Home / Berita / Internasional / Asia / Pengakuan Pembunuh Osama Bin Laden Hebohkan Militer AS

Pengakuan Pembunuh Osama Bin Laden Hebohkan Militer AS

Penembak Bin Laden, Robert O'Neill, mantan tentara AL AS (gawker.com)
Penembak Bin Laden, Robert O’Neill, mantan tentara AL AS (gawker.com)

dakwatuna.com – Amerika Serikat. Aksi Robert O’Neill yang menyatakan bahwa dirinya adalah orang yang berhasil membunuh Osama Bin Laden menimbulkan perdebatan di sejumlah kalangan di Amerika Serikat (AS). Terlebih setelah diketahui, O’Neill merupakan mantan anggota Navy Seal.

Seperti dilansir The Guardian, Jumat (7/11), O’Neill mengatakan bahwa operasi Neptune Spear yang ia ikuti membawa misi untuk membunuh Osama. Pernyataan O’Neill tentu membuat berang Angkatan Laut AS yang telah memberikan peringatan kepada anggotanya baik yang masih aktif maupun veteran untuk tidak membeberkan hal-hal yang terkait dengan operasi militer yang pernah dan akan dilaksanakan.

Kepada Esquire, O’Neill, menggambarkan cukup detail bagaimana dia berhadapan langsung dengan Osama. Menurut pengakuannya, dia telah melepaskan tembakan sebanyak dua kali di dahi Osama Bin Laden hingga roboh dan terjatuh. Kata O’Neill dirinya juga kembali menembak Osama untul ketiga kalinya begitu melihatnya tersungkur di lantai.

“Saya menggunakan penerangan hologram warna merah. Dia (Osa) sudah mati, tidak bergerak, dan lidahnya keluar. Saya menyaksikan dia mengembuskan napas terakhirnya,” ujarnya O’Neill.

O’Neill menambahkan bahwa momen tersebut selalu teringat dipikirannya. Dia tidak tahu bahwa membunuh Osama adalah hal terbaik atau terburuk yang pernah ia lakukan.
Meski mendapat tekanan dari militer AS, sang ayah mendukung penuh langkah O’Neill membuka hal yang belum diketahui publik.

Sejatinya, O’Neill bukanlah satu-satunya anggota yang terlibat dalam insiden pembunuhan Osama. Pada 2012 lalu, veteran lainnya yang bernama Matt Bissonnette menulis sebuah buku tentang misi pembunuhan Osama tersebut. Menggunakan nama samaran Mark Owen, Bissonnette diciduk dan diselidiki oleh Pemerintah AS. Bissonnette mengaku lebih memilih untuk kembali ke luar negeri dan berperang melawan ISIS daripada berkutat pada persoalan tersebut. (republika/theguardian/rem/dakwatuna)

About these ads

Redaktur: Rio Erismen

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (11 votes, average: 7,91 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Rio Erismen
Alumnus Universitas Al-Azhar Cairo dan Institut Riset dan Studi Arab Cairo.