Home / Berita / Daerah / Depok Cetak Rekor Dunia Melalui Ikan Hias

Depok Cetak Rekor Dunia Melalui Ikan Hias

Walikota Depok saat mengunjungi pameran budidaya ikan hias, Depok, Kamis (6/11). (pks.or.id)
Walikota Depok, Nur Mahmudi Ismail saat mengunjungi pameran budidaya ikan hias, Depok, Kamis (6/11). (pks.or.id)

dakwatuna.com – Depok. BPPBIH (Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Ikan Hias) menyelenggarakan acara REIKKA dari tanggal 6-8 November 2014, di Pancoranmas Kota Depok, Jawa Barat.

REIKKA merupakan ajang promosi, pengenalan, penyadaran publik, serta transfer IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) yang berkaitan dengan budidaya ikan hias dengan konsep ramah lingkungan. Akronim REIKKA diangkat menjadi judul acara sesuai enam pilar yang dibawa oleh BPPBIH, yaitu Rekreasi, Edukasi, Informasi, Komunikasi, Konservasi, dan Atraksi. Acara ini bertujuan mengangkat komoditas ikan hias nusantara kepada masyarakat luas.

REIKKA resmi dibuka oleh Walikota Depok, Nur Mahmudi Ismail, pada Kamis (6/11). Acara dihadiri oleh Kepala Bidang Litbang Kelautan dan Perikanan, Pejabat KKP, Bupati Belitung Timur, Bupati Merauke, para Kepala OPD Pemkot Depok, para Kepala Dinas terkait perjanjian kerjasama, serta anggota Perhimpunan Ikan Hias.

Di dalam REIKKA terdapat beberapa mata acara yang berkaitan dengan tema ikan hias, salah satunya penobatan Duta Ikan Hias. Selain itu, acara dilanjutkan dengan seminar dan jejaring bisnis ikan hias, Talk Show “Kiat Sukses Menjadi Pengusaha Ikan Hias”, serta pameran pengembangan teknologi budidaya ikan hias.

Saat ditemui usai mengunjungi gerai-gerai ikan hias, Nur Mahmudi mengatakan sangat mendukung kegiatan REIKKA karena dapat menentukan peluang bisnis industri kreatif, terutama di Kota Depok. “Kegiatan industri produksi ikan hias ini tidak bisa bekerja dengan baik tanpa didukung oleh kegiatan research and development di BPPBIH. Kemampuan BPPBIH dalam membudidayakan ikan hias bisa menjawab tantangan kepunahan dari spesies ikan tersebut. Kemudian penemuan BPPBIH bisa diperkenalkan ke masyarakat,” tambahnya.

Acara ini ditutup dengan pemberian rekor MURI dan rekor dunia oleh Wakil Ketua MURI kepada BPPBIH karena menjadi lembaga pertama yang membudidayakan ikan rainbow kurumoi melanotaenia parva di luar habibat aslinya, yaitu daerah Papua. (nur/abr/dakwatuna)

About these ads

Redaktur: Abdul Rohim

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Abdul Rohim
Seorang suami dan ayah

Lihat Juga

Bocah Suriah berusia 5 tahun, Omran Daqneesh, yang diselimuti debu dan darah, duduk di dalam ambulance setelah diselamatkan dari puing-puing reruntuhan bangunan yang terkena serangan udara Rusia di Aleppo pada 17 Agustus 2016. (Mahmoud Rslan / Getty Images)

Si Kecil Omran, Durrah, dan Tangisan Dunia