Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Al-Quran atau Koran?

Al-Quran atau Koran?

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

al-quran solusidakwatuna.com Manakah di antara keduanya yang sering kita pegang? Tidak hanya dipegang tapi juga dibaca, Qurankah atau korankah?

Sebagian orang ada yang ketika dia bangun pagi langsung mencari koran untuk segera dibaca demi mengetahui perkembangan informasi ataupun berita yang terhangat. Bahkan ada yang pusing ketika satu hari tak pernah memegang atau membaca koran. Dia rela berlangganan rutin demi mendapatkan sebuah informasi terhangat.

Adakah yang setelah bangun langsung mencari-cari Quran? Kemudian membaca dan mempelajari kandungan yang ada di dalamnya? Jikalau pun ada hanya segelintir orang yang melakukannya bisa dikatakan lebih sedikit daripada orang yang bangun langsung mencari koran.

Apakah Quran terkalahkan oleh koran? Sampai kapanpun kitab suci umat Muslim ini tak akan pernah tertandingi dan terkalahkan sebab kitab ini terjaga hingga hari akhir.

Diri manusia sendiri yang menjadikan koran sebagai bacaan wajib setiap hari. Padahal, semua informasi dan berita yang ada di dalamnya belum tentu 100% kebenarannya sebab koran juga ditulis oleh manusia.

Berbeda dengan Quran, karena Quran diturunkan langsung oleh Sang Khalik sebagai ‘buku pedoman’ umat Muslim untuk mengarungi samudera kehidupan yang bercorak macamnya. Tapi, terkadang buku pedoman ini sangat jarang disentuh ataupun dibaca oleh manusia.

Seperti halnya buku pedoman, dibuat untuk mengarahkan orang-orang yang akan menggunakan sesuatu barang misalnya buku pedoman penggunaan handphone. Buku tersebut dibuat agar orang-orang menggunakan handphone dengan berbagai pedoman agar handphone tidak cepat rusak dan selalu dalam kondisi baik.

Apabila salah satu pedoman yang ada di buku pedoman handphone tersebut dilanggar. Apakah yang akan terjadi? Maka, handphone tersebut akan cepat rusak bahkan membuat si pemakai tidak nyaman dalam menggunakannya.

Sama dengan Quran diturunkan untuk mengatur berbagai hal kehidupan manusia masa dulu, sekarang hingga akhir jaman kelak. Bagaimana jika pedoman di Quran hanya dihiraukan dan dilanggar? Akibatnya tidak hanya di dunia akan dirasakan bagi yang melanggarnya. Di akhirat pun kelak dia akan merasakan akibat dari perbuat yang dikerjakan di dunia.

Koran berisikan berbagai macam berita dan peritiwa teraktual, hiburan dan berbagai wawasan. Namun, itu hanya sebagaian kecil informasi. Di koran sering dipaparkan berbagai kasus atau peristiwa tapi tidak disertakan dengan solusi dari banyak kasus tersebut. Di koran juga ada hiburan, tapi hiburannya hanya sesaat ketika seseorang membaca koran. Berbagai wawasan pun terpaparkan di dalam koran. Namun, itu hanya sebatas wawasan pemahaman manusia.

Sedangkan di dalam Quran, berbagai berita, peritiwa, cerita, hiburan, wawasan, solusi, kebahagiaan, kesedihan, perintah-perintah. Larangan-larangan dan masih banyak lagi hal yang tercantum di dalamnya. Berisikan lengkap berbagai hal kehidupan masa lalu, sekarang dan masa akan datang.

Quran lebih lengkap daripada koran. Berita yang dipaparkan di koran ternyata terlebih dahulu dipaparkan di Quran. Wawasan yang sempit yang dicantumkan di koran ternyata wawasan lebih luas tertera di dalam Quran.

Ketika koran dibaca, hanya akan mendapatkan informasi dan berita. Namun, ketika Quran dibaca pahala berlimpah menanti orang-orang yang rutin membacanya bahkan kebahagiaan akan diperoleh di dunia dan di akhirat ketika seseorang membaca Quran.

Orang yang membaca koran jika tidak berhati-hati maka dosa akan menanti sebab sebagian berita di koran ada yang tidak benar kemudian dia sebarkan kepada orang lain. Bukankah itu sebuah dosa yang disebarkan? Bukankah itu berarti kita sedang mengalirkan dosa jariyah?

Silahkan dicek bersama. Koran lebih banyak menampilkan berbagai macam permasalahan kehidupan. Namun, apakah semua permasalahan kehidupan yang ditampilkan tersebut disertai dengan berbagai solusi? Tidak semua permasalahan kehidupan yang ada di koran disertai dengan solusi.

Sedangkan di Quran, ditunjukkan berbagai macam problematika kehidupan yang diikuti dengan berbagai solusi yang langsung diberikan untuk orang-orang yang mempelajarinya.

Koran berasal dari manusia sedangkan Quran berasal dari Pencipta manusia. Koran banyak mengandung dosa. Quran banyak mengandung pahala. Manakah yang kita pilih?

Dengan membaca Quran kita akan lebih banyak dituntun untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Sang Pencipta dan akan membimbing manusia selalu berada di jalan kebenaran serta menjadikan manusia bertaqwa dengan menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

Dengan membaca koran kita akan lebih banyak dituntun untuk senantiasa menjauhi diri dari-Nya. Bahkan dibimbing untuk menjadi pribadi yang berani menentang perintah-perintah-Nya dan mendekati larangan-larangan-Nya. Bukankah koran lebih banyak mengisahkan tentang orang-orang yang berbuat keburukan dan melanggar larangan-Nya?

Kembali kepada diri manusia sendiri. Ia harus pandai memilah dan memilih bacaan yang bermanfaat bagi dirinya. Apakah bacaan yang akan mempermudah dia untuk mengingat dan mendekatkan diri kepada-Nya ataukah bacaan yang akan mempermudah dia untuk melupakan dan menjauhi diri dari-Nya?

Quran apa koran yang akan kita jadikan bacaan setiap hari?

Quran apa koran yang akan kita amalkan di dalam kehidupan sehari-hari?

Quran apa koran yang akan menjadikan kita bahagia?

Jika jawabanya jelas, mengapa hingga saat ini kita masih ragu dan malas untuk rutin membacanya? Mengapa kita membiarkannya tergeletak tak tersentuh sedikit pun? Bukankah dengannya kita dibimbing untuk memperoleh kebahagiaan di dunia dan di akhirat kelak?

Mulailah dari diri sendiri, mulailah dari hal-hal yang kecil, dan mulailah dari sekarang (KH. Abdullah Gymnastiar)

About these ads

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Aulia Rahim
Mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan. Disela-sela menuntut ilmu sebagai mahasiswa diberikan amanah oleh dekanat menjadi reporter Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan.

Lihat Juga

Ada Apa dengan Surat Al-Maidah?