Home / Berita / Internasional / Amerika / Hati-hati, Orang yang Berpoligami Akan Dideportasi

Hati-hati, Orang yang Berpoligami Akan Dideportasi

Chris Alexander. (thechronicleherald.ca)
Chris Alexander. (thechronicleherald.ca)

dakwatuna.com – Ottawa. Menteri imigrasi Kanada, Chris Alexander, Rabu (5/11/2014) kemarin, menyatakan bahwa negaranya sedang menyiapkan rancangan undang-undang yang memungkinkan dilakukannya deportasi terhadap para imigran yang berpoligami. Menurutnya, poligami termasuk praktek kebudayaan yang kejam.

Menurut Alexander, pihaknya sedang berusaha memperkuat sejumlah undang-undang yang saat ini sudah berlaku, dan seluruh undang-undang hukum pidana yang terkait dengan segala bentuk kekerasan dalam rumah tangga terkait dengan seks. Bentuk kekerasan yang paling disoroti adalah nikah paksa, poligami, menikahi anak-anak di bawah umur, dan pembunuhan dengan alasan menjaga nama baik.

Alexander mengatakan, “Kanada memang melarang dilakukannya poligami, tapi undang-undang yang baru memungkinkan dilakukannya deportasi terhadap imigran pelaku poligami.”

Dalam undang-undang yang baru itu, pengadilan juga diberi wewenang untuk mencabut paspor orang yang dinilai sedang akan menikahi anak-anak di bawah umur, atau pernikahan paksa terhadap anak-anak yang berada di Kanada.

Vonis maksimal yang bisa dijatuhkan kepada orang-orang yang terlibat dalam pernikahan paksa atau pernikahan anak di bawah umur bisa mencapai hukuman penjara 16 tahun. (msa/dakwatuna/skynews)

About these ads

Redaktur: M Sofwan

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 1,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

M Sofwan
Ketua Studi Informasi Alam Islami (SINAI) periode 2000-2003, Kairo-Mesir

Lihat Juga

Imigran Tiongkok Tidak Bisa Sembarangan Kerja di Indonesia