya namun dengan akhir yang terlilit banyak hutang dan mengalami kebangkrutan.

Seorang yang sekarat setelah menipu, seorang ini melakukan penipuan lewat handphone yang memberitakan atas nama polisi yang salah satu anggota keluarga yang mengalami kecelakaan , namun seorang ini mengalami sekarat dan ingin bertobat, hasilnya seorang ini tidak jadi meninggal karena niat tobatnya yang didengar Allah swt. Ada seorang pemuda yang suka dengan tawuran dan balap liar , merasa dirinya hebat tak ada yang menandingi dan berbuat seenaknya dan pemuda ini mendapat hidayah dari mbah halim yang membuatnya bertobat dan menjadi pemuda baik. . Lalu ada seorang ahli kunci yang tidak diperbolehkan oleh bapaknya untuk bekerja di bank, karena berdekatan dengan riba, namun ada seseorang yang bekerja di bank yang resah harta yang dia dapat itu riba atau bukan, semenjak itu seseorang yang berkerja di bank sebagai direktur cabang melakukan kehidupan yang baru mulai dari nol agar harta yang dia dapet halal tidak haram.

Ada 2 seseorang yang bersahabat dengan status ekonomi yang tidak sama , salah satu dari mereka ada yang berbuat riba dengan cara melakukan usaha kecil kecilan renternir. Namun dia mengalami kebangkrutan dan menjadi gelandangan selama 1 tahun. Kemudian dia bertobat karena sudah melakukan perbuatan riba. Dalam sujudnya dalam bertobat beliau meninggal dunia.

Dan bagian terakhir ada seorang anak majikan yang berbuat zina kepada asisten rumah tangganya yang baru berkerja di rumahnya dan perbuatanya diketahui oleh kedua orang tuanya.

Kelebihan : Jangan sekali kali melakukan perbuatan yang dilarang Allah seperti halnya meninggalkan sholat yang selama ini kita lakukan. Tetapi kita terlanjur melakukannya segera bertobat dan melaksanakan tugas tugas dari Allah swt dan tidak lagi mengulang perbuatan yang dilarang Allah. Cover yang digunakan minimalis dan penggunaan bahasa ceritanya bahasa yang setiap hari kita gunakan, dan berat bukunya sangat ringan. (dakwatuna.com/hdn)

 

Advertisements

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 2,50 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra indonesia, Universitas Muhammadiyah Malang.

Lihat Juga

Keuntungan Orang yang Gemar Bersedekah