Home / Pemuda / Puisi dan Syair / Rintihan Budaya Mati

Rintihan Budaya Mati

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (photobucket.com)
Ilustrasi (photobucket.com)

dakwatuna.com

Malam kian larut, hati mulai menggumpal.

Merasakan getaran akan negara yang kian tua

Budaya yang terlukis indah

Kini tertutup rapi dengan debu nan kusam

Ingin kuusap menjadi warna kehidupan

Dari sang kelabu

Namun, itu seperti berada di ujung tanduk

Balutan es yang runcing nan tajam

Tuk dapat memaknai arti kehidupan yang sebelumnya

Hati suci sang pejuang kini telah ternodai

Akibat bangsa yang terus berdiri

Di atas luka sang revolusi

Namun tak bisa dipungkiri jika terlihat

Jajaran orang berdasi penuh aksi

Yang hanya menari-nari di atas mayat sang revolusi

Hanya untuk kepentingan pribadi

 

About these ads

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Niswatul Majidah
Mahasiswi Jurusan Syariah / Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang, penulis aktif di beberapa organisasi kemahasiswaan, di antaranya: LSO-FORSIFA, HmI.

Lihat Juga

Meninggal (ilustrasi).  (aktualpost.com)

Bila Esok Meninggal