Home / Berita / Internasional / Afrika / Pemerintah Tunisia Ingatkan Warga Libya Tidak Berpolitik Praktis di Negaranya

Pemerintah Tunisia Ingatkan Warga Libya Tidak Berpolitik Praktis di Negaranya

Perbatasan Libya-Tunisia, Ra'su Al-Jadir (akheralanbaa.com)
Perbatasan Libya-Tunisia, Ra’su Al-Jadir (akheralanbaa.com)

dakwatuna.com – Tunisia. Pemerintah Tunisia mengimbau warga Libya yang mengungsi ke Tunisia untuk menjauhi berbagai aktivitas politik, sebagaimana dikutip Islam Memo (5/11/2014).

Dalam rilis yang dikeluarkan Kemdagri, Pemerintah Tunisia meminta warga pengungsi Libya untuk tidak melakukan aktivitas politik atau kegiatan apapun yang akan merusak hubungan kedua negara dan persaudaraan sesama bangsa Arab.

Pemerintah Tunisia juga menegaskan bahwa pihaknya prihatin dan dalam posisi netral menyikapi kemelut serta konflik bersaudara di Libya yang diharapkan segera ditemukan solusi.

Beberapa hari sebelum rilis ini dikeluarkan, Jubir Kemendagri Tunisia, Muhammad Ali Al-Arawy, sebagaimana dikutip kantor berita Anadolu menyampaikan keputusan Pemerintah Tunisia menutup perbatasannya (Pintu Ra’su Jadir Al-Hududi) dengan Libya untuk sementara setelah sejumlah warga asing (Libya) mencoba menerobosnya secara ilegal.

Dalam hal ini, konflik politik dan gangguan keamanan semakin meningkat di Libya sejak perang bersaudara meletus antara sejumlah kelompok bersenjata yang berupaya menguasai daerah-daerah strategis di negara tersebut.

Bersamaan dengan situasi tersebut, jumlah warga Libya dan warga asing yang ingin meninggalkan negara tersebut melalui Pintu Perbatasan Ra’su Jadir Al-Hududi semakin bertambah banyak. (islammemo/rem/dakwatuna)

About these ads

Redaktur: Rio Erismen

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Rio Erismen
Alumnus Universitas Al-Azhar Cairo dan Institut Riset dan Studi Arab Cairo.

Lihat Juga

Sunnah dan Larangan Pada Tubuh Manusia (Bag. Kesepuluh)