Home / Berita / Daerah / STEI SEBI Jalin Silaturahim dengan Tokoh Masyarakat Setempat

STEI SEBI Jalin Silaturahim dengan Tokoh Masyarakat Setempat

Silaturahim dengan Tokoh Masyarakat sekitar kampus STEI SEBI, Kamis (8/11/14).  (SEBI)
Silaturahim dengan Tokoh Masyarakat sekitar kampus STEI SEBI, Kamis (8/11/14). (SEBI)

dakwatuna.com – Bogor.  Kamis (8/11), cuaca mendung dan hujan lebat tidak melunturkan niat para mahasiswa untuk menjalin silaturahim bersama aparatur desa bojongsari Rt/Rw 03/01, sawangan, Depok.

Selain menjalin silaturahim, tujuan diskusi ini juga sebagai wadah aspirasi masyarakat untuk mahasiswa agar lebih harmonis menjalin hubungan bersama masyarakat sekitar kampus.

STEI SEBI memang terletak pada kawasan penduduk yang sangat asri dan kental budaya sosialnya. Suasana sejuk semakin lengkap dengan kultur agamis serta budaya betawi-sunda yang kental membuat kota ini semakin terlihat cantik dan nyaman. Terlebih sejak keberadaan mahasiswa yang semakin memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar. Terbukti dari banyaknya pengakuan-pengakuan penduduk desa yang merasa semakin banyak peningkatan khususnya pada sektor perekonomian mereka.

“Dulu, tidak ada warung-warung yang menyediakan lauk pauk serta makanan-makanan lainya di rumah pribadi mereka, karena mau siapa yang beli toh. Alhamdulillah sejak banyak mahasiswa hampir tiap rumah mempunyai usaha seperti warteg, kos-kosan, warnet, dan banyak lagi. Saya bersyukur masyarakat mendapatkan keberkahan atas keberadaan kampus STEI SEBI” tutur Bapak Yadi yang merupakan ketua LPM (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat) desa bojong sari.

Selain peningkatan income masyarakat, manfaat dalam bidang pemberdayaan masyarakat juga dirasa semakin membaik. Di antaranya banyak sekali mahasiswa yang bersedia mengajar agama, privat, dan keterapilan-keterampilan. Hasilnya banyak anak-anak yang ketika menjelang sore dan malam mereka bukan lagi bermain melainkan mengaji dan belajar. Tak tertinggal para pemuda nya pun jadi semakin banyak kegiatan tentunya dengan kerjasama yang baik antara masyarakat dan mahasiswa.

Namun tidak hanya hal positif saja, hal-hal negatif pun seringkali di temukan dari oknum-oknum mahasiswa. Oleh karena itu Organisasi Mahasiswa yang terhimpun dalam Organisasi Struktural dan Non Struktural diwakilkan oleh Presiden BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) beserta jajaran MMM (Majelis Musyawarah mahasiswa) mengadakan agenda ini untuk berdiskusi, saling bertukar fikiran dengan masyarakat mengenai permasalahan yang ada beserta solusi nya.

Bapak Apriyadi Selaku ketua RT dan Bapak Najat  Selaku ketua RW menyambut hangat diskusi ini. Bertempat di kediaman Bapak Yadi diskusi pun dimulai dengan pembukaan oleh Helmi Miftahudin selaku koordinator Komisi D yaitu Komisi Sosial Kemasyarakatan.  Penuturan dari Bapak Apriyadi Tidak jauh beda mengenai yang di samaikan Bapak Yadi mengenai dampak positif dan permasalahan antara mahasiswa dan masyarakat. “Penting sekali mahasiswa berperan aktif dalam mendukung kemajuan desa ini. Di mulai dari perilaku, etika, sopan, dan santun. Bahkan kebiasaan menyapa “Permisi” jika lewat dan tersenyum jika bertemu itu sangat penting”  jelas Pak RT dengan gaya nada betawi  yang asik se-asik gaya nya.

Permasalahan suhu lingkungan yang semakin memanas dan debit air yang semakin berkurang juga menjadi topik menarik pada pembahasan kali ini. “desa kita itu bisa dibilang diantara kota hujan, akan tetapi jika hujan turun debit air yang semakin banyak tidak bisa di nikmati masyarakat sekitar karena kurangnya tempat penampungan air bersih makanya airpun mengalir ke ibu kota. Dan dampak besarnya ketika kita memasuki musim kemarau kita tidak empunyai persediaan air yang cukup. Begitupun dengan lingkungan hiajau yang kurang, daerah kita semakin panas” jelas Pak Yadi.

Setelah panjang berdiskusi mengenai kemasyarakatan dan peran mahasiswa, akhirnya diskusi pun di tutup dengan penuturan grand design sebagai langkah kongkrit yang bisa dilakukan mahasiswa untuk mendukung terciptanya masyarakat yang sejahtera.

Pertama, membuat lingkungan hijau atau taman hijau terbuka. Dengan menanam minimal satu pohon pada setiap pekarangan rumah penduduk dan sekitaran kali angke. Pohon yang digunakan adalah kerjasama Pemda dan Pemkot sekitar Dan juga membuat penampungan air hujan sebagai persediaan air bersih. Selain menjalin kerjasama dengan para pemuda, program ini juga nantinya akan menjadi awal terbentuknya sinergi masyarakat dan mahasiswa mewujudkan lingkungan yang bersih dan nyaman.

Kedua, membuat gedung serbaguna sebagai wadah masyarakat melaksanakan kegiatan seperti posyandu, periksa kesehatan, diskusi, dan banyak lagi. Akhirnya diskusi pun selesai dengan berkumandangnya adzan magrib. Diskusipun di tutup dengan makan dan foto bersama.

Semoga silaturahim ini mendapat keberkahan dan kegiatan yang telah dicanangkan terlaksana dengan lancar. (SEBI/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

STEI SEBI menggelar finance training dengan mengusung tema “Pemberdayaan UMKM untuk Indonesia Berdikari”  Ahad (8/5/2016).  (amel/SEBI)

Dalam Rangka GES ke 10, STEI SEBI gelar Pelatihan UMKM ‘Menuju Indonesia Berdikari’