Home / Pemuda / Puisi dan Syair / Senja di Penghujung Senja

Senja di Penghujung Senja

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (top1walls.com)
Ilustrasi. (top1walls.com)

dakwatuna.com

Senja akhirnya engkau jujur juga padaku
Setelah enam purnama matamu tertutup
Melihatmu dari jauh
Tanpa cahaya Jingga
Gelap
Segelap dalamnya samudra
Hening
Seperti sepinya pusara
Diam
Bagai pualam di tebing sahara

Senjaku semakin terluka
Saat wajahmu bermuka dua
Manis seperti kembang gula
Satunya lagi pahit seperti empedu domba
Terbalut dalam sutera renda
Terbungkus dalam balutan sapa
Tertawa apalah maknanya
Tilawah apalah artinya
Sujudmu tanpa cinta
Berdoa tanpa meminta

Senjaku membara
Genggamku mengangkasa
Apapun alasannya
Bersumpah atas nama Tuhan adalah angkara
Begitu bangga atas dusta
Biasa
Merasa tak apa
Manusia atau binatang jelata
Siapa yang bisa membedakan adanya
Karena cinta

Tuhan Maha Tahu
Aku hanyalah batu tanpa paku
Yang pernah manangis karena tak pernah tahu
Ego dengan segala rayu
Padahal itu adalah hanya cumbu
Jalan itu salah Abang
Begitu kata Bidadari cintaku
Tapi aku
Seperti kodok dalam labu
Membiru dan hampir sekarat dalam pilu

Thank you for Aila Sang Bidadari Cinta

About these ads

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 7,50 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Lihat Juga

Takkan Berakhir di Ujung Senja