Home / Berita / Internasional / Eropa / Cara Unik ‘Sang Pembela Perempuan Bercadar’ Tuntut Reformasi di Aljazair

Cara Unik ‘Sang Pembela Perempuan Bercadar’ Tuntut Reformasi di Aljazair

Rasyid Nekkaz dan perempuan-perempuan bercadar yang dbantunya (marianne.net)
Rasyid Nekkaz dan perempuan-perempuan bercadar yang dbantunya (marianne.net)

dakwatuna.com – Aljazair. Aktivis politik Aljazair dari kelompok oposisi, Rasyid Nikkaz, yang dikenal dengan julukan ‘Muhami Al-Munaqabat’ (Pembela/Pengacara Perempuan Bercadar) menempuh cara unik dan aneh dalam menyuarakan pergantian kekuasaan secara damai di Aljazair, sebagaimana diberitakan Islam Memo (7/11/2014).

Dalam menyuarakan aspirasinya tersebut, Nekkaz memilih untuk berjalan sepanjang 600 km dalam bulan November ini dari kota Khalsyalah (di timur Aljazair) menuju kota Alger (ibukota Aljazair) yang dimulai pada awal November 2014 guna sekaligus memperingati Revolusi Aljazair menentang penjajahan Perancis yang meletus pada November 1954.

Sebelumnya pada Oktober lalu, Nekkaz mengajak seluruh pendukungnya ikut serta dalam aksi jalan kaki tersebut yang direncanakan akan berakhir dengan aksi unjuk rasa damai di ibukota Aljazair pada tanggal 28 November 2014.

Berdasarkan pemantauan media setempat, sejauh ini aksi jalan kaki damai Nekkaz sudah melewati jarak 200 km, namun tampak tidak diikuti oleh banyak pendukungnya.

Rasyid Nekkaz termasuk politisi yang kontroversial dan menarik perhatian publik di Aljazair. Sebelumnya Nekkaz menetap di Perancis, tetapi kemudian memilih untuk melepaskan kewarganegaraan Perancis yang dimilikinya untuk ikut serta dalam Pilpres Aljazair pada April 2014 lalu.

Sebelum masuk ke ranah politik, Nekkaz dikenal sebagai pengusaha di Perancis dan populer dengan julukan ‘Pembela bagi Perempuan Bercadar’ (Muhami Al-Munaqobat). Julukan itu diperolehnya setelah mendonasikan uangnya sebesar 1 juta euro untuk membantu membayarkan denda perempuan-perempuan muslim bercadar di Perancis karena dilarang di negara tersebut (denda 120 euro perkasus).

Donasi yang diberikannya bersamaan dengan pendirian kotak amal yang dinamakan Shunduq Difa’ ‘anil Hurriyah (Kotak Amal untuk Mempertahankan Kebebasan). (islammemo/rem/dakwatuna)

About these ads

Redaktur: Rio Erismen

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Rio Erismen
Alumnus Universitas Al-Azhar Cairo dan Institut Riset dan Studi Arab Cairo.

Lihat Juga

OTT Politisi PDIP, KPK: Ada Komitmen Fee Senilai 404 Dolar Singapura