Home / Berita / Internasional / Afrika / Perang Fatwa di Mesir Terkait Pengusiran Penduduk di Sinai

Perang Fatwa di Mesir Terkait Pengusiran Penduduk di Sinai

Tentara As-Sisi usir paksa penduduk Sinai (islamtoday.net)
Tentara As-Sisi usir paksa penduduk Sinai (islamtoday.net)

dakwatuna.com – Kairo. Fatwa Mufti Mesir, Syauqi Allam yang membolehkan penghancuran rumah-rumah dan pengusiran warga di wilayah Sinai dan kota Rafah mengundang perdebatan di kalangan ulama. Perdebatan dipicu karena pemerintah kudeta telah menjadikan agama sebagai alat pembenaran terhadap kepentingan politik. Para ulama mengkritik keras dan memberi peringatan terhadap aksi kekerasan yang dilakukan tentara As-Sisi kepada para penduduk di Sinai dan Rafah.

DR. Yahya Ismail, Sekjend Front Ulama Al-Azhar mengkritik, bahwa ketidaksediaannya penduduk Sinai untuk mengungsi telah berujung kepada tindak pemaksaan dari tentara tanpa mengenal rasa nasionalisme. Ia kemudian meminta kepada pemerintah Mesir untuk tidak memaksa penduduk di Sinai meninggalkan rumah mereka. “Seyogyanya sudah dipersiapkan terlebih dahulu tempat yang layak bagi mereka, sebelum mereka diminta untuk pindah ke tempat lain,” harap Syaikh Yahya.

Perdebatan antar ulama ini bermula dari fatwa mufti Mesir seputar dipindahkannya sekelompok warga Mesir di utara Sinai ke lokasi yang dinilai aman. Syauqi Allam mengatakan, “Ini merupakan hal yang boleh dilakukan, karena bahaya yang bisa menimpa warga. Terutama mereka yang berada di lokasi tersebut. dalil yang digunakan adalah kaedah fiqih Dar ul mafasidi muqaddamun ‘ala jalbil masholih, (menolak mudharat lebih di utamakan dari pada mengambil faedah).”

Dr. Yahya Ismail menanggapi fatwa ini dan mengatakan bahwa Daarul Ifta dan Masyikhah Al-Azhar kini sudah menjadi bagian dari kepentingan politik pemerintah yang ada sekarang, dengan demikian orang-orang didalamnya bekerja untuk kepentingan mereka.

Dr. Akram Kasab juga mengkritisi fatawa ini, ia merupakan salah satu dari anggota Ikatan Ulama Muslimin Internasional. Syaikh Akram mengatakan, bahwa Allah Swt. menjadikan hukuman terhadap orang yang memaksa penduduk setempat keluar dari negerinya, hampir dekat hukumannya terhadap hukuman orang yang melayangkan jiwa seseorang. (msy/alk/dakwatuna)

About these ads

Redaktur: M Syarief

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

M Syarief
Alumni Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir.

Lihat Juga

Nelayan Palestina ditangkap penjajah Israel. (islammemo.cc)

Mesir Tangkapi Nelayan Palestina dan Menyerahkannya ke Israel

Organization