Home / Berita / Internasional / Asia / Rumah Sakit Asy-Syifa di Gaza Alami Krisis Makanan

Rumah Sakit Asy-Syifa di Gaza Alami Krisis Makanan

Serangan Militer Zionis Israel ke Gaza City.  (setkab.go.id)
Serangan Militer Zionis Israel ke Gaza City. (setkab.go.id)

dakwatuna.com – Gaza. Seperti diberitakan media massa, akibat tunggakan selama lima bulan, perusahaan penyedia makanan di Gaza menghentikan penyediaan makanan untuk RS Asy-Syifa. Besarnya tunggakan mencapai 800.000 shekel atau sekitar USD 211.000.

“Situasi tersebut berbahaya bagi sebuah rumah sakit, karena akan berdampak pada kondisi pasien dan tenaga medis,” kata direktur umum Rumah Sakit Nasr Al-Tatar sebagaimana dilansir dari maannews.net pada Sabtu (1/11/14).

Menyusul penghentian pasokan makanan untuk Rumah Sakit Asy-Syifa, Kota Gaza, Palestina tersebut, Aksi Cepat Tanggap (ACT) mengirim bantuan pangan untuk memenuhi kebutuhan makan 400 pasien di rumah sakit tersebut.

Relawan lokal ACT di Gaza, Yacoub Sulaiman, menyatakan keprihatinan atas situasi ini.

“Saat perang atau serangan terjadi, musuh kami Zionis. Saat gencatan, kelaparan dan keterbatasan kebutuhan dasar jadi musuh yang tak kalah seriusnya dengan Zionis. Tapi kami masih punya Allah, sahabat-sahabat, dan saudara-saudara dari Indonesia,” kata Yacoub Sulaiman, seperti dituturkan kepada ACTNews, Senin, (10/11/14). Atas nama penerima manfaat di Rumah Sakit Asy-Syifa, Yacoub menyampaikan terima kasih kepada bangsa Indonesia.

Sementara itu Senior Vice President ACT N. Imam Akbari menegaskan, bantuan kemanusiaan untuk warga Gaza, Palestina bersifat holistik, karena problem yang dihadapi Gaza menjadi sangat kompleks. “ACT membantu Palestina bersifat holistik, tidak hanya untuk isu-isu tertentu. Ancaman kelaparan juga selalu kami respon. Kami beruntung punya mitra-mitra handal di Gaza yang bisa bergerak cepat menunaikan bantuan masyarakat Indonesia di sana,” ungkap Imam.

Yacoub Sulaiman, mitra lokal ACT di Gaza mengatakan pasien yang dirawat di Asy-Syifa masih ada 400 orang. Sudah delapan hari ini pihak rumah sakit kesulitan memenuhi kebutuhan makan mereka sehari-hari.

“Terima kasih atas bantuan pangan untuk para pasien di RS Asy-Syifa. Mengingat begitu mahalnya harga berbagai barang di Gaza, bantuan yang dikirim ACT hanya cukup untuk belanja persediaan makanan tiga kali sehari, untuk 17 hari ke depan,” ujar Yacoub.” Setiap hari kami membutuhkan 1.350 paket makanan untuk pasien dan staf di RS Asy-Syifa, atau sehari dibutuhkan dana sekitar USD 2.500 dolar,” imbuhnya.
Yacoub berharap, dunia lebih bersungguh-sungguh membantu krisis Palestina.  (ACTNews/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Bantuan Ambulance MTT untuk Suriah