Home / Pemuda / Essay / Umbarlah Cinta Kepada Penciptanya

Umbarlah Cinta Kepada Penciptanya

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

cinta-allah1dakwatuna.com Cinta tak perlu diumbar, cukup memendam rasa cinta itu dan mengungkapkannya ketika sudah siap melangkah lebih jauh, dengan dia yang telah dipilih, seperti kisah cinta antara Ali Radhiyallahu’anhum dan istrinya Fatimah.

Cinta adalah perasaan indah yang diciptakan Allah SWT kepada setiap makhluknya. Dengan cinta kaum Adam dan Hawa dapat bersatu. Tapi apakah cinta harus diumbar-umbar? Mengumbar cinta tanpa malu dengan orang di sekelilingmu.

Sering sekali para remaja mengumbar cinta di media sosial, tempat di mana siapa saja bisa melihatnya. Padahal mengumbar cinta tidaklah baik, cukup dengan memendam rasa cinta itu. banyak orang bilang jika terus-menerus memendam rasa cinta maka cinta itu akan membusuk, tapi nyatanya tidak, buktinya Ali dan Fatimah menjadi pasangan bahagia karena menyembunyikan perasaan itu sampai pada akhirnya perasaan itu terungkap pada saat mereka sudah terjalin ikatan yang suci,

Mencintai dalam diam adalah bukti bahwa kalian ingin memuliakan diri dan hati. Tetapi jika ingin mengumbarnya, umbarlah kepada sang pencipta rasa cinta itu. DIA adalah tempat paling tepat untuk mengungkapkan segala rasa yang kita rasakan.

Mengadulah kepadanya keluh kesah kita saat kita mencintai seseorang dalam diam, mintalah kepadanya seseorang yang baik untuk menjadi teman hidup karena Allah tak akan pernah memutuskan harapan dan doa kepada hamba yang mengingat-Nya. Mengumbar cinta kepada-Nya sama saja dengan kita mendekatkan diri kepada Allah.

Mengumbar cinta atau mendekatkan diri dengan-Nya bisa menjadikan mencintai seseorang yang ada di hati menjadi mencintai karena Allah, “Barang siapa yang mencintai karena Allah, membenci karena Allah, dan tidak memberi karena Allah. Maka ia sesungguhnya telah memperoleh kesempurnaan iman”.

Dengan mencintai seseorang karena Allah kalian tidak akan mencintai seseorang itu dengan cara yang berlebihan sebab Allah dan Nabi sangat tidak menyukai sifat yang berlebihan termasuk berlebihan dalam mencintai.

Sebaiknya mencintai dilihat dari kesantunannya, ketaatan ibadahnya, dan kecekatan kerjanya seperti Ali mencintai Fatimah. Pantaskan dirimu agar kalian mendapatkan seseorang yang pantas memilikimu. sebab jodohmu adalah cerminan dirimu. Semoga kita berada di jalan yang benar dalam mencintai seseorang.

About these ads

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (5 votes, average: 9,80 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Lihat Juga

Geliat Cinta Pejuang