Home / Berita / Daerah / Kenaikan Harga BBM, Bentuk Pengkhianatan Pemerintah Kepada Rakyat

Kenaikan Harga BBM, Bentuk Pengkhianatan Pemerintah Kepada Rakyat

Aksi KAMMI Sumut menolak kenaikan BBM Bersubsidi.  (KAMMI Sumut)
Aksi KAMMI Sumut menolak kenaikan BBM Bersubsidi. (KAMMI Sumut)

dakwatuna.com – Medan. Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia Wilayah Sumut (KAMMI Sumut) kembali turun ke jalan di awal pemerintahan baru Presiden Jokowi. Aksi ini merupakan aksi gerakan mahasiswa pertama yang dilakukan di Sumut dalam penolakan kenaikan bahan bakar minyak (BBM) yang akan dilakukan pemerintah dalam waktu dekat ini.

Aksi ini timbul sebagai bentuk kepedulian KAMMI terhadap beban penderitaan masyarakat yang harus menanggung kenaikan harga BBM. Dengan menggandeng beberapa komisariat dan pengurus daerah Medan, KAMMI turun ke jalan dengan memulai rute dari lapangan merdeka, bundaran SIB dan gedung DPRD Sumut.

Koordinator aksi lapangan, Khoiruddin Dalimunte, mengatakan bahwa gagalnya pemerintahan Presiden Jokowi dalam mengelola sumber kekayaan minyak di Indonesia mengakibatkan kenaikan harga BBM dan merupakan suatu pengkhianatan besar kepada rakyat Indonesia.

“Seharusnya pemerintah melaksanakan efisiensi anggaran dengan memangkas dana untuk belanja birokrasi, sehingga dapat digunakan untuk menutupi kekurangan dana subsidi BBM.” Tambahnya dalam orasi singkat.

Ketua KAMMI Sumut, Afri Darmawan, mengatakan bahwa salah satu argumentasi pemerintah yang tidak mempunyai landasan kuat dalam menaikkan BBM adalah kenaikan harga minyak mentah dunia yang berakibat membengkaknya dana alokasi untuk subsidi BBM pada APBN. Dalam hal ini, pemerintah terkesan melempar tanggung jawab dengan memberikan beban tersebut kepada rakyat.

Untuk itu, dalam aksinya yang berakhir di gedung DPRD Sumut, KAMMI Sumut memberikan pernyataan sikap yang mengedepankan kepentingan rakyat. Dengan disambut beberapa Anggota DPRD Sumut, Afri dalam orasinya menyampaikan secara tegas penolakan rencana kenaikan harga BBM yang telah direncanakan oleh pemerintah dan menuntut pemerintah untuk mengembangkan berbagai energi alternatif potensial di Indonesia sebagai upaya mengurangi ketergantungan pada energi minyak bumi. KAMMI Sumut juga menolak hadirnya Kartu Indonesia Pintar, Kartu Indonesia Sehat dan Kartu Kesejahteraan, yang pada hakikatnya menambah beban APBN serta menyaingi sejumlah pelayanan yang telah ada sebelumnya.

Di akhir aksi tersebut, KAMMI Sumut menghadiahkan sebotol bensin kepada anggota DPRD Sumut sebagai simbolis bentuk penolakan kenaikan BBM. (KAMMI Sumut/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Tenaga Kerja Asing

KAMMI Sindir Jokowi Pro Asing-Aseng dan Tidak Berpihak pada Buruh Lokal