Home / Berita / Internasional / Amerika / Pasangan Kikuk Obama-Putin di KTT APEC

Pasangan Kikuk Obama-Putin di KTT APEC

Presiden Obama dan Presiden Putin di KTT APEC di Beijing (detik-reuter)
Presiden Obama dan Presiden Putin di KTT APEC di Beijing (detik-reuter)

dakwatuna.com – China. Ketegangan antara Amerika Serikat dengan Rusia terlihat dalam KTT Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) di Beijing, China. Presiden AS Barack Obama dan Presiden Rusia Vladimir Putin terlihat bagai pasangan kikuk di antara kepala negara lainnya.

Keduanya menghadiri forum yang sama sebanyak dua kali dalam waktu seminggu ini, yakni APEC di Beijing dan pertemuan G20 di Brisbane, Australia. Hanya ada sedikit kesempatan bagi keduanya untuk menghindari interaksi dalam forum internasional, di mana mata dunia dan media massa mengarah ke mereka.

Obama dan Putin tidak pernah memiliki hubungan yang akrab, seperti dengan kepala negara lain. Kedua tokoh ini hanya menunjukkan sedikit kehangatan dalam setiap kontak informal mereka selama forum APEC yang tertangkap mata wartawan.

Ketika KTT APEC dibuka, Presiden China Xi Jinping berjalan beriringan dengan Obama dan Putin di kedua sisinya. Saat itu, Obama dan Putin tidak melempar senyum.

“Indah ya, bukan begitu?” terdengar Putin berbicara dengan bahasa Inggris ke arah Obama, merujuk pada ornamen ruang konferensi, seperti dilansir Reuters, Selasa (11/11/2014).

“Iya,” jawab Obama, dengan dingin, menurut para wartawan yang menyaksikan langsung adegan tersebut. Ketiga pemimpin negara tersebut lalu berhenti di dekat kursi Presiden Xi. Putin mengulurkan tangan dan menepuk bahu Obama. Obama terlihat tidak merespons. Keduanya kemudian duduk di kursi sebelah kanan dan kiri Presiden Xi.

Beberapa saat kemudian, Obama dan Putin terlihat sedang mengobrol urusan penting, dengan diikuti oleh penerjemah, ketika memasuki ruangan untuk foto bersama dengan kepala negara lainnya.

“Ada tiga kesempatan sepanjang hari, total sekitar 15-20 menit (pembicaraan), Presiden Obama memiliki kesempatan untuk berbicara dengan Presiden Putin,” tutur juru bicara Gedung Putih Bernadette Meehan.

“Percakapan mereka membahas soal Iran, Suriah, dan Ukraina,” imbuhnya.

Sedangkan juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov membenarkan adanya pembicaraan tersebut, namun dia tidak memberikan rinciannya.

Obama dan Putin sebenarnya memiliki banyak hal untuk dibicarakan, namun hanya sedikit kesempatan yang ada dan lebih sering tidak mencapai kesepakatan. Selain masalah Ukraina, keduanya berbeda pendapat soal dukungan Rusia bagi Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Penasihat keamanan nasional Obama, Ben Rhodes menuturkan kepada wartawan di Beijing, setiap pertemuan antara keduanya bisa menjadi kesempatan untuk membahas penyelesaian krisis Ukraina.

“Presiden Putin tahu dengan jelas di mana posisi kami,” ucap Rhodes. (detik/rem/dakwatuna)

About these ads

Redaktur: Rio Erismen

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Rio Erismen
Alumnus Universitas Al-Azhar Cairo dan Institut Riset dan Studi Arab Cairo.
  • Taufik Haswidi

    Sebenarnya ketegangan Mr.Obama dan Mr Putin bisa segera cair, kalau keduanya ngajak Mr
    Jokowi ngobrol sambil minum kopi. Mr Jokowi pasti tahu cara yang adil dalam penyelesaian
    Ukraina, dan Suriah. Buat Mr Jokowi kedua kasus itu bukan masalah pelik dibandingkan dengan masalah Indonesia Sehat, Indonesia Pinter. Indonesis Sejahtera. Proses penyelesaianyapun pasti murah. Sayang kedua Mr dari negara adi kuasa itu egonya terlalu besar.

Lihat Juga

Muslimah Turkistan Timur. (Turkey Post)

Muslim Amerika Tuntut Pemerintah China Akhiri Politik Anti Islam di Xinjiang

Organization