Home / Berita / Nasional / Pengamat: Jadikan Wisata Halal Sebagai Branding Pariwisata Indonesia

Pengamat: Jadikan Wisata Halal Sebagai Branding Pariwisata Indonesia

Keindahan pantai lombok menjadi salah satu daya tarik wisata halal di Indonesia. (nginepmana.com)
Keindahan pantai lombok menjadi salah satu daya tarik wisata halal di Indonesia. (nginepmana.com)

dakwatuna.com – Jakarta.  Pengamat ekonomi dan marketing Universitas Padjadjaran Bandung Popy Rufaidah mengatakan,  kemenangan Indonesia dalam ajang the World Halal Travel Award harus dioptimalkan sebagai nilai tambah (value added) bagi pariwisata Indonesia.

Menurutnya, Indonesia bisa menjadikan  halal tourism sebagai branding pariwisata. Popy menegaskan, kemenangan tersebut harus segera dioptimalkan demi kemajuan pariwisata Indonesia.

Ia menyarankan agar semua pemangku kepentingan dunia pariwisata nasional harus agresif dan segera melakukan pembenahan.

“Satu hal yang pasti, Kemenpar harus segera mengangkat wisata halal sebagai branding pariwisata Indonesia di pasar global, mendampingi Wonderful Indonesia yang sudah lebih dulu menyentak kognisi wisatawan mancanegara,” ujar Popy seperti dilansir republika.co.id, Selasa (27/10/15).

Popy  yang juga pengurus Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Jawa Barat itu berharap brand awareness wisman bakal meningkat.

Namun direktur Program Magister Manajemen Fakultas Ekonomi Bisnis UNPAD itu mengingatkan, branding halal tourism tidak hanya untuk pasar Muslim.

“Wisata halal memiliki target pasar yang lebih luas yaitu pasar wisman yang menginginkan value creation unik dari penyelenggaraan halal tourism,” tutur Popy.

Menurut Popy, berdasarkan fakta wisata berbasis halal memberikan value creation yang  lebih baik dari konsep wisata pada umumnya. Hal itu dilakukan melalui experiential touch point atau pengalaman-pengalaman yang menyentuh, seperti makanan yang diketahui jelas asal usul dan cara pengolahannya, kebersihan akomodasi dan sebagainya.

Ia menegaskan, potensi Indonesia jauh lebih besar dibanding negara pesaing yang sudah dikenal wisatawan manca negara dengan label halal friendly seperti Malaysia. Malaysia, yang kini memposisikan diri sebagai Muslim Medical Hub Tourism dengan menawarkan perawatan kesehatan bagi pasien Muslim terbukti sukses melakukan hal tersebut.

Beberapa di antara pelayanan halal friendly itu, misalnya, wanita ditangani tenaga medis wanita, seluruh fasilitas dilengkali mushola, penyediaan fasilitas Alquran, serta makanan yang dipastikan kehalalannya.

“Kita bisa memberikan tawaran jauh lebih banyak,” kata Popy. Bahkan dibanding Turki yang telah menawarkan Muslim Friendly Resorts sejak  20 tahun lalu dan membuka pantai halal pertama di dunia, sumber daya alam Indonesia lebih memungkinkan. “Sampai saat ini sudah ada sekitar 50 pantai resor halal di Turki.”

Baru-baru ini dikutip dari antaranews.com,  Indonesia berhasil meraih tiga penghargaan sebagai destinasi halal dunia dalam acara  World Halal Travel Award 2015 di Uni Emirat Arab (UEA).

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan penghargaan tersebut semakin mengukuhkan Indonesia sebagai tujuan wisata halal kelas dunia.

“Ini kemenangan kita semua dan ke depan kita harus lebih fokus mengembangkan Indonesia sebagai destinasi halal dunia,” katanya.

Dalam ajang itu Indonesia mendapat penghargaan sebagai World’s Best Halal Tourism Destination (Lombok), World’s Best Halal Honeymoon Destination(Lombok), dan World’s Best Family Friendly Hotel (Sofyan Hotel). (sbb/dakwatuna)

Advertisements

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

PM Turki: Dalam Urusan Demokrasi, Eropa Munafik

Organization