Home / Berita / Internasional / Amerika / ‘Setan Ramadi’ Pembantai 225 Warga Irak Akan Difilmkan Hollywood

‘Setan Ramadi’ Pembantai 225 Warga Irak Akan Difilmkan Hollywood

Chris Kyle. (media.sdreader.com)
Chris Kyle. (media.sdreader.com)

dakwatuna.com – Hollywood. Sutradara Hollywood, Steven Spielberg, akan membuat sebuah film yang mengangkat kisah Chris Kyle, seorang sniper paling terkenal asal Amerika Serikat. Selama 10 tahun sniper ini bertugas di Irak, dan mempunyai julukan Setan Ramadi.

Steven Spielberg, seperti dilansir Al-Quds, Rabu (5/11/2014) hari ini, mengatakan, “Aku akan berhadapan dengan tokoh yang cukup terkenal pasca menulis buku tentang dinasnya di Irak antara tahun 1999 hingga tahun 2009. Dalam bukunya, Kyle mengaku telah membunuh 225 warga Irak. Dengan demikian, dia menjadi sniper Amerika nomor satu, dan paling mematikan dalam sejarah.”

Setelah menulis bukunya, Kyle banyak mendapat sorotan media. Bahkan pada bulan Januari 2012, bukunya menjadi buku paling laris di Amerika, sehingga selain terkenal, Kyle juga mendapat keuntungan materi yang cukup besar.

Kyle bertugas di Irak sebanyak empat kali. Warga Irak menggelarinya ‘Setan Ramadi’, karena di Ramadi dan Falluja kebanyakan korbannya jatuh.

Disebutkan, Chris Kyle sempat ragu-ragu saat pertama kali melakukan pembunuhannya di Irak. Korban pertamanya adalah seorang wanita yang berada dekat dengan sekelompok pasukan Amerika. Saat merasa ragu, atasannya berkali-kali menekankan untuk melaksanakan tugasnya membunuh wanita tersebut. Peristiwa ini akan menjadi salah satu adegan dalam film yang akan dibintangi oleh Bradley Cooper ini.

Saking banyaknya korban yang dibunuhnya, warga Irak sempat menyiapkan hadiah sebesar US$ 20 ribu (Rp 243 juta) untuk orang yang berhasil membunuh atau menangkapnya. (msa/dakwatuna)

About these ads

Redaktur: M Sofwan

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

M Sofwan
Ketua Studi Informasi Alam Islami (SINAI) periode 2000-2003, Kairo-Mesir

Lihat Juga

Donald Trump dan Hillary Clinton. (aljazeera)

Faktor Kemenangan Trump Yang Mengejutkan*